PECUNDANG dan Sekaleng BINTANG

Saya sakit. Badan saya demam tiba-tiba. Semalam saya pulang dari LIA jam 10,sebentar duduk di kamar,merenung,berusaha mencerna semua yang terjadi 15 jam kebelakang. Jam 11 saya beranjak ke kamar mandi. Tidak biasanya saya tiba-tiba merasa sedingin semalam *ya iya lah rei…loe mandi keramas jam 11 malam..*,bayangan wajah saya yang pucat dengan bibir keunguan pekat di cermin pun sempat mengejutkan saya,padahal setiap senin dan Rabu juga saya mandi jam segitu dan sama sekali tidak merasakan dingin. Masuk kamar,memakai kaos,sweater,jaket,selimut dan badan saya tetap dingin.

Seorang gadis melangkah gontai semalam,hatinya jelas sedang terluka entah karena apa. Bibirnya terkatup berharap menggigit lidah dapat membendung airmata yang terkumpul di belakang matanya.Ego menahan airmatanya untuk turun, “Crying will not change anything happened” kalimat itu berulang kali menggema di kepalanya,kalimat yang sudah sejak kecil ditanamkan di memorinya. “Lalu kalau aku tidak boleh menangis…what should I do?should I have some cigarettes and suck them again???membiarkan luka yang harusnya keluar dalam bentuk butiran cairan bening dari mata berganti menjadi asap yang menguap dari bibir like I used to do?but for God’s sake I don’t want to do so…not anymore… But I don’t know what else to do…!!!” berulang kali kalimat itu dia teriakkan pada dirinya sendiri. Di sebuah mini market langkahnya terhenti,bimbang memilih antara sekotak Djarum Black Cappuchino atau sekaleng Bintang yang meskipun tak beralkohol tapi dia tahu akan bisa membuatnya tertidur malam ini. “jus buah dan sebungkus roti,that’s what you need,kamu belum makan kan?” sebuah suara berbisik dari dalam kepalanya tapi dia segera berkata tidak. Sekaleng Bintang tanpa alkohol dia persembahkan untuk perutnya yang kosong malam itu. Dan entah karena sekaleng Bintang atau demam yang menjalar di tubuhnya..ia akhirnya terlelap dan bermimpi. Dalam mimpi dia menangis.dalam mimpi ia menangis dan kemudian memohon untuk tidak terbangun,karena hanya dalam mimpi dia bisa menangis.

*Sekaleng Bintang untuk perut yang kosong?. Belasan tahun loe ngehancurin paruparu loe dengan nikotin..dan sekarang saluran pencernaan yang mau loe rusak?cara yang jenius untuk mensyukuri hidup yah rei? kalo emang itu yang loe sebut jenius…dewasa dan jalan untuk menjadi D’Better Rei… gue akan lebih baik memilih untuk tidak menjadi jenius,tidak dewasa dan tidak menjadi Better. Rei…one thing for sure…you are a looser.No matter how hard you try to show d’world that you’re a fighter, no matter how often you sing that Ballads of The Cliché’s song that you put on your blog,no matter how hard you try to declare your self as a Better_Rei, but in fact you’re nothing but a looser Rei…loe ga lebih baik dari seorang pecundang… ato loe udah lupa kenapa alamat blog ini ajourneytobebetter.blogspot atau kenapa blog ini loe namain Be Better,loe sudah lupa semua itu?you’d better change nama blog loe dech…ato tutup aja sekalian apa yang loe sebut Café Be better ini,karena loe sendiri pun udah lupa bagaimana untuk menjadi sesuatu yang lebih baik…you’re PATHETIC…*

Dan saya hanya bisa menyanyikan “Untitled” untuk diri saya sendiri…”How could this happen to me,I made my mistakes I’ve got no where to run the night goes on as I’m fading away I’m sick of this life I just wanna scream…How could this happen to me…”

mungkin benar…sudah saatnya saya harus mengganti nama blog ini…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s