Tulisan Dadakan

Halo semua…teman2 yang setia membaca blog saya…

Hohohoho…maap belakangan ini aga’ jarang memposting tulisan di blog. Bukan…bukan karena saya sibuk dengan si Pacar. Saya memang sedang sedikit sibuk..tapi tidak dengan si Pacar…melainkan sibuk dengan pria-pria lain…hohohoho… Saya sibuk menyiapkan materi untuk Diksar Nebula Indonesia (klik di sini),menyusun diktat materi Film Dokumenter yang harus saya isi,mempersiapkan film “Rekonstruksi” pendirian Nebula dalam rangka Ultah ke-20 Nebula Indonesia yang perayaanya akan diadakan bulan depan…Humm…sedikit melelahkan…tapi tetap menyenangkan.

Btw,siang tadi saya baru saja membaca “Filosofi Kopi”nya Dewi Lestari *Itu kan buku dah lama Rei…kemana aja loe…????*hasil pinjaman dari mba’ Melly yang melalui mba’ Mira. Dan di bawah ini yang ingin saya share ada 2 tulisan yang “ngena” bgt buat saya…

“Salju Gurun”

Di hamparan gurun pasir yang seragam,jangan lagi menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu,takakan ada yang tahu jika kau melayang hilang.

Di lingkungan gurun yang serba serupa,untuk apa lagi menjadi kaktus. Sekali pun hijau warnamu,engkau tersebar di mana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lanskap gurun yang maha luas,lebih baik tidak menjadi oase. Sekalipun rasanya kau sendiri,burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini.

Di tengah gurun yang terrebak,jadilah salju yang abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu,angin malam akan mengigil ketika melewatimu,oase akan jengah dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi,atau sekedar bergerak dua inci.

Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berai putih meski sendiri,karena kau…berbeda.

“Spasi”

Seindah apapun huruf terukir,dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukakah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan,tapi ia tak ingin mencekik,jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paruparu yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidaklah dibelah,tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tangaku,tapi jangan terlalu erat,karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

Thanx to Mba’ Melly atas pinjama bukunya (saya harus punya buku ini…!!!!)

Mba’ Mira atas kesediaannya menjadi perantara (situ jangan bosan membaca dan berbalas SMS dengan sini ya Bu…hehehe…)

Advertisements

One thought on “Tulisan Dadakan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s