KARTINI nggak sampai EROPA

“Perkenalkan,Anti dan Tesa. Cewek-cewek Indonesia yang berusaha menaklukan Eropa. Di antara penjajahan berkedok globalisasi,keduanya berusaha mempertahankan identitas timur; semangat Kartini belum mati! Anti dan Tesa nggak mengenal tabu demi memuaskan keingintahuan. Mereka bicara with no sugar coating tentang cinta dan seks. Cuek,sarkas,sinis sekaligus optimis ketika berhadapan dengan realitas sosial. Mereka bukan orang yang takut untuk bertanya,bahkan Tuhan pun mereka pertanyakan. Mereka juga tidak takut untuk menjawab, bahkan di saat mereka tahu tidak ada jawaban yang benar. Apakah semua pertanyaan memang punya jawaban?

Barisan kalimat yang saya temukan di cover belakang sebuah buku itu berhasil memancing rasa penasaran saya,memaksa saya membeli buku itu dan akhirnya ketagihan….hahahaha…

Lalu,buku apakah yang sedang saya bicarakan ini????

KARTINI NGGAK SAMPAI EROPA itulah judul buku yang sejak saya beli 24 November kemaren sudah belasan kali saya tamatkan ini. Sebuah novel karya Sammaria,seorang penulis muda kelahiran 1983 yang diterbitkan oleh gagas Media.

Isi novel ini cukup simple. Pernah tahu buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang isinya kumpulan surat R.A.Kartini dan sahabatnya?nah….konsep novel ini mirip dengan buku itu. Terdiri dari kumpulan e-mail 2 orang sahabat Anti dan Tesa. Anti,cewek Sunda yang sedang menempuh pendidikan di Perancis dan Tesa,cewek Batak yang baru saja menyelesaikan pendidikannya di Jerman dan harus pulang ke Indonesia. Cinta, sosial, agama, ras, Tuhan, persahabatan, kepribadian, gender, seks dan segala macam hal mereka tuliskan dan diskusikan dalam surat-surat mereka dengan blak-blakan and seperti kalimat yang tertulis di cover belakang novel tersebut “With No Sugar Coating” at all… Ngebaca surat-surat mereka bener-bener bikin saya pengen masuk dan terlibat langsung dalam diskusi dan perdebatan mereka. Belum lagi ngeliat gimana kisah persahabatn mereka, bikin saya berfikir ulang tentang konsep persahabatan yang saya dan sahabat-sahabat saya “anut” selama ini. Bagaimana mereka memaki,mencela,memuji dan mengagumi each other….wow….that’s what I call FRIENDSHIP.

Lebih dari itu tokoh Anti dan Tesa dalam novel ini seperti mewakili seorang SAYA. Pikiran dan kepribadian saya bisa saya temukan tergambar dalam kalimat-kalimat Anti dan Tesa. Liat saja ketika dalam sebuah surat bertanggal 26 Juli 2005 Anti nulis “. . . Gue selalu takut kalo semua yang gue lakuin,bahkan ketika itu terlihat buat kebaikan orang lain,sebenarnya dalam rangka to make myself feel better about myself. . .” ato yang bertanggal 22 September 2005 saat sebuah masalah membuat Anti dan Tesa marahan,memutuskan untuk tidak saling menulis surat lagi yang pastinya tidak bisa mereka penuhi karena mereka tetap saling surat-menyurati meski saling memaki “. . .I guess that’s why I keep so many friends. Di balik semua statement kebahagiaan gue ‘meeting people’, ‘making new friends’, bla bla bla, I am actually so insecure of being lonely. Jadi gue kumpulin aja sebanyak-banyaknya. Jadi kalau ilang satu,gue masih punya banyak cadangan =)” and hell yeah….semua klimat Anti itu nunjukin saya banget…perasaan yang saya rasakan saat saya berkontemplasi…bahwa semua kebaikan mungkin saya lakukan karena dengan membahagiakan orang saya bisa merasa bahagia…jadi tujuan utamanya bukan untuk membahagiakan orang…tapi membahagiakan saya sendiri. Humm…sejak baca novel ini saya jadi ingin bilang “Wah….Anti tuh GUE banget….” Tapi ga bisa karena Tesa juga GUE banget…. Liat aja gimana opini Tesa saat mereka berdiskusi tentang homoseksual

Subject : Begooooo
Date : 3 Jul 2005 21:12:35 +0700
From : “tesa”
To : “anti”

Bego, I was talking simply about trying kissing girls, not trying to be homosexual.
Gue juga sering kok cinta ama cewek, tapi gak berarti gue pengen jadi homoseksual. There’s a reason that they call it homosexual. Because it is sexual. Kalau Cuma cinta ama cewek doang, sih, gak masalah. It’s not the love itself that can be a problem. It’s how u express your love. As long as u don’t express your love to a girl sexually, gak ada yang ngelarang

Sumpah….”teori” itu juga yang saya pikirkan ketika pembicaraan tentang “gay” sedang berlangsung antara saya dan teman2 saya…apa yang membuat kata “gay”, “lesbian” atau orang yang mengaku bahwa dia mencintai sesama jenis menjadi begitu menjijikkan adalah karena orang yang merasa jijik itu PASTI membayangkan tentang AKTIVITAS SEXUAL. Padahal bukankah cinta ga selalu berarti aktivitas sex?

Ato ketika tokoh Tesa memilih menyebut Tuhan dengan “She”. I’ve been thinking juga kenapa orang-orang selalu menyebut Tuhan dengan “He”,padahal setahu saya Tuhan tidak berjender…

Pokoknya membaca novel ini membuat saya berseru “Damn….i always know I’m not the one…there’s someone else out there who’s thinking like the way I am…” di hampir setiap halamannya. So…saya sangat merekomendasikan novel seharga 26 ribu rupiah ini (kalo di Semarang di TB.Toga Mas buku ini didiskon 15 % *Rectoverso yang waktu pertama keluar saya beli di Gramed 75 ribu dah dipasangin diskon 15 % juga lho sekarang di Toga Mas…*) untuk dibaca oleh teman-teman semua…and let me know kalo-kalo kita punya pemikiran yang sama… *ato kita bisa mendiskusikan dengan sudut pandang yang berbeda dari Anti dan Tesa…?*

Btw,di setiap e-mail mereka memakai “Begoooo” sebagai subjeknya *bahkan sempat terfikir untuk menamai buku kumpulan e-mail itu dengan “Re: Bego”* mengingatkan saya sama MIA…kata yang kami pakai untuk saling menyapa adalah “Bodoh…” ato apa pun sebutannya dalam berbagai bahasa tergantung mood saya dan Mia lagi pengen bahasa apa…Jepang,Perancis,Spanyol,Korea,ato Italia…(humm…studiamo perche piacciono le lingue…hehehehe….). Saya and Mia emang suka bgt sama bahasa and sedang mengusahakan untuk bisa menguasai beberapa bahasa lain dengan belajar secara otodidak *melihat waktu yang kami miliki yang cuma 24 jam sehari dan 7 hari seminggu rasanya tidak memungkinkan untuk mengikuti kursus bahasa lagi….*, Mia yang sudah lumayan bisa Perancis dan Spanyol sedang belajar bahasa Korea,sedangkan saya memilih Jepang *chotto dekimasu…scara dah dari kelas 1 SMA saya belajar bahasa “Oshin” ini….* and sekarang lagi belajar Italia *there’s a special reason perche studio l’italiano…*,sebenarnya pernah belajar Perancis juga…tapi karena tidak menemukan partner yang tepat *saya belum kenal Mia dulu…* jadi terhambat dan sekarang lupa…hahahaha…. sedikit mengerti kalo Mia sms pake’ bahasa Perancis,tapi pasti saya tanggapi dengan bahasa yang lain. Jadi jangan heran kalo suatu saat dialog langsung ato sms seperti ini sering terjadi

Mia : aq ngantuk….hwaaa…
Saya : vuoi dormire? Buona notte la mia amico… (gonna sleep?gud nite my fren…)
Mia : *keesokan paginya* Rei-shi,mianhae Rei-shiui SMS ikda jianhayo. Naneun paakhada jianhayo… Traduis pour moi… (Rei…sorry didn’t reply ur SMS last nite…dah tidur)

Nah loe???bingung kan???sama…ogni tanto non capisco…saya juga ga ngrti kadang dia ngomong apa….hahahaha…kalo dah gitu pasti langsung bilang “pardon?” hehehe…ato kalo dia bakalan bilang “Je ne comprends pas l’italie/japonaise

Yah…sudahlah…ho sonno,voglio dormire perche sta sera devo studiare per esame la settimana prossima (saya mengantuk,mo tidur karena tar sore harus belajar buat ujian minggu depan)

Ciao I miei amici….!!!!

Advertisements

2 thoughts on “KARTINI nggak sampai EROPA

  1. Saking sukanya sama novel ini, sampe saya jadiin topik skripsi! RELATEABLE BANGET!!! 😀

    Btw, saya juga suka banget belajar bahasa, boleh bagi tips2 belajar otodidaknya? 🙂

    Nice bumping into ur blog! 😀

    1. Hey Teppy…. Asataganaga Teppyyyyyy…..sorryyyyyyyyyyy ini komen dari 2009 baru kebaca sekarang karena iseng baca postingan ini. Dunno if this will ever come to you because you’ve moved juga blognya, but seriously…sorryyyy….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s