Hal-Hal Menarik Semarang – Lawu – Semarang


Mentari Lawu…


Setelah di postingan sebelumnya (sebenarnya postingan itu dah aku ketik beberapa hari yang lalu) aku sedikit mellow dan merasa terpuruk…akhirnya aku bisa bangkit lagi *hoek…bahasanya…*. Jadi,….untuk memperbaiki mood…aku pengen share hal-hal menarik yang aku alami selama perjalanan ke Lawu kemaren…

1. Sepanjang perjalanan banyak bgt pengamen yang nyanyiin lagu “Gebi” dalam berbagai versi…sampe dangdut dan keroncongnya pun ada…sempet kepikiran “mungkinkah salah satu dari mereka adalah pencipta lagu “Gebi” itu???” hehehe

2. Di terminal Tirtonardi aku ngeliat pemandangan ini…taraaa…..

“label” di bus itu kaya’nya familiar aja..hehehe…kaya’ nama salah seorang blogger, hadoh…pasti bangga dech yang punya tu nama…ato jangan-jangan kawan blogger kita itu adalah pemilik tu bus…hehehe….*piss mba’ Mira…*

3. Aku dan Noel yang sangat suka asap,uap…ato apalah yang terlihat keluar dari mulut ketika kami bicara…sampe-sampe aku dan Noel kegirangan *yang kalo kata nanda,Doni dan rani lebih seperti ekspresi kegilaan daripada kegirangan* dan berulang-ulang mengucapkan “ha” ato “ho” hehehe…

aku and noel bergembira bersama…

sarung tangan yang setia menemani pendakian-pendakianku,trust me…sekarang bolongan di jarinya bertambah

4. Pagi-pagi di pos Cemoro Sewu pas mo bikin sarapan kompor gas meledak pas dinyalain ma Nanda…lalu keribetan itu menimbulkan percakapan antara Noel dan Nanda
Noel : kenapa kita ga kaya’ naga ya?jadi kalo mo masak tinggal sembur aja dari mulut
Nanda : Bahaya Noel…kalo gitu tadi malam kamu sama mb’ Rei itu “ha” “ho” di warung dah ngebakar aku,mas Doni sama mb’ Rani
Noel : oh iya… kalo gitu kentut kita aja dech…kenapa ga bisa jadi bahan bakar?
Nanda : susah juga Noel…lah nanti kasihan orang kalo mo masak harus capek-capek nungging dulu…
Noel : oh iya…
Nanda : ato mo dicoba aja sekarang?hayo kamu nungging Noel…trus kamu kentut nanti ta’ nyalain apinya
Aku : hwahahaha….*ketawa ngakak* dasar manusia cacat otak semua kita…

proses masak yang penuh keribetan

makan bersama….

5. Rani nyanyi…biasanya lagu mandarin…tapi kali ini dalam perjalanan Solo-Tawangmangu dia nyanyi lagu berbahasa Indonesia,lagu yang bikin aku tiba-tiba ingat Jean *Jean…ni salah satu oleh-oleh dari perjalanan gue ke Lawu buat Loe*
“Terkadang kita merasa tak ada jalan terbuka Tak ada lagi waktu,terlambat sudah. Tuhan tak pernah berdusta,Dia selalu pegang janjiNya, Bagi orang percaya…mukjizat itu nyata. Dia mengerti…Dia peduli persoalan yang sedang terjadi. Dia mengerti…Dia peduli persoalan yang kita jalani. Namun satu yang Dia minta… Agar kita percaya Sampai mukjizat menjadi nyata”

Double “R” di dalam bus…

6. Entah karena julukan gunung Lawu sebagai gunung termistis sehingga niatnya dapat segera terlaksana ato apa yang menggerakkan pemuda-pemuda ini memasang “kontak jodoh” di Pos I ini.

iklan jodoh….ada yang berminat?

7. Perhatikan foto ini…sekilas terlihat seperti kelinci lambang “playboy”,tapi jangan tertipu…ini adalah bentuk keringat Noel.

8. Entah kebiasaan ato apa…aku selalu “dapet” kalo lagi naek gunung…kemaren dapat pas dah nyampe Pos II jalur Cemoro Sewu,padahal sech harusnya ga tanggalnya tu… untung sebagai cewek cerdas aku sudah mlakukan semua persiapan…termasuk memakai pembalut sebelum memulai naik *Ok.akhirnya ini membuktikan kalo aku cewek tulen *loe baca ini Badut Ancol…!*

9. percakapan pada suatu malam di Hargo Dalem
Rei : *mengeluarkan kotak makan*
Doni : *masak nasi* apaan itu Rei?cap cay?
Rei : Kentang
Doni : Oo…Capcay Kentang
Rei : Kering Kentang
Doni : iya…capcay kering kentang
Noel : *ketawa ngakak* hwahaha…mas Doni ga mau kalah…
Rei : cap cay itu harus terdiri dari 10 bahan makanan…kata chef Bara…!!! *dalam hati “hadoh,….apa kabar ya si chef cakep…?ga nonton tipi ni sabtu. Tapi di Iklan keju Kraft kok dia keliatan tua bgt yak?”*

ga perlu jadi orang cina untuk tahu ini bukan Cap cay…

10. Mampir ke “Rumah Botol” yang biasanya Cuma bisa aku liat di Jejak Petualang. Jadi itu botol-botol dan barang bekas pendaki yang dikumpulkan dan disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah bangunan yang menurut ranger di Cemoro Sewu suhu di dalam rumah itu relatif hangat. Sayangnya pemilik rumah lagi “turun gunung” jadi kita ga bisa masuk.

rumah botol…..

11. Liat Edelweiss ungu…ya ampyun…setelah hampir mati dibikin ngiler ma Tody yang abis dari ciremai dan menemui banyak edelweiss ungu…akhirnya…aku liat dengan mata kepalaku sendiri


here..there…and everywhere….

edelweiss all around….

akhirnya….edelweiss ungu di depan mata…

12. Setiap orang biasanya punya keinginan yang pengen dia wujudkan saat turun gunung *biasanya berhubungan dengan makanan* dan kemaren yang ada di kepalaku dalam perjalanan turun gunung adalah “Susu Indomilk rasa Cokelat yang dingin” gara-garanya di semak-semak dalam perjalanan turun aku ngeliat kardus susu Indomilk cokelat…huhuhu…padahal aku ga terlalu suka susu. Dan keinginan itu terwujudlah ketika nyampe Semarang…

13. Sampe sekarang Nanda masih dipanggil “Anak Persami (Perkemahan Sabtu-Minggu)” gara-gara pas nyampe di pos Cemoro Kandang ternyata dah ada Bokap,Nyokap, Om, Tante dan sepupu-sepupunya yang nungguin dia dari pagi. Hwahahaha…baru kali ini aku liat ada “pendaki” yang dijenguk ma orangtuanya… kaya’ anak-anak SD lagi Persami…hahaha…

Nanda si Bocah Pe(rsami)tualang

14. Di terminal Tirtonardi dalam perjalanan pulang *bus MIRA dah ga ada kok…hehehe…piss bos…* kami disuruh ma petugas terminal buat nunggu di pintu keluar terminal…padahal jelas-jelas di situ ada tulisan “Dilarang menunggu bus di sini”,mungkin petugas itu tidak akan menyuruh kami menunggu di tempat itu kalo tulisan itu ditambahi embel-embel “Dilarang menunggu bus di pintu terminal,PAMALI !!!” sama seperti kata orang-orang tua dulu kalo “anak cewek duduk di depan pintu tu ga boleh…pamali…tar kualat…jodohnya susah dsb dsb” (kenapa aku nulis kaya’ gini? Baca postinganku selanjutnya tentang peraturan-peraturan berbau mistis yang berlaku di gunung Lawu)

15. Permen “special” yang dijual pedagang asongan di bus Solo-Semarang

Ada iklan Lowongan Pekerjaan di dalam permen

Perhatikan kalimat “Tidak Lengket di Gigi” hwahahaha…entah kenapa itu lucu bgt buat aku…

Last..info bagi yang ingin melakukan perjalanan ke Lawu.

Info biaya transport ke Lawu per 18 Juli 2008
Kampus pleburan-milo (15 menit): jalan kaki = gratis
Milo-Terminal Tirtonardi (3 jam): Bus ekonomi = 13.000
Tirtonardi-Tawangmangu (2 jam): Bus = 8.000
Tawangmangu-cemoro Sewu (30 menit): Angkot (malam) = 9.000 (biasa) = 6.000
Info berlaku untuk perjalanan dari Semarang,kampus Pleburan,Sekre Nebula Indonesia

P.s : Next postingan aku certain perjalanan Sekre-Puncak Lawu-Sekre dech…

Indonesia terlalu Indah untuk kita hancurkan kawan…
Advertisements

2 thoughts on “Hal-Hal Menarik Semarang – Lawu – Semarang

  1. waduhh tau gitu gue nitip biodata gue ditempelin sekalian di pos I, biar tambah heboh, kekekeekkkk =DIya, suka travel, tp akhir2 ini dengan berat hati berniat gantung ransel, hikss… (tp gak tau bisa pa nggak, hehe) secara pundi2 uang sudah mulai menipis, yaa gak tau lah… msh sering tergoda utk travel jg kok… =D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s