FRIENDS**T

“Everybody needs a bestfriend in this world

We all need one good thing in this cruel cruel world

That we can count on all of or life…”

(Best Friend In The World by David Correy)

Mendengarkan barisan lagu milik David Correy diatas mengingatkan saya untuk menulis tentang sesuatu yang dekat banget dalam kehidupan kita “SAHABAT”.

Saya pernah cerita kalau saya adalah orang yang value such thing called FRIENDSHIP. keyakinan saya terhadap persahabatan adalah yang terbesar setelah keyakinan saya terhadap Tuhan tentunya,dan saya akan ngelakuin apa aja untuk ngeyakinin orang-orang yang ga percaya kalau persahabatan yang sejati,ato apalah namanya itu beneran ada.

Tapi ternyata entah karena karma atau apa…keyakinan saya harus diuji *cuihhh…bahasa loe kok jadi aneh bgt sech Rei…?sinetron bgt loe….*. Beberapa waktu yang lalu saya sempet jadi “kacau” bgt karena urusan sahabat-sahabatan ini. Dikecewakan untuk kesekian kalinya oleh orang-orang yang dulu dengan bangganya saya sebut SAHABAT. Ngerasa sakit banget ya pastilah yah…saya sampai mempertanyakn kembali “bener ga sech Persahabatan itu benar-benar exist di hidupku???ato mungkin selama ini yang ada bukan SAHABAT tapi cuma orang-orang yang berniat untuk saling mengambil manfaat???” dan saya kemudian jadi mempertanyakan kembali apa sech sebenarnya SAHABAT itu???ato mungkin memang itulah tujuan sebuah persahabatan…MENGAMBIL MANFAAT…???

Ato mungkin memang saya yang selama ini terlalu over expected ke mereka?over expected ke orang-orang yang saya anggap pantas untuk saya percayai,dan akhirnya harus ngerasain sakit lagi dan lagi saat ternyata ekspektasi saya salah?.

Sebesar apa sech emang ekspektasi loe ke orang-orang yang loe anggap sahabat itu??? Well…saya cuma minta mereka menghargai saya…menghargai eksistensi saya di kehidupan mereka…setiap saat…dan tidak hanya saat mereka butuh saya atau saya butuh mereka. Seperti saya yang tidak hanya menghubungi mereka saat saya butuh mereka…saya ingin mereka tidak hanya menghubungi saya saat mereka butuh saja. Itu saja. Hanya itu saja,saya tidak minta mereka mengorbankan jiwa raga demi saya kan?saya tidak meminta mereka jangan rebut cowok gebetan saya *in fact saya pernah ngorbanin perasaan saya ke seorang cowok hanya karena sahabat saya juga ternyata suka ma cowok itu*…atau jangan ikuti lomba yang sama dengan yang saya ikuti ato hal-hal lain yang membutuhkan pengorbanan besar.

Ato memang itu terlalu berlebihan?

Ato apa yang sudah dan bersedia saya lakukan buat mereka yang terlalu berlebihan sehingga ketika harapan saya yang “kecil” tidak terpenuhi maka rasa sakit yang saya rasakan pun jadi “berlebihan”?

Saya akui…saya memang orang yang bakalan ngelakuin and ngasih apa saja untuk orang-orang yang saya anggap berharga di hidup saya. Bahkan ada ungkapan yang orang-orang keluarkan untuk menggambarkan pemikiran saya tentang sebuah persahabatan “kalo orang lain diminta mendefinisikan kata SAHABAT mereka akan menjawab “sahabat adalah orang yang selalu ada saat aku butuh dia,bersedia ngelakuin apa saja buat bikin aku tersenyum saat sedih,orang yang tetap ada ketika seluruh dunia berbalik meninggalkanku”. Sedangkan Rei…?Rei mendefinisikan kata SAHABAT dengan “Orang yang demi dia aku akan selalu ada,orang yang untuk bikin dia senyum aku bakalan ngelakuin apa aja,orang yang aku akan selalu ada buat dia bahkan ketika semua orang menjauhinya”. Yah karena memang buat saya PERSAHABATAN bukan tentang apa yang mereka lakukan untuk saya,tapi apa yang saya lakukan untuk mereka. Tapi tidak berarti saya tidak boleh punya ekspektasi kan?hey…after all…saya cuma manusia biasa…

Hum…manusia biasa…yah…seperti juga saya…mereka juga cuma manusia biasa. Dan mungkin memang tidak seharusnya saya menaruh pengharapan kepada sesama manusia

*beberapa hari lalu seorang “adek” di Bandung mengadu kepada saya tentang Sahabat yang mengecewakan dia dan secara spontan saya bilang “De’…sahabatmu cuma manusia biasa…” dan saat itu saya ngerasa sedang menasihati diri sendiri*

Ga teu lah…sampe saat ini saya tetap belum bisa ngejawab dengan lengkap dan jelas semua pertanyaan-pertanyaan saya tentang persahabatan ini. Sempet nyari-nyari juga orang yang bisa disebut sebagai sahabat,tapi akhirnya berhenti ketika seseorang bilang “best friend Rei…someone with no specific criteria coz when you find them,u’ll know…” humm…itu mungkin yang saya lakukan sekarang…berhenti mencari dan ngejalanin aja hubungan saya dengan semua orang yang Tuhan kasih di kehidupan saya.

entahlah….saya capek dengan urusan sahabat-sahabatan ini….

anyway….

Thanx to :

Mba’ Mima…for an hours discussion through SMS about FRIENDSHIP

Mia…mari kita berjuang bersama…!!!!

Advertisements

3 thoughts on “FRIENDS**T

  1. yg pasti, fren sejati adalah yg mao dengerin crita kt skalipun udh ngantux, mao nangis sama kt skalipun ga ngerti masalahnya, n yg mao ngingetin waktu kt lupa ngancingin baju kt. Btol ga, jeung?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s