Sahabat vs Kekasih

“Kalau suatu saat kamu harus memilih antara kekasih atau sahabat (dalam hal ini “saya”), pilih kekasihmu…“, once (or couple times) saya bilang begitu ke sahabat-sahabat dan teman-teman saya. Pesan yang tidak biasa mungkin…tapi yah…itu yang saya yakini.

Ini alasannya…

Sedekat apa pun seseorang dengan sahabatnya, seberapa banyak pun up(s) and down(s) yang sudah dilalui bersama… Sedekat apa pun saya dengan sahabat saya dan seberapa banyak pun tawa dan air mata *ciyeee…* yang sudah (dan akan) kami bagi bersama…tidak akan menggantikan kehadiran seorang kekasih. Ada hal-hal yang hanya bisa dilakukan bersama kekasih, mari akui itu.

Sesayang-sayangnya saya dengan sahabat saya…sayang saya tidak akan bisa menggantikan kasih sayang seorang kekasih untuk sahabat saya. Sahabat itu tidak bisa dimiliki oleh hanya satu orang. Tidak ada peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis yang menyatakan seorang A yang bersahabat dengan seorang B maka tidak boleh menjadi sahabat seorang C, atau D, dan seterusnya. Sahabat saya tidak akan punya hak marah atau ngambek sama saya ketika dia tiba-tiba datang dan tidak mendapati saya karena saya sedang bersama kekasih orang lain, misalnya. Sedangkan seorang “kekasih” bisa dimiliki sendiri. Seorang sahabat…sedekat apa pun dengan saya…suatu saat saya akan punya bagian kehidupan sendiri yang tidak melibatkan sahabat saya itu di dalamnya, sahabat saya pun akan punya kehidupan sendiri, dan prioritas pun akan berubah…itu adalah hukum alam yang tidak mungkin dihindari. Karenanya saya bisa cukup mengerti ketika seorang sahabat atau teman menjadi “berubah” ketika memiliki kekasih…itu karena prioritas hidupnya berubah, ada masa depan yang harus dia kejar…mungkin tanpa saya di dalamnya. Saya, hanya perlu tahu dia baik-baik saja, saya hanya perlu dia tahu ketika dia tidak baik-baik saja, ada saya yang selalu bisa dia datangi.

Ah tapi kan kalo kenapa-kenapa sama kekasih yah ujung-ujungnya yang bisa kita andalkan yah sahabat“, Iya…benar. Here’s the tricky part, sekali kamu sudah menasbihkan diri sebagai sahabat…kamu terikat dengan kewajiban-kewajibannya, dan “bersedia menerima kedatangannya dalam kondisi apa pun” adalah salah satunya. Patah hatinya, marahnya, kecewanya, penyesalannya, kesalahannya…terima dia dengan apa pun yang dia bawa. Seorang sahabat tidak akan sempat berpikir “makanya gue bilang juga apa dulu…ga mau nurut sih loe, sekarang loe rasain kan? sekarang ujung-ujungnya kalo loe sedih kaya’ gini juga larinya ke gue kan?“, nope. Seorang sahabat yang melihat sahabatnya terluka akan terlalu sibuk melakukan segala cara untuk menenangkan sahabatnya sampai-sampai tidak akan menyisakan pemikiran negatif apalagi dendam di dalam kepala dan hatinya. Pun kalau luka yang didapatinya adalah karena kesalahannya sendiri…seorang sahabat tidak punya hak untuk menghakimi apalagi menghukum. Seorang sahabat tidak akan menghakimi apalagi menghukum. Seorang sahabat tidak akan sempat berpikir tentang menghakimi dan menghukum. Seorang sahabat akan selalu ada untuk sahabatnya, di semua keputusan yang diambil oleh sahabatnya sambil terus mendukung dan menjaga. Andaikata keputusannya benar…seorang sahabat akan ikut berbahagia, dan bila keputusannya ternyata salah…yah tetap dukung, dampingi dia dan beri semangat, terima dia dengan patah hatinya, marahnya, kecewanya, penyesalannya, kesalahannya…terima dia dengan apa pun yang dia bawa.

Mau sampai berapa kali begitu? kalo kesalahannya dia ulangi terus dan bolak-balik begitu?“, well, jawabannya gampang…sampai kamu berhenti menyebut dirimu sebagai “sahabat”nya.

So, kalau suatu saat kamu harus memilih antara kekasih atau sahabat, pilihlah kekasihmu… But hey, kalau semuanya berjalan dengan benar dan baik-baik saja, tentunya kau tak akan pernah perlu untuk memilih, right? ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s