Keluh

Harinya cerah. Hatiku tidak. Entahlah…tetiba ingin mengeluh saja rasanya. PMS mungkin. Atau karena (masih) patah hati (alasan yang sebenarnya sudah usang dan membuat saya jengah menggunakannya sebagai alasan untuk suasana hati yang tidak enak tapi masih saya pakai karena memang masih terasa sakitnya and no I’m not gonna lie about it). Atau karena seharusnya saat ini saya sedang berada di rumah bersama dengan keluarga saya dan bukan “terjebak” di pedalaman Kalimantan ini. Atau karena partner in crime saya sedang cuti dan sudah memasuki suasana liburan dan kantor menjadi sepi dan tidak menyenangkan. Atau karena saya sedang lapar. Entahlah… Ingin mengeluh saja rasanya.

Oh ya… Saya baru saja secara kalap menghabiskan lebih dari setengah juta untuk belanja buku. Rekor sih.. Biasanya saya membatasi diri di angka 200 ribu per sekali belanja buku per bulan. Entah ada apa dengan kali ini. Sedikit usaha untuk mengobati kekecewaan hati mungkin.

Well, sebenarnya karena belanja online kali yah…dan alamat pengirimnya adalah di pedalaman Kalimantan yang mana mengakibatkan ongkos pengirimannya saja hampir menyamai total keseluruhan harga buku-buku yang dibeli. Phew….

“hidup di pedalaman”, momok banget deh kalimat ini. Love-Hate relationship banget saya sama kalimat ini. Love karena pemandangannya, suasananya, udaranya, ketenangannya dan masih banyak hal lain yang membuat saya masih bisa bersyukur “hidup di pedalaman” (diceritakan di postingan terpisaha saja kalau moodnya sudah membaik). Tapiii…ada moment seperti ini yang bikin saya ga betah dan pengen cepat-cepat meninggalkan kota ini. Bayangkan saja kalau untuk menemukan toko buku yang “layak” saya harus menempuh perjalanan darat sekitar 5 jam. Pun mall (walaupun saya bukan penggemar mall sih sebenarnya…). Pun gerai pizza. Pun bioskop. Pun bandara.

Kalau lagi kaya’ gini mau ga mau pasti kepikiran “coba kalau tugas di kota yang ada bandaranya, yang cuma perlu sekali perjalanan untuk pulang ke rumah. Pasti menyenangkan bisa pulang paling tidak satu bulan sekali“.

Ah…Tuhan, saya sedang ingin pulang. Saya sedang ingin mengeluh. Maaf…

Advertisements

2 thoughts on “Keluh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s