Ini Nyata, bukan sinetron #eh

Jumat lagi, seminggu yang lalu saya mulai ngeblog lagi, insyaAllah bisa menjadikan ini kegiatan rutin at least seminggu sekali lah..hehehe. Kalo lagi di rumah pas lagi ada ide buat nulis ternyata yang tersedia cuma koneksi internet lewat HP dan jadi malas ngepost blog lewat HP,paling cuma twitter sama googling berita-berita… pas udah di depan laptop ato komputer dengan internet malah terdistract sama pikiran untuk download ini dan itu buka web itu dan ini…jadi batal lagi ngeblognya…hehehehe…susahhhh… Tapi insyaAllah dech harus diniatin.. ^_^

Anyway…saya mo cerita…

Beberapa hari yang lalu seorang ibu tua datang ke rumah saya, pagi-pagi sekitar jam 7an… ibu itu datang dengan kaki yang bengkak sambil menangis. Jadi dari perbincangan ibu yang tidak dikenal tersebut dengan ibu saya di teras *ceritanya saya nguping dari dalam rumah* si ibu tersebut barusan kabur dari rumah anak dan menantunya. Kalian-kalian yang sudah terlanjur mikir bahwa si ibu kabur dari rumah karena menolak untuk dijodohkan dengan Datuk Maringgi harap segera hilangkan fikiran itu karena ini sama sekali bukan kisah Siti Nurbaya, karena si Ibu kabur dengan alasan tidak tahan lagi dengan sikap anak dan menantunya yang memperlakukan si ibu dengan sangat tidak layak.

Jadi ceritanya si ibu tersebut adalah janda dengan 1 anak perempuan dan 1 anak laki-laki. anak perempuan si ibu sudah menikah dan tinggal bersama mertuanya, sedangkan si anak laki-laki juga sudah menikah dan tinggal bersama istrinya. si Ibu ini sebenarnya juga tinggal di rumahnya sendiri, masalah mulai datang ketika si anak laki-laki yang bekerja di bengkel ini menginginkan si ibu menjual tanah beserta rumah yang sekarang ditinggali ibu tersebut dan uangnya akan digunakan untuk membuka usaha oleh si anak laki-laki tersebut, sebagai gantinya si ibu diminta tinggal bersama anak laki-laki dan menantunya. Dan begitulah…sudah 2 bulan ini si ibu tinggal bersama anak laki-lakinya sambil menunggu “barang dagangan” tersebut laku. Nah…ternyata tidak seperti yang diharapkan…si anak laki-laki dan istrinya justru memperlakukan si ibu dengan tidak layak, mulai dari dibentak-bentak dsb… Pokoknya akhirnya si ibu tidak betah dan berniat untuk kembali ke rumahnya sendiri, tapi ternyata tidak mendapatkan izin dari si anak laki-laki dan dan dan terpaksalah si ibu kabur…tanpa membawa sepeser uang pun.

Yah begitulah akhirnya si Ibu sampai di rumah saya…sambil bercerita tak henti-hentinya si ibu menangis. Tadinya ayah saya berniat mengantarkan si ibu sampai ke rumahnya, tapi si ibu menolak…jadilah ibu saya hanya bisa memberikan sejumlah uang dan beras dan terpaksa merelakan si ibu tua itu pulang sendirian.

Naudzubillah min dzalik…semoga yang demikian tersebut tidak terjadi pada saya dan keluarga saya. Saya bener2 ga bisa membayangkan bagaimana hal seperti itu bisa terjadi di dunia nyata, tapi yah…hal seperti itu memang nyata…humm… Naudzubillah min dzalik

ps: kaki bengkak si ibu adalah karena penyakit asam urat yang dideritanya. Entah bagaimana kabar si ibu tua tersebut, tapi semoga Allah menjaganya… Amin

Advertisements

One thought on “Ini Nyata, bukan sinetron #eh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s