Dear Ma,

Dear Ma,
Hey Ma, 14 Maret lagi nih. Hampir lupa sih sebenarnya ada apa hari ini. Bangun pagi ngeliat HP dan semacam ingat ada sesuatu di tanggal 14 Maret tapi entah apa, dan untung ada aplikasi Timehop di HP yang mengingatkan semua aktivitas kita di tanggal yang sama di tahun-tahun sebelumnya, jadi diingatkan deh di tanggal ini bulan ini berpuluh-puluh tahun lalu perempuan yang melahirkan aku (dan mba’ Septi dan Meli dan Dedek) dilahirkan ke dunia. Untung bangetlah ada aplikasi ini. Aplikasi ini keren deh Ma, bisa membalikkan kenangan-kenangan manis bertahun-tahun yang lalu. Kenangan-kenangan tidak manis juga sih…hahahaha… Kalo Mama punya aplikasi ini di HP pasti bakalan diingatkan sama banyak hal. Ah, Rina lupa Mama kan ga jago teknologi hehehehe… Jangankan aplikasi macam-macam, Mama aja menolak untuk punya HP. “Di rumah kan ada Bapak, ada Mba’ Septi, ada Dedek, kalau ada perlu Ibu bisa pake’ HP mereka aja” begitu selalu kata Mama. Ada bagusnya juga sih, jadi kalo ada SMS penipuan masuk ke HP Rina “Mama minta menantu dan cucu isiin pulsa” Rina ga perlu percaya hahahahaha….

Jujur Ma, kadang Rina pengen juga sih Mama punya HP, iri sama teman-teman lain yang rajin SMS an dan telponan sama Mama mereka. Berkabar apa pun yang terjadi di hari masing-masing. Bunga-bunga di taman yang mulai mekar, pohon-pohon di kebun yang sudah berbuah, hujan yang sering turun, adik yang nakal, si tetangga ini yang begini, si saudara itu yang begitu, bahkan sampai harga cabai dan bawang yang naik di Pasar dan makanan yang dimakan hari ini pun mereka bicarakan. Tapi sudahlah, Rina tahu kita bukan keluarga seperti itu, jangankan berbicara setiap hari di telepon…dengar suara Rina aja Mama akan nangis dan kalo dengar Mama nangis Rina akan ikut nangis, dan dengar Rina nangis Mama akan semakin nangis dan mbulet begitu rak uwis-uwis hahahaha… Jadi yah seperti ini saja, cukup mendengar kabar Mama lewat mba’ Septi, Meli, atau Bapak. Cukup saling menjaga dari jauh dengan cara masing-masing. Cukup saling mendoakan. Cukup mempercayakan penjagaan atas Mama (dan semuanya) kepada Tuhan. Cukup tahu keadaan keluarga di rumah baik-baik saja (walau pun ini ga valid karena seringnya keadaan sedang tidak baik-baik saja pun mereka akan bilang “baik-baik saja” karena tidak mau membuat Rina jadi kepikiran).

Mama apa kabar? Sehat? Tangan kanannya yang kata Mama sering “mati rasa” sudah membaik kah? Istirahat yang cukup yah Ma.. Sekarang kan udah ada yang bantuin beres-beres juga di rumah, jadi Mama ga perlu marah-marah lagi karena rumah berantakan. Eh tapi terakhir kali Rina pulang sih rumah masih sering berantakan sih, rapinya pas pagi doank, begitu lantai kering sehabis dipel…langsung deh barang-barang berserakan lagi gara-gara cucu Mama si bayi yang sudah bisa jalan itu ngeberantakin barang-barang lagi ke lantai, selalu pengen tahu ini dan itu, ngacak-ngacak rak buku kemudian sibuk membolak-balikan halaman macam orang yang sedang asyik membaca sambil komat kamit “babayapayapayapayapa” hahahaha… Tapi Mama ga pernah marah lagi sih kalau rumah berantakan, mana juga bisa marah sama bayi yah Ma? Hahahaha… Seingat Rina, sejak ada si bayi juga Mama jadi jarang sakit. Mungkin karena Mama jadi ada “hiburan” bayi pintar di rumah. Apa pun, Rina senang kondisi kesehatan Mama nampaknya membaik sejak kelahiran si bayi.

Ah si bayi… Sedang apa dia sekarang? Sudah bisa apa lagi dia sekarang? Terakhir kali Rina pulang Rina ngajarin dia menirukan ekspresi orang kedinginan dengan mengepalkan kedua tangan di depan dada dan sedikit menggetar-getarkan badan, dan seperti biasanya tidak butuh waktu lama dia udah bisa donk niruinnya dan bereaksi ketika dapat pertanyaan “kalo kedinginan gimana?” hahahahaha… menggemaskan sekali si bayi itu. Mama ingat kan waktu Rina dan Mama nemenin si bayi yang asyik membolak-balik halaman buku tentang Ayam, dia tiba-tiba membuka mulut lebar-lebar sambil menunjuk gambar Ayam yang bersebelahan dengan gambar sekeranjang telur dan sejak itu kalau ditanya “Ayam bertelur, gimana?” si bayi akan langsung membuka mulutnya lebar-lebar hahahaha… Masih terlalu dini untuk menjelaskan gambar Ayam yang dia tirukan adalah Ayam jantan dan Ayam jantan tidak bisa bertelur hahahaha…

collage_20150222070607730_20150222070620160

Oh iya Ma, Rina jadi ingat untuk meminta maaf ke Mama. Maaf karena terakhir kali Rina pulang Rina cuma bisa menghabiskan waktu seminggu di rumah setelah menghabiskan beberapa hari di Surabaya, ada urusan yang harus Rina selesaikan di sana. Semoga kepulangan Rina selanjutnya bisa lebih lama, 2 minggu mungkin atau lebih. Sekarang Rina sudah tidak di Kepaniteraan Pidana lagi, sudah pindah ke Kepaniteraan Perdata, kerjaan di Perdata tidak sebanyak di Pidana jadi sepertinya kalau ditinggal 2 minggu pun kerjaan tidak akan terlalu menumpuk, apalagi sekarang Rina sudah jarang ikut sidang dan membuat Berita Acara Sidang. Paling-paling tugas sebagai Bendahara Penerimaan saja nantinya yang akan menumpuk, uang negara dipending dulu penyetorannya hahahaaha…

Ma, sudah dulu yah suratnya. Banyak yang ingin Rina ceritakan, tapi mungkin nanti saat kita bertemu. Ini hari Sabtu, hari mencuci dan beres-beres kos, Mama pasti teriak-teriak kalau liat kamar kos Rina berantakannya macam apa sekarang hahahaha…

Mama, jaga diri baik-baik yah. Maaf Rina tidak bisa setiap hari dan setiap kali Mama perlu bisa ada di samping Mama. Dengan semua keterbatasan yang Rina punya, Rina Cuma bisa menitipkan penjagaan atas Mama (dan semua yang Rina sayang) pada Tuhan. Rina percaya Tuhan akan menjaga kita semua.

Happy birthday, Ma. Rina tidak pernah berhenti berterimakasih sama Tuhan atas kelahiran dan keberadaan Mama di dunia. Tidak pernah berhenti berterimakasih karena Tuhan membolehkan Rina dilahirkan dan dibesarkan oleh seorang perempuan hebat seperti Mama. Semoga Tuhan senantiasa memberkati usia Mama, menganugerahi Mama kesehatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Semoga Tuhan senantiasa menguatkan Mama dalam menghadapi dan merawat keluarga serta anak-anak yang seringnya bandel ini. Amin.

Salam sayang untuk Papa dan semua keluarga di sana.

Love,

your second daughter

***

mtf_LqdjL_1042.jpg[1]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s