Me…Powerless

Tidakkah aneh rasanya melihat cowok yang sahabatmu taksir and ready-to-die-for duduk,makan,jalan,pergi,dan bergandengan tangan dengan cewek lain?lebih parah lagi…kalo cewek lain itu adalah KEKASIH cowok yang sahabatmu cintai-sampai-mati itu. Yups…sahabat saya mencintai cowok yang sudah punya kekasih. Dan benar-benar aneh ketika sore tadi *seperti juga hari-hari lainnya mengingat fakta bahwa cowok yang sahabat saya cintai ini adalah mahasiswa kampus yang bertetanggaan dengan kampus saya (dan sahabat saya)* KEKASIH cowok yang dicintai sahabat saya itu duduk di sebelah meja saya dan teman-teman saya di sebuah tempat makan dan melihat mereka bermesraan setelah sebelumnya mereka menyapa saya *yah…pasangan itu mengenal saya sebagai sahabat dari sahabat mereka yang tidak lain adalah sahabat saya itu (aduh….saya harap kalian mengerti kalimat saya karena saya tidak perduli juga kalau kalian tidak mengerti bahasa saya kali ini)*.

Dalam keadaan normal ketika melihat cowok “incaran” sahabat saya di sebuah tempat makan ato di mana pun saya pasti akan dengan hebohnya mengirim SMS ke sahabat saya dan bilang “eh….aku liat si ini lho… dia lagi makan di sini..” yang pasti akan dijawab dengan “oooohhh…aduh….aku kesana yah….aku kan pengen ketemu dia” dan mulai menyusun rencana supaya kedatangan sahabat saya ke tempat itu bisa terihat sebagai sesuatu yang tidak disengaja. Tapi tidak dalam kasus dengan sahabat saya yang satu ini…karena saya harus menambahkan kalimat “dia lagi sama “monyetnya” lagi suap-suapan ice cream” dan saya harus mengurungkan niat saya karena saya tidak mau menyakiti sahabat saya. Cukup dech buat saya melihat ekspresi ga enak sahabat saya ketika suatu hari si cowok yang dia cintai itu melintas sambil bergandengan tangan mesra dengan “monyet”nya.

Dan ga tahu kenapa pemandangan itu menyakiti saya juga. Bukan hanya ketika melihat sahabat saya itu sedih… tapi bahkan ketika tadi sore sahabat saya tidak ada di situ bersama saya dan bahkan sahabat saya tidak tahu kalo saya bertemu dengan cowok pujaannya…saya tetap merasa sakit. Entahlah….

Ah…saat seperti ini benar-benar membuat saya merasa powerless…saya benci menjadi manusia biasa…

Btw,besok udah senin. Mia di Jakarta…humm….berkurang satu alasan untuk menyukai hari Senin. Yah…setelah weekend yang tidak terlalu menyenangkan…*saya ga jadi maen-maen di hutan (besok saja saya cerita)* sebenarnya saya rasa akan menyenangkan kalo bisa spend a minute or two bareng Orang Aneh 89 itu senin besok.

C’mon Rei….ambil sisi baiknya. Ga jadi ikut materi survival berarti loe ga harus skip responsi Pidana Intenasional dan..dan…dan…loe jadi ga perlu skip les english loe kan???bayangin….men-skip kehadiran loe di LIA berarti loe kehilangan ritual bernarsis-narsis loe (ingat Rei….Mia di Jakarta and hanya ms.mima and temen-temen LIA loe yang bisa jadi partner loe dalam berceng-cengan,narsis-narsisan dan saling menistakan yang mana ritual itu loe butuhin bgt untuk menjaga eksistensi sense of humor loe dan…dan…dan…ingatlah ritual jalan malam loe yang sangat loe sukai) So…put your chin up girl…!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s