Sang Angkuh

Beberapa hari yang lalu saat sedang asyik menonton sebuah acara di TV saya dikejutkan *terkejut mode:ON* oleh berita singkat yang tertera di bagian bawah acara tersebut “tim SAR berhasil menemukan 22 pendaki UNDIP yang hilang”. Sebagai salah satu mahasiswa UNDIP yang juga bisa disebut “pendaki” berita ini jelas membuat saya bertanya “siapakah ketua tim SAR yang berhasil menemukan pendaki yang hilang itu???tampan kah dia???adakah dia masih perjaka…ato sudah berkeluarga????” *hiyyaaaa….ga lah…ga penting juga buat saya untuk berkenalan dengan beliau*,saya jadi penasaran aja…pendaki UNDIP yang mana sech yang hilang…anak mapala universitaskah?atau kalo mapala fakultas ya fakultas mana?atau mungkin cuma anak campingers biasa?di gunung mana? Yah..pertanyan kaya’ gitulah…

sampe akhirnya saat saya bertemu mas Bunder di kampus *mas bunder ini adalah pria berjaket kuning yang “berjualan pisang goreng” saat aksi damai hari lingkungan* dan menanyakan perihal pendaki UNDIP tersebut dan berikut dialog saya dengan mas Bunder

saya : mas,itu pendaki UNDIP yang sampe dicari tim SAR itu anak mana sech?

Dia : cah MIPA (anak fak.Matematika dan IPA)

saya : hilang di mana emangnya?

Dia : di itu tho…gunung tertinggi…

saya : *takjub* Semeru?bukannya lagi tutup?

Dia : gunung tertinggi di Semarang

saya : *shock* Ungaran???? *berkata dengan hati-hati setengah berbisik*

Dia : *ketawa* yuuk mariii…

saya : *setengah ketawa* anak campingers yah? (“campingers” adalah istilah yang kami pake’ untuk pendaki yang bukan anggota mapala atau orang yang belum berpengalaman dalam pendakian)

Dia : he’eh. Dadi kuwi ceritane cah rolikur kuwi kan nyasar ning Ungaran,ngerti dhewe kan nek Ungaran saiki jalure akeh sing anyar?nah pas nyasar kuwi ono sing panik trus sms kancane sing ning ngisor. Lah kancane sing ning ngisor kuwi luwih panik tho…trus ngubungi wong SAR (jadi ceritanya 22 orang itu nyasar di Ungaran,tau ndiri kan sekarang banyak jalur (pendakian) baru di Ungaran. Nah pas nyasar itu ada anggota yang panik trus sms temennya yang di bawah *yang ga ikut mendaki* nah temennya itu lebih panik trus ngehubungi tim SAR)

saya : *ketawa*

Dia : lah sing luwih lucu maneh pas wis ditemu’ke tim SAR tho…cah-cah sing ilang kuwi malah jengkel owg…misuh-misuh (yang lebih lucu lagi pas dah ditemukan ma tim SAR tu anak-anak yang “hilang” malah jengkel *owg” adalah ungkapan tambahan dalam bahasa jawa logat semarangan yang tidak mengandung arti apa-apa. Kalo “misuh-misuh” tu apa yah padanan kata dalam bahasa indonesianya…?uhm…semacam “ngedumel” gituuu…hehe..”ngedumel” tu bahasa jawa juga yak. Uhm…apa yaaaa…ehm…ngomel-ngomel,marah,memaki...tapi bukan pada orang tertentu. Yah itulah pokoknya ngertilah maksud saya…*)

saya : yo ho’oh mesti misuh-misuh…lha piye wong ngnti mlebu berita nasional owg…mung nyasar kok nganti digoleki karo tim SAR mbarang…isin tho ya… (ya pasti ngomel-ngomel…mo gimana lagi lha sampe masuk berita nasional,cuma nyasar aja kok sampe dicariin tim SAR segala…malu dunk…)

dia : gununge yo mung Ungaran thok… (gunungnya juga cuma Ungaran)

saya : ho’oh…

dan kami tertawa.

No no no…dont get me wrong…saya sama sekali ga sedang menyepelekan gunung Ungaran. Saya menghormati semua gunung,bahkan Ungaran yang cuma berketinggian 2000 an Mdpl (Meter di atas permukaan laut) dan sudah dianggap sebagai “halaman bermain” bagi anak-anak mapala semarang *bahkan ada yang bilang “Ungaran tu bukan gunung…cuma bukit”*. Bagi saya gunung adalah sosok yang angkuh…tapi dia memang pantas untuk angkuh dan dihormati,karena itu saya ga pernah menganggap keberhasilan saya menginjakkan kaki di puncak sebuah gunung sebagai PENAKLUKAN…bukan penaklukan…hanya sebuah pencapaian” demikian selalu kata saya.

Lalu kenapa saya dan mas Bunder tertawa?kami bukan menertawakan Ungarannya…kami hanya menertawakan kekonyolan teman dari ke 22 orang itu yang terlalu berlebihan. Yah…wajar sech emang kalo khawatir…seperti juga yang sering terjadi pada kasus “hilangnya” pendaki yang pernah beberapa kali terjadi,itu semua terjadi karena kekurangtahuan orang “biasa” tentang pendakian,dikiranya kalo “nyasar di gunung” apalagi disertai dengan “kehabisan logistik” pasti bakalan hilang atau bahkan mati. Padahal setiap manusia kan punya naluri bertahan hidup…jadi kalo baru terlambat turun ke basecamp selama 1 atau 2 hari tanpa kabar sech jangan langsung panik trus pake’ tim SAR segala *kecuali kalo emang yang lagi naek itu mengabarkan ada bahaya dan meminta untuk dikirimi bantuan*. Karena kadang yang diberitakan “hilang” itu aja ternyata ga merasa “hilang” dan masih have fun aja di gunung. Apalagi kalo yang “hilang” itu anggota pecinta alam,karena yakin dech kami tuh naek gunung GA asal-asalan…udah ada “bekal” yang kami pegang. Bagaimana menentukan arah kalo nyasar,bagaimana menentukan jalur pendakian yang aman atau tidak…bagaimana bertahan hidup dengan tumbuh-tumbuhan hutan dsb semua itu dah jadi modal dasar yang kami punyai.

Jadi…kalo besok-besok sehari atau 2 hari dari jadwal-tanggal-seharusnya-saya-dah-nyampe-Semarang dari naek gunung mana pun saya belum juga ngasih kabar dan belum posting blog lagi…jangan buru-buru ngelaporin saya ke BASARNAS (Badan SAR Nasional) yahhhh….karena mungkin saya sedang menambah waktu liburan saya di gunung…ato mungkin saya cuma mengalami lupa sementara bagaimana cara menggunakan internet… heheheheehe……

“sang angkuh”

“sang angkuh” tampak dari lembah

ni gunung Ungaran….

Advertisements

5 thoughts on “Sang Angkuh

  1. mesti cah2 rong puluh kuwi rumongso nista banget, harga diri terinjak2, kala ditermu tim SAR, berasa gak jumawa banget, lha wong rung opo2 kok wis ditemu tim SAR, kekeekkkk… 😀Sori Rei, aku yo jarang mampir, jarang ngeblog akhir2 iki. Eh FB-mu apa tho? mbok aku di-add… :))

  2. @ mba’ nate :ngakaknya jangan lebar2 bos…tar cicak2 dan kecoak2 pada tertarik untuk masuk…hehehe…hidup pendaki…!!!!@ echo : iya…ungaran…teu ga loe cho???@ mba’ Rey : lho lho lho??/wong jowo tho jebule…???udah aku add….

  3. Hehehehe..mau ngomong apa ya saya??heheheh…senyum-senyum ajah dah..lagian kok ya bisa heboh gitu???qiqiqiqiiqiqi…..mereka campingers beneran deh kayaknya..soalnya klo pendaki kan seharusnya mengenal istilah STOP Stop, Thingking, Observe,Planning…padahal ada 22 orang loh ya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s