Tentang Poligami

Ada berapa orang di dunia ini yang mendukung poligami?Ok aku ralat,menyetujui poligami?ga perduli berapa pun,aku salah satunya.
Dari kecil aku dididik tentang BERBAGI. Satu prinsip hidup yang aku pegang sampai sekarang

bahwa memang manusia membutuhkan manusia lain,tidak dapat hidup sendiri di dunia dan cara paling simple untuk mengekspresikan kebutuhan itu adalah dengan saling berbagi

.Nah…kata “berbagi” inilah yang menjadi dasar persetujuanku atas poligami.Kalau sejak kecil kita diajarkan untuk membagi permen atau cokelat untuk teman,kenapa tidak dengan benda lainnya…suami? Jika kita bisa membagi kebahagiaan dan kesedihan,kenapa tidak dengan rasa lainnya…cinta?.
Ok…katakanlah terlalu dini untuk seorang aku yang masih minim pengalaman tentang pacaran dan perasaan memiliki seseorang yang dicintai untuk berbicara tentang “membagi perasaan cinta dan seseorang yang dicintai” tapi adakah perbedaan antara perasaan memiliki permen dengan perasaan memiliki “seseorang”?mungkin memang ada…tapi jujur…aku belum pernah benar-benar merasakan itu. Sebagai contoh…pacar.Aku ga merasa ada masalah ketika sedang jalan bareng dia bilang “eh,tu cewek cantik ya…” aku dengan santainya bilang “iya…” dan emang tu cewek cantik koq. Sebenarnya kalau buat aku,yang paling penting dalam sebuah hubungan adalah KEJUJURAN dan KEPERCAYAAN. Hal pertama yang aku dan pacarku (let say mantan lah…)setujui adalah atas apapun yang kita rasakan kita harus saling jujur,bahkan ketika (misalnya) dia punya “feeling” sama cewek lain…dia harus jujur ke aku, bagaimana setelahnya nanti ya kita bicarakan lagi sama-sama,entah aku akan meminta dia memilih…atau aku akan merengek-rengek dan memohon-mohon dia untuk tetap jadi pacarku. dan kepercayaan…percaya bahwa aku akan menghargai semua kejujurannya.
Aku mungkin belum pernah sampai pada tahap seorang pria (yang merupakan suami sahku)datang mengatakan bahwa ada wanita lain yang dia cintai dan meminta izinku untuk menikah lagi. Tapi kalupun suatu saat nanti itu terjadi…dan memang pria itu mampu dalam segala hal untuk mempunyai lebih dari 1 istri…kenapa tidak?
Hahaha….sok hebat?mungkin… atau juga mungkin ketika itu terjadi…semua yang kutulis sudah tidak ada artinya lagi…semua keyakinan tentang BERBAGI, KEJUJURAN dan KEPERCAYAAN sudah runtuh…dan aku akan membunuh wanita itu…atau pria (yang merupakan suami sahku)itu…?kalau kata seorang teman…biarkan waktu yang menjawabnya…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s