CINTAku

Seberapa besar perasaan mempengaruhi pandangan seseorang terhadap sesuatu?

Seseorang yang sedang marah mungkin tidak akan bisa menghasilkan keputusan yang baik dalam sebuah rapat. Seseorang yang sedang sedih dan depresi juga mungkin tidak bisa dengan baik mengidentifikasi “bunuh diri” sebagai sebuah tindakan yang tidak terpuji. Seorang pedagang yang sedang bahagia atas kelahiran cucu pertamanya mungkin tidak akan segan memberi diskon besar-besaran pada para pelanggan yang datang ke tokonya.

Begitu juga cinta… cinta sedang mempengaruhi cara pandang saya terhadap sesuatu. Cinta membuat saya bahagia,cinta membuat saya merasa dia yang saya cinta adalah yang terindah. “aku tuh males kalo gandengan sama kamu…keliatan banget kulitku tuh gelap kalo dijejerin ma kulitmu” kata dia, “bagus dunk,kulit yang terbakar matahari tu eksotis lho saiank…” kata saya. “suaraku cempreng ya ayank” kata dia ketika kami sedang iseng melihat hasil rekaman video “kurang kerjaan” yang kami rekam sehari sebelumnya, “iya sech saiank…” kata saya “tapi aku suka kok…”. “ayank…maaf ya aku ga bisa romantis,ga kaya’ kamu yang bisa bikin puisi and lagu” kata dia saat saya memamerkan lagu ciptaan saya ke dia, “ga papa…jadi aku tenang karena kamu ga bisa ngegombalin orang lain” jawab saya.

Ah cinta…sayang…ato entah apalah sebutan untuk rasa tak terdefinisi ini…saya dibuat buta olehnya. Semua yang tentang “dia” adalah indah buat saya… Saya tidak peduli masa lalunya,tidak juga ingin mencemaskan masa depan dia yang entah masih akan ada saya atau tidak. Saya hanya peduli dia ada untuk saya saat ini. Saya hanya menikmati apa yang kami punya saat ini. Karena bukan masa lalu, dan tidak pula masa depan yang kami punya…tapi kebersamaan saat ini yang ingin dan sedang kami nikmati. Saya menyukai dekapannya, menyukai genggam tangannya di tangan saya, jarinya yang bertemu jemari saya untuk membentuk lambang “cinta”, pesan-pesan singkatnyya di HP saya, wangi aroma detergen yang menyeruak dari pakaian-pakaiannya, senyuman di bibirnya, nasihat dalam kata-katanya, kekuatan dalam tiap doanya, lembut kasih di tatap matanya… saya menyukai semua tentang “dia”, sampai-sampai saya tidak tahu harus menjawab apa saat dia bertanya “apa sech yang kamu kangenin dari aku?” ketika saya bilang saya kangen dia. Yang saya tahu saya tidak suka berada jauh dari dia,saya tidak suka semua hal yang tanpa “dia”. “Apa yang saya kangenin dari kamu adalah KAMU”…ingatkan saya untuk memberikan kalimat itu sebagai jawaban kalo kalo dia bertanya lagi…


Dan buat kamu… Saianknya ayank…aku sayang banget sama kamu,aku ga perduli bagaimana kamu dalam pandangan kamu dan orang lain…kamu tetap yang terindah buat aku,dan walaupun mungkin kamu bukan lagi yang terindah…kamu tetap yang aku cinta. Aku menikmati dengan sangat setiap detik kebersamaan kita, dan jka suatu saat nanti kebersamaan kita terbatasi oleh waktu…bolehkan aku tetap menyayangimu…

Advertisements

3 thoughts on “CINTAku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s