How I Met Everyone

How did you meet everyone in your life? Masih ingat? Sometimes I can’t help wondering, bagaimana orang-orang mengingat pertemuan pertama mereka dengan saya hahahaha…. Dan tiba-tiba saya ingin menceritakan sedikit bagaimana pertemuan saya dengan beberapa orang yang ada dalam ingatan saya.

Nana. Teman sekelas sejak kelas 1 SMA. SMA Negeri 1 Kendal. Kelas 1A., kelas unggulan katanya. 12 tahun yang lalu, saya sudah tidak ingat bagaimana detil pertemuan pertama kami, obrolan pertama kami. Yah…bisa dibilang saya tidak terlalu ingat sih bagaimana awal perkenalan saya dengan teman-teman SMA (bukan hanya Nana), mungkin karena pertemuan kami tidak “spesial”, tidak ada jabat tangan sambil menyebutkan nama satu sama lain. Perkenalan kami hanya berupa formalitas maju satu per satu ke depan kelas dan memperkenalkan diri. Nana was “one of that kid”, begitu sebutan saya saat itu. Anak-anak lulusan salah satu SMP Negeri favorit yang hampir semua lulusannya meneruskan ke SMA itu. Bagi mereka perkenalan itu lebih tidak berkesan lagi mungkin karena mereka sudah saling mengenal sejak 3 tahun sebelumnya. Saya hanya bisa mengingat waktu itu Nana duduk sebangku dengan Efrika kalau tidak salah (later on Efrika juga jadi sahabat saya, bersama dengan 3 orang lainnya saya, Nana, dan Efrika membentuk sebuah peer group heheheheh). Oh, saya ingat…saat pelajaran Bahasa Inggris dan kami diminta maju satu per satu untuk memperkenalkan diri lagi (dalam Bahasa Inggris tentunya), Nana adalah salah satu dari sedikit anak yang bikin saya mikir “her english is good” hahahahaha…

Mia. Pertama kali dengar nama Mia justru lama sebelum bertemu orangnya. Ga sih…dia ga seterkenal itu kok waktu itu, hanya kebetulan seorang teman di kelas les bahasa Inggris yang saya ikuti di Semarang saat SMA (Ira namanya) pernah bilang “Rei, kamu harus ketemu dengan teman sekolahku namanya Mia, dia jago banget bahasa Inggrisnya dan kalian pasti cocok” dan saya cuma senyum aja saat itu. Bertahun-tahun kemudian Tuhan mempertemukan kami (ini yang namanya jodoh, kalo Tuhan sudah bilang “ketemu” yah pasti ketemu). Beberapa jam setelah upacara penerimaan kami sebagai Mahasiswa, saat itu saya sedang melihat papan pengumuman pembagian kelompok saat saya bertemu Ira dan seorang temannya yang ternyata juga akan jadi teman sekampus saya. Di situlah Ira memperkenalkan saya dengan temannya yang dia ceritakan zaman SMA dulu, teman yang menurut Ira “kalian harus ketemu dan pasti cocok”. Mia mengulurkan tangan sambil menyebutkan namanya. Tiba giliran saya harus menyebutkan nama, saya bingung “ehmm…siapa yah namaku? Rei? Merina? Ehmmm..terserah panggil apa aja” ya ya ya saya udah keliatan anehnya emang sejak awal ketemu Mia hahaha. Prediksi Ira benar, saya dan Mia cocok dan sering cekcok. Dan…honestly…saya sempat lupa dengan perkenalan ini. Ada jeda beberapa tahun saat saya ingat dan mengkonfirmasi ke Mia, “Mi, kamu bukan yah yang waktu itu dikenalin sama Ira ke aku waktu awal banget kuliah?” dan langsung dapat tatapan “Selama ini kamu lupa???” dari Mia hahahaha…

Ath dan Zer. Perkenalan dengan Mia membawa saya berkenalan dengan banyak orang-orang aneh berkesan lainnya. Mia sering bercerita tentang teman-teman gila nya. Salah satu yang paling sering dia sebut adalah Ath dan Zer. Mia dan Ath sudah berteman sejak bayi (kalau tidak salah). Zer bergabung dengan mereka sejak SMA. Pada suatu hari yang naas Mia datang menjemput saya di kampus, di dalam mobil ternyata sudah ada Ath. Ath mengenakan kaos hitam bergambar wayang dengan sedikit motif batik saat itu. Kami sempat berkomentar betapa berjodohnya kami karena saat itu saya juga sedang mengenakan kaos hitam dengan tulisan JOGJA bermotif batik. Dari kampus kami menjemput Zer di rumahnya dan pergi ke sebuah cafe di Tembalang, iCost namanya. Awalnya sempat khawatir suasana akan canggung saat Mia yang jadi “penghubung” perkenalan kami rupanya harus pergi menjemput adiknya, meninggalkan saya bersama dua “orang asing” yang baru saya temui, tapi ternyata semua baik-baik saja, saya cuma ketawa-ketawa menyaksikan “pertengkaran” Ath dan Zer sambil sesekali ikut menimpali. Mereka orang-orang aneh yang tau bagaimana membuat orang aneh seperti saya tidak merasa aneh dan canggung berkumpul dengan orang-orang baru.

Mba’ Ririn. She was a senior, panitia ospek mahasiswa baru yang kebetulan dapat tugas jadi pendamping regu saya. Perawakan mba’ Ririn ini kecil dan imut wajahnya. Kecil sekali sampai-sampai kalau dia dipakaikan seragam SD dan disuruh duduk di ruang kelas pasti tidak ada yang menyadari bahwa umurnya sudah jauh di atas batas umur wajar anak SD. Serius. Saya sempat terkejut saat tiba saatnya presentasi dari masing-masing organisasi kampus dan mba’ Ririn ini mewakili Organisasi Mapala (Nebula Indonesia), bahkan lebih terkejut saat dia “memamerkan” foto-foto pendakiannya. “anak sekecil ini bisa sampai puncak Gunung Agung???” begitu batin saya. Mba’ Ririn ini yang jadi awal ketertarikan saya untuk mengenal Nebula Indonesia. And we got along so well selama bertahun-tahun di kampus.

Mas Pras. Kaos oranye, celana pendek, rambut gondrong, sedang tidur-tiduran sambil menggoda cewek-cewek yang melintas di boulevard kampus, sangat menyeramkan. Itu yang saya ingat dari pertemuan pertama saya dengan mas ini. Setelahnya melalui mba’ Ririn saya tau mas ini adalah mas Pras, Ketua Nebula Indonesia saat itu. “Pras”, katanya sambil mengulurkan tangan. “Anak Kendal ya? Aku juga lho…”, lanjutnya. Dan ternyata dia tidak semenyeramkan penampakannya hahahaaha…

Mba’ Anti. Dari mas Pras saya mengenal mba’ Anti. Saya sedang duduk-duduk di Sekre, sedang ngobrol berdua sama mas Pras waktu mba’ Anti masuk dan duduk di sebelah mas Pras. “Rei, kenalan nih sama seniormu. Hati-hati galak lho…”, kata mas Pras. Tangan saya terulur dan dengan yakin memperkenalkan diri sebagai Rei, calon anggota Nebula (padahal Pendidikan Dasar pun belum dimulai hahaha…) kepada sosok perempuan keren di hadapan saya yang mengenakan jeans, kaos abu-abu, dan blazer hitam (kalau tidak salah ingat) saat itu. sebelumnya pernah beberapa kali saya lihat mba’ ini lewat di boulevard kampus, dan saya cuma bisa bengong mikir “keren banget si mba’ ini, auranya sexy”. Dari mas Pras juga saya tahu ternyata mba’ Anti penyiar di radio Gajah Mada Semarang. “Satya Red”, jawab mba’ Anti saat saya memberanikan diri (mengingat pesan mas Pras untuk berhati-hati karena si mba’ ini galak) menanyakan siapa nama siarannya. Anddeg!my heart skipped a beat, the famous Satya Red sedang berada di hadapan saya. FYI, saya punya seorang Om yang bisa dibilang tidak pernah kelewatan mendengarkan satu segmen acara di radio yang memutar lagu-lagu slowrock, dan coba tebak…penyiar acara (yang juga jadi acara radio favorit saya) tersebut adalah…yes, Satya Red. And later mba’ Anti ini jadi salah satu orang “penting” dalam hidup saya. Satu-satunya anggota keluarga Nebula Indonesia yang tahu tentang rahasia terbesar hidup saya hahahahaha….

Kak Ririn (Iya, di hidup saya ada mba’ Ririn senior di kampus dan Nebula, ada kak Ririn senior di kantor, ada juga miss Ririn teacher di LIA). Sampai sekarang saya belum berhasil mengingat apa yang dikenakan kak Ririn waktu pertama kali kami ketemu. Saya cuma bisa mengingat masker pink dan sarung tangan buluk yang dia kenakan saat bepergian mengendarai Revo putih bernomor Polisi KB 2121 N miliknya hahahaaha… Tapi saya ingat, dia sedang duduk di depan komputer saat saya masuk ke ruangannya. “Ririn” katanya saat tangan kami sudah berjabat. Alih-alih menyebutkan nama, saya justru bilang “Akhirnya bisa juga ketemu yang namanya Ririn ini…” dan nyerocos panjang lebar bercerita bagaimana sebelumnya saya sudah mencoba mencari calon-calon rekan kerja saya melalui Facebook dan berhasil menemukan kak Ririn ini tapi gagal saat ingin menambahkan pertemanan. And yes, kak Ririn cuma senyam-senyum, mungkin dalam kepalanya “Haduh, apes nih PN Sambas dapat pegawai baru aneh begini” hahahahaha…

Sisilia. Perkenalan saya dengan Sisilia diawali di tanggal 23 September 2014 (Iya, tau tanggal pastinya karena SMS nya masih ada hahahaha), mengakrabkan diri dan baru ngobrol-ngobrol lewat text dan telepon, sekitar sebulan kemudian baru kami bertemu untuk pertama kali. 20 Oktober 2014, “Rei, itu lho Bu Sisil udah datang. Kok ga ditemuin? Cantik…” sebuah pesan singkat dari kak Ririn masuk ke smartphone saya. “Hahaha…biar dia penasaran sama aku, Kak” balas saya iseng. Saya sedang tidak berada di kantor saat itu. Tidak lama kemudian pesan singkat lainnya masuk “Issshhh… Eh dia tadi langsung bilang ke aku ‘ini pasti mbak Ririn’ trus cipika cipiki. Cantik Rei, jangan jatuh cinta ya hahahaha…”, dan saya balas menggoda kak Ririn dengan menyebut Sisilia dan kak Ririn adalah Soulmate Mahabharata (mereka sama-sama penggemar serial Mahabharata). Sekitar 30 menit kemudian saya tiba di kantor dan menuju ruang Perdata. And there she was, baju dan rok putih hitam dengan motif polkadot kecil (ini gara-gara seniornya pengen ngerjain dia dan berpesan dia harus datang dengan pakaian putih hitam hahahaha) lengkap dengan sepatu berhak 7 cm (atau lebih entahlah haahahahaha…). Kami berjabat tangan, saling menyebutkan nama masing-masing, did the thing I hate cipika cipiki, dan ngobrol bla bla bla. Later that day I sent a text ke kak Ririn “Aku dicipika cipiki juga dan bedaknya nempel di pipikuuu hufhh hufhhttt….”, dan kak Ririn yang sudah tau betapa saya tidak menyukai cipika cipiki (karena berbagai alasan yang mungkin tidak bisa dipahami orang lain hahahahaha) hanya ketawa dan memberi balasan SMS “Lebeyyy ih”.

And, that’s how I met some people in my life. Tidak semua bisa dituliskan tentu saja. Tidak berarti yang tidak saya tuliskan tidak berkesan tentu saja. Ada beberapa kenangan yang terlalu berkesan dan tidak ingin saya bagi dengan siapa pun hahaha…

So, How about you? Do you still remember how you met me?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s