Yogyakarta, The Beginning

Setelah patah hati paling menyakitkan yang pernah saya alami dalam hidup saya selama 27 tahun (Klik di sini untuk ceritanya) entah bagaimana tiba-tiba saja muncul ide untuk melakukan perjalanan. Tiba-tiba saja nama satu kota terbayang dan tidak mau pergi dari kepala, Yogyakarta.

Sungguh saya tidak punya gambaran apa-apa tentang perjalanan yang akan saya lakukan, saya bahkan tidak tahu akan kemana saja nantinya di sana, satu-satunya yang saya tahu adalah saya ingin ke Yogyakarta. Beruntung, Semesta mengingatkan saya akan sesuatu, beberapa bulan sebelumnya seorang teman Blogger yang sudah lamaaaaa sekali tidak saling sapa tiba-tiba mengirimkan pesan melalui wassap mempromosikan sebuah “travelling advicer” yang secara khusus berfokus untuk “membantu” orang-orang yang ingin menikmati Yogyakarta. Mata Mata Yogya (klik di sini) atau disingkat MMY, namanya. Langsung saja saat itu saya menghubungi MMY untuk mencari info lebih lanjut. Dan benar saja, dalam beberapa kali sesi obrolan saja rencana perjalanan saya ke Yogyakarta sudah beres.

mmy

Awalnya mereka menanyakan berapa budget yang saya punya, penginapan seperti apa yang saya inginkan, transportasi apa yang akan saya gunakan, apa saja tempat wisata yang ingin saya kunjungi dan sebagainya. Sebagai orang yang “buta” Yogyakarta, saya merasa sangat terbantu dengan kehadiran MMY terutama untuk menjawab pertanyaan paling terakhir “mau kemana saja di Yogya?”. Sebenarnya sudah ada beberapa tempat yang saya incar dan ingin kunjungi, tapi sekali lagi…sebagai orang yang “buta” Yogyakarta sungguh tidak mudah buat saya untuk membuat rencana perjalanan (itinerary) yang tepat, and here’s where I need MMY the most. Hanya butuh waktu yang singkat untuk MMY membuatkan saya itinerary. Tujuan-tujuan wisata yang berada di satu wilayah digabungkan dan dijadwalkan untuk dikunjungi dalam satu hari yang sama, masing-masing objek wisata dibuat berurutan sesuai jarak tempuh dan jalurnya agar saya tidak perlu bolak-balik dan menghabiskan waktu serta tenaga di jalan, kapan harus mulai berjalan dan berapa waktu tempuh yang dibutuhkan pun dibuat cukup akurat oleh mereka. Untuk urusan akomodasi selama di Yogyakarta harus saya akui untuk budget kecil yang saya punya saya mendapatkan tempat yang sangat nyaman. Lebih dari cukup untuk sekedar merebahkan badan sembari mengumpulkan energi untuk perjalanan keesokan hari, sebuah kamar di penginapan dengan pemandangan taman yang menyegarkan mata dan staf yang murah senyum serta ramah. Teman-teman (iya, ini saya yang sok akrab menyebut mereka “teman”) di MMY pun sangat ramah dan helpfull, bahkan sebelum saya yang akhirnya memilih menggunakan sepeda motor (yang disediakan oleh MMY juga) selama di Yogyakarta ini memulai perjalanan…mereka berpesan “kalau nanti nyasar, kirimkan saja lokasinya biar kami bantu atau kalau perlu nanti kami kirimkan orang untuk menjemput”. Walaupun zaman sekarang sepertinya kecil kemungkinan seseorang bisa nyasar dan tidak menemukan jalan pulang…tapi sungguh kalimat sederhana semacam itu mampu membuat saya tersenyum dan memulai perjalanan dengan perasaan tenang dan nyaman. Rasa nyaman yang bertahan sampai saat keseluruhan perjalanan saya di Yogyakarta kali itu akhirnya usai. Rasa nyaman yang membuat saya ingin kembali lagi dan lagi ke kota Istimewa ini ^_^

to be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s