Ketika Semua Menjadi Tidak Begitu Penting Lagi

Pagi ini aku ke sekre langsung dikagetkan oleh Noel. Sebenarnya bukan sosok Noel yang gede dan memang aga’ menyeramkan itu yang mengagetkanku,tapi berita yang dia sampaikan

Aku : *berdiri di depan pintu sekre Bola*

Noel : Orangtuanya mas Akbar meninggal

Aku : Innalillahi wa Innailahi Rojiun… Bokapnya? *yah emang bokapnya dia tuh punya penyakit jantung*

Noel : Iya

Aku : Trus mas Akbarnya ke Jogja sekarang?

Noel : nah itu dia…mas Akbar ngilang,ga bisa dihubungin. Tadi mas Hapit juga datang ke sini…katanya hari ini pemberangkatan KKN

Aku : Mas Akbar KKN di Grobogan kan?

Sempat kepikiran buat SMS nba’ Mira nanya kalo-kalo ada temennya yang KKN di Grobogan…bagusnya lagi kalo sekelompok ma Mas Akbar. Tapi sebelum niat itu terlaksana tiba-tiba Mas Akbar datang. Dari gelagatnya yang tergesa-gesa dan air muka yang tegang…aku langsung tahu kalo aku ga perlu lagi ngomong apa-apa coz dia jelas dah tahu. Bahkan untuk ngucapin “turut berduka cita” ato apa pun…bukan waktu yang tepat. Di sekre mas Akbar langsung ngemasin pakaiannya

Akbar : cariin aku tas Noel !! Rei,kau bawa flashdisc,tolong print DKN ku,aku butuh cepat.

Sempat aku liat mas Akbar nendangin lemari and nangis…”aku belum siap untuk kehilangan Papa…”, “aku belum angkat toga buat dia…”, “kenapa harus disembunyiin dari aku…?dia masuk rumah Sakit aku ga dikasih tahu…sekarang udah mati aja baru aku dikasih tahu…” itu adalah beberapa kalimat yang sempat terlontar dari mulut mas akbar sambil menangis…

Humm….aku tiba-tiba ingat rumah..ingat Daddy…Ingat Ibu. Ingat ketika Pramuka zaman SD dulu pas PERSAMI…dalam sebuah renungan malam seorang kakak pembina pernah bilang “Bayangkan De’…kalo ketika kalian pulang besok…kalian ga bisa lagi ketemu Ayah kalian…Ibu kalian…” hwaaa…….langsung anak-anak pada nangis. Dan itu yang ada di kepalaku ssekarang. aku ngerasa ditampar aja…gimana kalo Daddy harus “pergi” sebelum dia lihat anak-anaknya sukses,sebelum dia liat aku jadi “orang” *pliss…jangan bilang “emangnya selama ini loe bukan orang?” ini postingan serius…*,sebelum aku buktiin kalo aku bukna anak yang cuma bisa ngerepotin aja. Dan entah kenapa…mendadak sepeda berlabel 26″ MTB Road Champ 21-Speed dan semua benda-benda yang aku pengen jadi tidak begitu penting lagi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s