KAWIN???GA????

Suatu hari setahun yang lalu di lantai 3 sebuah rumah berlantai agar-agar hijau
Tuan Putri *nambahin postingan sebelumnya nama “Putri” ini juga nama yang lumayan populer,salah satunya temen sekamarku Putree dan seorang lagi yang aku panggil Tuan Putri*: kenapa semua orang repot2 mikirin kapan aku mo nikah
Aku : …
Tuan Putri : you tell me Rei,emang nikah itu wajib?emang iya setiap orang harus nikah?
Aku : *berusaha diplomatis* yah…kalo emang udah ada jodohnya…kenapa harus ditunda?
Tuan Putri : tuh kan…kalo emang udah ada calon *penekanan pada kalimat “kalo emang udah ada calon”*. Kenapa semua orang begitu repot memusingkan kapan aku akan menikah. Ok umurku 27…tapi kalo aku belum mo nikah trus…?
Aku : …

Sejak itu aku mulai *kadang-kadang* memikirkan…di umur berapa kira-kira aku akan punya suami. Sampe kemudian aku malas dan mulai melupakan kalo aku pernah memikirkan itu.

Seorang dosen di kelas HAM yang aku ambil pernah bilang “selama ini dalam masyarakat masih berlaku anggapan bahwa perempuan setelah melewati umur 25 itu seperti lombok a.k.a Cabai a.k.a Cabe semakin lama semakin busuk and akhirnya ga bakalan laku”. “emang iya ya?” adalah kalimat pertama yang ada di kepalaku. Humm…pernikahan..perkawinan…memikirkannya saja udah bikin aku bingung..yeah maksudku..jangankan memikirkan umur untuk menikah,aku aja ga yakin apa aku akan menikah…

Kemaren malam di ruang tamu rumahku,
Aku : Mba’,emang nikah itu wajib ya?
Kakakku : ehm…dengan menikah berarti kita sudah memiliki separuh dari agama,itu yang aku tahu
Aku : tapi tidak berarti ketika seseorang tidak menikah trus jadi dosa kan?yah maksudku selama tidak berbuat yang “macam-macam” karena tidak menikah itu?
Kakakku : … *diam* emang kenapa?kamu ga mo nikah?
Aku : belum memutuskan aja *mengalihkan pandangan kembali membaca buku sambil mikir “C’mon Rei…gender loe apa aja loe belum bisa mutusin…nech mo mutusin kawin apa ga?*

Aku Cuma belum bisa membayangkan aja aku menikah…tinggal bersama seseorang untuk bertahun-tahun bahkan kalo menurut janji saat nikah sech…Till death do us part. Tidakkah membosankan bangun pagi dan langsung menatap wajah yang sama?melayani dan berbagi dengan orang yang sama?. Daddy and Ibu barusan ngerayain *ga bener2 ada perayaan sech sebenarnya…..* tahun ke-25 pernikahan mereka. Gila…tidakkah Daddy bosan ato capek dengan sikap Ibu yang kadang kekanakkan?tidakkah Ibu bosan ngehadapin sikap Daddy yang “keras”?Uhm…25 tahun…berarti aku udah 20 tahun tinggal bersama mereka *ga terasa euy…*. Ato mungkin rasanya nikah itu sama seperti rasanya tinggal ma orangtua?20 tahun aku tinggal sama mereka…dan ga pernah ngerasa bosan?mungkin juga kan saat nikah nanti aku ga bosan ma orang yang tinggal ma aku yang aku sebut “suami”?.

Tapi tetap beda dech kaya’nya… Orangtuaku kan orang yang udah aku kenal sejak aku lahir,tapi kalo “suami”…dia berawal dari “orang lain” kan???ga ada jaminan kalo aku nikah trus aku ga akan bosan dan lalu meninggalkan “suami”ku hanya setelah beberapa bulan nikah…?. Ato “suami”ku itu bosan juga dan lalu kami memutuskan untuk pisah??ato seperti Dewi Lestari (cerita si Badut Ancol yang abis interview Dewi Lestari (klik di sini)bikin aku inget)di blognya Dewi Lestari bilang (menanggapi berita perceraiaannya dia dengan marcell) penyebab dia dan marcell bercerai bukan karena orang ketiga ato apa pun,tapi karena cinta mereka seperti juga semua hal di dunia memiliki waktu kadaluarsa dan itu yang terjadi sekarang..cinta dia dan Marcell dah kadaluarsa…

Beberapa waktu lalu aku baca novel “Test Pack” hasil pinjaman dari Mba’ Mira (Mira Erwinda, klik disini) and ada kalimat yang bikin aku mulai merenung lagi

Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang istri untuk pergi jauh melihat baik dan buruknya suami,menerima dia ketika sedang tampan dan menerima juga manakala dia sedang menguap dengan jeleknya saat bangun pagi. Komitmen adalah sumber kekuatan bagi seorang suami ketika mengetahui seorang wanita lain mengajaknya berselingkuh dan ia memilih pulang ke rumah untuk makan malam dengan istri dan berbagi kisah sambil tertawa”.

dan aga’nya aku lalu mengerti kenapa daddy dan Ibu bisa bertahan sampe 25 tahun,KOMITMEN adalah jawaban yang ada di kepalaku sekarang. Komitmen bahwa wanita yang ditatapnya setiap sebelum tidur dan setiap bangun pagi adalah wanita yang sudah Daddy pilih untuk jadi isterinya…untuk jadi ibu yang akan melahirkan anak-anaknya..untuk jadi wanita yang akan menemani for the rest of his life time *ok Rei….penyakit Lebay loe mulai kambuh…* and yah…komitmen lah yang bikin Daddy *dan juga Ibu tentunya* bertahan selama 25 tahun ini dan semoga selamanya…

Tapi yah…Komitmen itulah yang…ehm…aku belum tahu apa aku akan pernah berani untuk berkomitmen ato ga… entahlah…

Advertisements

4 thoughts on “KAWIN???GA????

  1. alo REI 😛 salam kenal sekalian yax.gimana, jadi nikah ga? huehehehehe komitmennya udah ketemu lom?nikah itu ga ada ketentuan umur. ga usah dipikirin tuh umur2an. 17th bisa. 90th juga bisa. artinya ga ada batasan untuk kapan menikah. yang penting hidup kita bener n ga neko2. peace.eheh ikutan bisnis online yuk. bisa ratusan ribu perhari. < HREF="http://www.planetbisnis.com/?id=tamhitam" REL="nofollow">rezeki hari ini<>

  2. menikah itu dari hati, bukan karena resah diomongin orang. sempet sih dulu begitu, lama-lama kebal. bodo amat orang mo ngomong apa.. emang itu orang-orang yang ngomongin gue pada ngasih gue makan apa? hihihihidan saya memutuskan untuk menikah setelah hati ini benar-benar berkata siap..selamat menemukan soulmate nya…

  3. yeah rei, but the problem is, you don’t sleep with your parents, you sleep alone, and that’s what i’m afraid i couldn’t get use to when i’m married.. remeh banget sii emang, tapi masih banyak ketakutan-ketakutan lain yang bikin aku nggak pengen nikah cepet-cepet..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s