Perut,Janji dan AIRMATA

Perut saya sakit pagi ini,sakit sekali sampai2 tubuh saya harus menekuk sepanjang di hari di tempat tidur…demi Tuhan..ini bukan gaya favorit saya. Kembali saya mencoba mengingat2 apa saja yang sudah saya lakukan dan apa saja yang sudah saya masukkan ke dalam perut saya. Ehm…tidak ada yang salah sepertinya…pagi tadi saya dan Putri berhasil bangun lebih pagi dan tidak kehabisan makanan sahur di warung yang tinggal 1 biji itu… menu yang saya makan juga biasa aja… benar2 tidak ada yang salah dengan apa yang saya konsumsi…
Tapi pagi tadi saat mengguyurkan air ke badan…perut saya terasa sakit sekali… sehabis mandi saya coba untuk mengoleskan minyak kayu putih untuk mengurangi sakitnya tapi ga berhasil. 08.30 sakit di perut saya belum juga berkurang,padahal kuliah akan dimulai 08.45 dan saya belum sempat menjilid makalah yang harus dikumpulkan. Jadilah saya menghubungi Niken yang dengan baik hatinya mau menyelesaikan semua urusan saya di kampus…dari jilid makalah,ngumpulin,nyairin duit pengembalian toga kaka saya…dsb.

Karena sakit perut juga saya harus membatalkan beberapa janji… Janji untuk nonton Laskar Pelangi bersama teman2 saya tercinta yang akhirnya tidak jadi nonton dengan alasan karena tidak ada saya,membatalkan janji untuk membawakan “Macarin Anjing”nya Christian Simamora untuk Mba’ Mira dan beberapa janji yang harusnya saya tepati hari ini. Yah…maafkan saya kawan-kawan…

Tapi sore ini saya berhasil ke kampus…setelah dengan ajaibnya sakit perut saya sembuh. Dengan niat membayar janji yang tidak tertepati tadi…saya mengajak teman-teman saya jalan-jalan…jalan kemana aja…nunggu buka puasa itung2 perpisahan karena besok kami sudah akan pisah dan cabut ke daerah masing2. Tapi tetap tidak menemukan Mba’ Mira di kampus…yah…mungkin besok.

Di kampus saya bertemu dengan seorang sahabat yang tetap dengan keukeuh mengajak saya datang ke acara buka puasa bareng teman2 SMA seangkatan 2006. humm….saya sudah memutuskan tidak akan datang…dan sahabat itu bilang akan tetap datang ke rumah saya untuk menjemput dan kalo perlu membawa sahabat2 saya yang lainnya untuk ikut membujuk saya datang ke acara itu. “butuh berapa orang lagi yang nangis supaya kamu mau datang?” tanya sahabat saya itu. Hah…yah…saya memang baru saja bercerita kalo keputusan saya untuk tidak datang sudah membuat seseorang meneteskan airmata

Bek,kamu beneran ga mo datang?
sender:
Beb
+6285xxxxxxxxx

Ga. knp?
delivered to :
Beb
+6285xxxxxxxxx

Ga kangen ma ak?
sender:
Beb
+6285xxxxxxxxx

You know i do
delivered to :
Beb
+6285xxxxxxxxx

2 thn lho kita ga ketemu…
sender:
Beb
+6285xxxxxxxxx

Dan sesi SMS malam itu berlanjut dengan dia bilang betapa dia ingin sekali bertmu saya..betapa setelah kami berpisah dia tidak pernah lagi merasa benar-benar punya sahabat dan saya bilang kalo saya juga kangen dia…betapa saya selalu ada buat dia…akan selalu jadi sahabat dia dan bla bla bla…yang berakhir dengan dia bilang kalo saya bikin dia nangis (lagi)

Tuhan…saya tidak ingin membuat orang menangis,tidak dia atau siapa pun…. Tapi saya benar2 tidak bisa….ralat…tidak mau datang bukan tanpa alasan….

Advertisements

One thought on “Perut,Janji dan AIRMATA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s