A Very Yummy Memory #LatePost

Sometimes food is more than just a food. Food is symbolic of love when words are inadequate

Saya sudah lupa waktu pastinya, tapi masih sangat mengingat sakitnya. Itu adalah patah hati serius pertama saya… Pertama kalinya saya merasakan mata yang nyaris tidak bisa membendung zat cair yang terus menerus mengalir serasa tanpa akhir. Pertama kalinya saya merasakan tubuh tidak ingin bergerak dan tidak ingin melakukan apa-apa karena hati baru saja patah, bahkan untuk sekedar membuka mulut dan mengunyah makanan pun tak ada keinginan sama sekali. Tapi untungnya masih tersisa sedikit kewarasan di otak saya…saya harus berangkat kuliah. Jadilah saya berangkat ke kampus dengan badan yang dipaksa bergerak seadanya, dengan kesadaran yang tidak sempurna, dengan perut yang tidak kemasukan makanan padat selama….TIGA hari penuh. Iya, saya pernah tidak makan selama tiga hari…dan herannya tidak juga berkurang berat badan saya. Mungkin angka TIGA itu masih akan bertambah kalau saja kejadian siang itu tidak terjadi.

Siang itu, tepat di hari ketiga…saya yang sedang terbaring lemah di ruangan sekre Nebula tiba-tiba dikejutkan oleh suara ketukan di pintu yang disusul suara seorang perempuan yang sudah sangat saya hafal. Siang itu perempuan yang seumur-umur tidak pernah mendaratkan kakinya di UPK centre FH Undip tiba-tiba berdiri di depan pintu masuk ruangan sekre Nebula. Saya tidak bisa mengingat kata-kata apa yang diucapkan olehnya waktu itu, saya hanya bisa mengingat dia berkata “dimakan ya…” sambil memindahkan sebuah bungkusan dari tangannya ke hadapan saya kemudian tersenyum dan pergi. Begitu saja, ruangan sekre pun kembali sepi menyisakan saya seorang diri yang diam menatap bungkusan di hadapan saya. 5 menit. 10 menit. Rasa hangat mendadak terasa saat kedua telapak tangan saya akhirnya menyentuh bungkusan yang mengeluarkan aroma sedap itu. Rasa hangat yang perlahan menarik kedua ujung bibir saya membentuk senyuman saat saya mengetahui isinya, semangkuk sup jagung kental, salah satu makanan kesukaan saya. Segera saya mengambil sendok dan memasukkan sesuap ke dalam mulut saya, membiarkan sensasi lezat bertahan sesaat di sana, menikmati hangat yang terus menjalar ke hati. Rasa hangat yang terus bergerak ke pelupuk mata dan menumpuk menjadi cairan bening di sana. Untuk pertama kalinya saya membutuhkan waktu lama hanya untuk menghabiskan semangkuk sup jagung. Tidak mudah ternyata menghabiskan makanan sementara cairan bening dari mata tidak mau berhenti. Iya, saya menangis. Airmata patah hati yang coba saya bendung akhirnya tumpah, terdesak oleh airmata haru. Saya tidak bisa mengingat sejak kapan kecintaan saya terhadap sup jagung tumbuh, tapi saya tahu…sup jagung yang saya nikmati hari itu adalah sup jagung terenak yang pernah saya nikmati. Mungkn karena perasaan yang ditimbulkan saat saya menikmatinya atau mungkin karena gratis atau karena saya memang kelaparan setelah 3 hari tidak makan.

Bertahun-tahun kemudian, hari ini, perempuan yang sama yang hari itu muncul di depan pintu ruang sekretariat Nebula Indonesia membawa bungkusan berisi semangkuk sup jagung itu muncul lagi…kali ini wujudnya diwakili oleh seorang kurir jasa pengiriman yang datang membawa kiriman satu toples kue Putri Salju.

mtf_TWKIo_120.jpg

Buat orang lain ini hanya sekedar satu toples kue Putri Salju yang repot-repot dikirimkan jauh-jauh dari Jakarta ke Sambas (“begini doank sih banyak di Sambasso I heard some say), mereka tidak tahu…buat saya ini wujud betapa perhatian dan manisnya sahabat saya yang satu ini kepada saya yang dia tahu sempat patah hati karena tidak bisa menemukan kue Putri Salju saat lebaran kemarin. Buat saya ini satu dari sekian banyak hal yang membuat saya merasa disayangi dan dicintai. Dan buat saya…what she did was uber sweet.

Thank you for being you, my dearest Mashita Insani Kamilia. Me loves you… *peluk jitak jitak jitak*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s