Panic on Monday Morning

(Trust me judul di atas bukan judul sekuel film “Panic Room” ato group band baru untuk menyaingi “Panic at The Disco”)

Satu kata buat ngegambarin gimana aku mengawali hari ini “DAMN…!!!”

bayangin aja…dari pagi kaya’nya Dewi kesialan dah nemani…

Pagi tadi seperti biasa…bangun pagi,sholat subuh,nyiapin sarapan (omelette dengan resep baru),mandi dsb…trus berangkat ngampus. Nah di perjalanan Kendal-Semarang inilah semua kejadian tidak menyenangkan terjadi…

Di tengah perjalanan (dalam Bus) kira-kira 5 menit dari rumah,aku baru sadar belum sempat ngecek keberadaan dompetku.Pas aku liat tas bagian depan (tempat biasa naruh dompet)ternyata yang aku takutkan pun terjadi…tu dompet ga ada!!!which is mean pasti ketinggalan di rumah, dengan panik pun aku memutuskan untuk turun dari bus (yang dah aku bayar dengan biaya penuh sampe terminal)”mumpung masih dekat dari rumah”pikirku…

Di tengah kepanikan itu…muncullah beberapa pikiran di kepalaku

1. Telp orang rumah buat nganterin dompet ke tempat aku berada sekarang (alun-alun kota),yang dapat berujung pada diceramahinnya aku oleh ortu selama berhari-hari dengan materi nasihat seputar betapa ceroboh dan teledornya aku,betapa aku ga bisa menjaga barang-barangku dengan baik and bla bla bla…*ehm…sounds not gud….*

2. Telp Kakakku yang mo berangkat kerja buat sekalian bawain dompet and nganterin ke tempat aku berada sekarang(dengan kemungkinan akhir yang kurang lebih sama karena Kakak = mata-mata orangtua)

3. Balik ke rumah (jalan kaki (karena duit dah buat bayar bus) kurang lebih 45 menit)dengan alasan kebelet pipis(so far so gud…),dengan kemungkinan akhir…harus kelewatan kuliah jam 9 trus anak-anak bakalan nanya kenapa aku ga kuliah yang aku jawab dengan jujur dan lalu mereka akan tertawa,menceritakan semua kejadian yang aku alami kepada Meea…yang berarti aku harus rela Meea menertawaiku hanya karena dompetku ketinggalan (huh…mereka punya kecenderungan untuk menertawakan semua kejadian yang tidak menyenangkan,apalagi kalo kejadian itu terjadi ma aku…)

Saat pikiran-pikiran itu sedang bergelut di kepalaku…terjadilah sebuah kejadian yang lebih mengejutkan “TARAAAA……” aku mendapati sebuah dompet putih hitam bergambar Teddy Bear sedang tergeletak dengan santainya di bagian dalam tasku. Kontan penemuanku itu membuatku merasa berada dalam daftar panjang orang-orang idiot di dunia…dan kisahku sejajar dengan kisah “tertinggalnya gebetan Akbar di Mall” (klik di sini) dan “Tragedi Lekker Kulit Pisang Yogi” (klik di sini) Oh Gosh…!!!!

Kejadian selanjutnya…

Dengan duit pas-pasan (seribu lima ratus rupiah,dalam pecahan 500 an yang aku temukan di kantong celana dan tas) dan kebulatan tekad untuk melanjutkan perjalanan mulia menuntut ilmu (biasanya butuh dua ribu rupiah untuk nyampe ke terminal)aku nyegat bus laen (dengan penuh harap aku ga diturunkan di jalan ma kondektur),and you guys know what?setelah menempuh ¾ prjalanan…bus yang aku tumpangi hanya tinggal menyisakan satu penumpang yaitu aku di dalamnya dan Sopir bus itu memutuskan untuk memutar arah dan memaksaku turun di situ…hwaaaa….pengen nangis…untungnya kondektur masih berbaik hati mengembalikan uangku lima ratus rupiah…hurray…but…wait a minute…LIMA RATUS RUPIAH!!! buat naek bus????

dan kejadian tidak menyenangkan pun terus berlanjut….

karena udah kepalang tanggung…aku pun nyegat bus laen lagi. sepanjang perjalanan aku kembali dilanda kebingungan…akan membayar bus dengan satu koin 500 rupiah itu… ato pake duit di dompet (dompet laknat yang menjadi awal semua kejadian ini…) yang isinya pecahan 20 ribu and 50 ribuan. Dengan pertimbangan bahwa bus itu penuh dengan penumpang dan aku ga mau dipermalukan ma kondektur bus di hadapan segitu banyak penumpang (kerana bayar bus dengan sekeping uang 500 an yang jauh di bawah harga yang seharusnya aku bayar)…aku pun dengan berat hati membiarkan uang 20 ribuanku pecah secara premature yang aku maksud premature adalah kerena biasanya uang 20 ribuku baru akan “pecah” pada perjalanan dari terminal menuju kampus (ganti bus lagi).Kejadian tidak menyenangkan adalah uang 20 ribuku dikembalikan sejumlah 19 ribu rupiah dalam pecahan seribu rupiah!!!wow…bias dibayangkan betapa tebalnya dompet putih hitam dengan gambar Teddy Bear laknat itu…(ambil sisi baiknya…aku punya banyak uang pecahan untuk diberikan pada pengamen yang aku temui selama perjalanan)

Ok…akhirnya…sampailah aku di terminal dan perjalanan suci itu pun harus berlanjut dengan bus laen. Tapi…kejadian tidak menyenangkan hari ini ternyata belum berakhir. Di tengah perjalanan naeklah seorang Ibu yang sedang menggendong bayi(kurang labih berumur 1 tahun lah…)dan duduk di sebelahku,jangan Tanya apa gender bayi itu *c’mon…ga penting juga aku harus repot-repot membuka celana bayi itu untuk mengetahui jenis kelaminnya…atau beramah tamah bertanya pada ibunya dengan keadaan emosional yang kacau*.dalam keadaan normal…bayi-bayi biasanya senang berada di dekatku dan tingkah mereka cenderung normal dan manis (kecuali “mengiler”yang merupakan kebiasaan para bayi…),tapi ga teu kenapa bayi tadi pagi itu bersikap sangat tidak bersahabat.Dari mulai memukul,sampe menarik-narik lengan bajuku yang bergambar kupukupu *pada tahap ini aku sampe di titik di mana aku ingin mencekik bayi ini…oh tidak…lebih baik dikuliti…masukkan dalam air mendidih,tambahkan sayur mayor dan bumbu-bumbu…jadilah sup sayur dengan kaldu bayi….slurpppp…..*. lepas dari betapa besarnya keinginanku menyingkirkan bayi itu…aku percaya kalau bayi bisa melihat hal-hal yang ga bias diliat oleh manusia biasa,termasuk aura.dan tadi pagi mungkin bayi itu melihat aura hitam sedang menaungiku (jadi mikir…kalo auraku hitam…warna aura meea apa ya???pasti lebih dari hitam…hehehe….*devil’s smile mode on*)

Dan akhirnya…aku bisa bernapas lega setelah berhasil sampe di kampus dengan keadaan raga sehat wal afiat dan jiwa yang kacau balau.

Hah…ato mungkin kejadian tidak menyenangkan ini belum berakhir…hal-hal buruk apa kah yang masih mungkin terjadi???

1. Ketemu Meea

2. Pulang dari kampus…mendapati Ibu kos tewas dalam keadaan tidak meninggalkan warisan apa pun untuk anak-anak kosnya

3. Aer minum di kos abiz dan aku akan tertidur dalam keadaan haus…

Oh NO!!!Tuhan Yang Maha Baik…lindungilah hambamu ini…*angel side of me mode on : “juzt relax…masih ada beberapa jam lagi sebelum hari ini berakhir dan hal-hal menyenangkan masih mungkin terjadi”*

Anyaway…banyak yang aku pelajari dari hari ini…

4 butir telur setara dengan 2 siung bawang merah,1 siung bawang putih,cabe secukupnya,2 butir kemiri,garam secukupnya dan terigu secukupnya (untuk memberi efek crispy pada omelette…)

hal-hal tidak menyenangkan yang terjadi secara sambung menyambung dan berulang-ulang bisa jadi hanya berasal dari sesuatu yang simple yaitu “PANIK”,jadi…mari menyingkapi sesuatu dengan tenang

sudah saatnya mengganti dompet lama dengan dompet yang baru

Advertisements

One thought on “Panic on Monday Morning

  1. SEGERA LAH BERTOBAT NAK!!!Banyak-banyak istighfar Rei, inget hidup itu penuh dengan fatamorgana (ceilah…bahasa gue…)Cara cepat menghilangkan kesialan adalah dengan dirukhyah…hu uh, ada baeknya lo di rukhyah dolo Rei, biar gak naas lage…eniwei, smangat blogging yah…ngeblog bisa bikin awet muda dan kurus koq…hehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s