One Last Post : Sebuah Penutup Untuk Perjalananan Sebuah Blog (2008 – 2017)

8 Mei 2008, satu hari setelah hari ulangtahun saya yang ke-20 ketika pertama kali saya atas desakan beberapa senior di kampus yang sudah lebih dulu ngeblog memutuskan membuat dan menulis di blog ini (dulu masih di alamat ajourneytobebetter.blogspot.com yang kemudian dihapus dan dipindah ke wordpress). Tujuan awalnya adalah untuk ‘merekam’ cerita keseharian saya ke dalam ingatan dan mengambil pelajaran-pelajaran dari apa yang saya alami agar saya bisa menjadi manusia yang lebih baik setelahnya.

Dan begitulah…selama bertahun-tahun blog ini menjadi satu kotak berisi ribuan cerita tentang ingatan di dalamnya. Bahkan setelah kawan-kawan blogger saya satu per satu berhenti menulis dan menutup blognya, saya masih menjadikan blog ini teman untuk bercerita. Cerita yang pelan-pelan bertumpuk menjadi kenangan. Kenangan yang diam-diam menjadi obsesi pribadi.

Iya, harus saya akui ada obsesi yang sudah tidak sehat terhadap ingatan dan kenangan yang bertumbuh di dalam diri saya. Obsesi yang tanpa sadar membentuk saya menjadi manusia yang terus hidup di masa lalu. Dan sungguh, ini bukan sesuatu yang baik. Sungguh tidak menyenangkan membuka-buka lagi cerita lama dan berulang kali menyakiti hati sendiri. Sungguh tidak menyenangkan harus terus berjalan sambil melihat ke belakang, meratapi semua yang pernah terjadi yang sekarang tak ada lagi. Kenangan yang dulu sangat membahagiakan tidak lagi memberikan senyuman tapi justru menjadi luka. Percakapan-percakapan yang dulu membuat tersenyum dan bahagia ketika diingat sekarang justru memberatkan hati. Ada banyak hari dan malam yang saya habiskan sendiri dengan menangis sampai dada sesak dan mata bengkak karena ingatan-ingatan yang menyelinap masuk ke dalam kepala disertai dengan pikiran-pikiran buruk yang menyakitkan tentang kenangan-kenangan yang pergi dan tak bisa diulangi lagi. Sayup-sayup saya bisa mendengar “don’t you dare let our best memories bring you sorrow” dibisikkan di telinga saya berkali-kali (yes, i’m quoting Lost Star, versi Keira Knightley). Dan saya merasa bersalah. Merasa bersalah karena menodai kenangan (yang seharusnya) membahagiakan dengan rasa duka.

Dan sekarang saya rasa sudah saatnya untuk saya belajar melepas keterikatan dengan kenangan. Belajar mengikhlaskan kenangan. Membiarkan kenangan tetap jadi kenangan yang tak perlu diingat-ingat lagi apalagi dibicarakan dengan hati yang terbebani dengan luka. Belajar mengikhlaskan kejadian hari kemarin sebagai bagian dari hari kemarin. Mengikhlaskan kejadian di masa lalu tetap tinggal di masa lalu.

Sekarang adalah saatnya saya belajar untuk berhenti menimbun kenangan akan kejadian-kejadian yang pernah terjadi. Belajar berhenti mengabadikan kenangan. Toh dituliskan ataupun tidak dituliskan, dibicarakan ataupun tidak dibicarakan, diingat ataupun tidak diingat, yang pernah terjadi benar pernah terjadi. Hanya karena tidak dituliskan, tidak berarti kejadian-kejadian itu tidak nyata. Bersyukur dan berbahagia karena kejadian-kejadian itu pernah ada, dan sudah itu saja.

Sekarang adalah saatnya saya dengan alasan tersebut di atas dan/atau alasan-alasan lainnya yang tidak saya sebutkan mengakhiri perjalanan blog ini dan mengubur semua kenangan yang ada di dalamnya dalam-dalam. Kalau dulu saya percaya –seperti judul blog saya– ‘scribo ergo sum, saya menulis maka saya ada‘, sekarang saatnya saya mengimani…menulis atau tidak menulis, saya ada. Ditulis atau tidak ditulis, yang ada tetap ada.

Menyudahi blog ini (dan mungkin menutup media sosial lainnya yang saya pakai untuk menimbun kenangan) hanyalah salah satu simbol tentu saja. Usaha yang sebenarnya untuk belajar melepaskan keterikatan terhadap kenangan masih memerlukan waktu yang tidak sedikit dan usaha yang tidak semudah menghapus postingan blog tentu saja. Usaha yang mungkin akan berkali-kali menemui kegagalan sebelum benar-benar berhasil tentu saja. But hey…I’m trying…hehehehe…

Dan akhirnya, postingan ini… anggaplah sebagai ucapan terimakasih saya kepada blog ini, kepada semua kejadian beserta segala emosi dan perasaan yang pernah terekam di dalamnya, kepada semua orang yang nama, sosok, atau ceritanya pernah menghiasi blog ini, kepada semua yang pernah membaca blog ini. Terimakasih sudah jadi bagian dari perjalanan blog ini, terimakasih sudah jadi bagian dari perjalanan hidup saya.

Selamat Hari Blogger Nasional ^_^

Ps. Semua postingan di blog ini sudah dihapus, feel free to unfollow this blog from now on

 

Advertisements