Jarak

Pagi ini bangun langsung tiba-tiba terpikir membeli tiket pesawat untuk tanggal 2 April. Sampai di sana akan langsung menuju mall, membeli tiket XXI dan mengajak kamu nonton. Aku bahkan sudah membayangan detilnya :

Bekalku cukup backpack berisi beberapa helai baju untuk 2 hari. Berangkat dini hari dari Sambas, tiba saat subuh di Pontianak, cukup untuk mengejar pesawat terpagi yang terbang ke kotamu. Tidak, tentu saja aku tidak akan mengabarimu dan memintamu (atau supirmu) menjemputku seperti biasa, ini harusnya jadi kejutan. Sampai di kotamu aku akan memesan taksi dan langsung menuju ke salah satu bioskop di Mall terdekat dengan kantormu, membeli 2 tiket film dengan jam tayang setelah jam kantormu usai, mungkin aku juga akan membeli 1 tiket untuk aku tonton sambil menunggu kedatanganmu (hey, backpack berisi masih menempel di punggungku, kau ingat? atau mungkin aku akan kelelahan setelah menempuh perjalanan sejak dini hari dari Sambas dan bisa sejenak terlelap di dalam bioskop, entahlah..). Setelah semua siap aku akan meneleponmu

Aku : Hey, Be…

Kamu : Hey. Ada apa, Po?

Aku : Di kantor?

Kamu : Iya donk…

Aku : Sibuk banget?

Kamu : Lumayanlah hari ini…

Aku : Pulang jam 5 nanti? Nonton yuk…

Kamu : Kamu di Pontianak? Mau virtual date*?

Aku : Nope, tonight we’ll have a real date

Kamu : Hah?

Aku : I’ll send you a pic

Kamu : Okay…

Aku : *kirim foto 2 tiket nonton dengan caption “can you make it?”*

Kamu : Po, kamu di Surabaya? (Aku bahkan bisa membayangkan suara terkejutmu saat melihat nama salah satu Mall di kotamu tertera di tiket yang aku kirimkan fotonya padamu)

Aku : I’ll see you tonight?

Kamu : Sure, I’ll be there

Dan kamu akan datang. Dan kita akan bertemu di waktu dan lokasi yang sudah (atau akan) kita tentukan. And we’d have a wonderfull night. A date. A real date. Dan hubungan kita akan terasa nyata.

Terasa masih ada.

***

Nyatanya,

Biaya untuk itu semua tidak sedikit hahahahaha…. (Aku yakin kau juga akan tertawa saat membaca ini, seperti kita selalu tertawa saat membicarakan kondisi keuangan kita). Bukan, bukannya aku tidak mampu membiayai rencana itu, tapi kita tahu ada kepentingan lebih mendesak dan lebih penting dan lebih bermanfaat yang bisa dibiayai oleh uang sebesar itu (dan kita sama-sama tahu bertemu pun hanya akan memperbaiki hubungan kita sementara waktu)

Dan mendadak kata-katamu semalam terngiang lagi di telingaku, “Aku capek mencintai kamu, karena ujungnya apa? Aku capek kangen sama kamu, karena endingnya gimana? I am here, you are there…

I am here, you are there…

And we’ll never be together…

Never…

Together.

Dan mereka masih memintaku percaya “jarak hanyalah nama pohon”?

***

*) virtual date : istilah yang biasa kita pakai, menonton film yang sama di waktu yang sama di tempat yang berbeda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s