Perempuan yang Sangat Mudah Jatuh Cinta

Aku mengenalnya bertahun-tahun yang lalu, perempuan yang sangat mudah jatuh cinta. Dia bisa jatuh cinta kepada apa saja. Dia jatuh cinta pada kota yang baru pertama kali ia singgahi, pada kicauan burung yang membangunkannya di setiap pagi, dia jatuh cinta dengan aroma embun yang disisakan malam di rerumputan di halaman belakang kamar kosnya, pada sinar matahari, pada gaduh anak-anak kecil yang berlarian saling berebut sampai di sekolah, pada langit biru dan bahkan awan kelabu. Dia bisa jatuh cinta kepada apa saja.

Aku mengenalnya bertahun-tahun yang lalu, perempuan yang sangat mudah jatuh cinta. Dia tidak pernah membiarkan orang lain tahu, tapi aku kira…perempuan yang sangat mudah jatuh cinta itu juga bisa jatuh cinta kepada siapa saja. Padaku dia bercerita, pernah memiliki seorang kekasih, dengan tatapan teduh yang dengan mudah mampu membuatnya jatuh cinta bahkan saat mereka belum pernah bertemu. Kali pertama mereka bertemu di tanggal 16, cintanya mengganda, kali kedua, ketiga, dan seterusnya, dia jatuh cinta lagi, lagi, dan lagi, berkali-kali. 16 ke 36, di jatuh cintanya yang entah ke berapa kali hubungan mereka terpaksa harus disudahi. “Dan sampai sekarang, meski aku sangat mudah jatuh cinta, aku belum pernah mencintai orang lain sebesar dan sebanyak itu lagi”, katanya mengakhiri.

Perempuan yang sangat mudah jatuh cinta. Pernah aku bertanya padanya, bagaimana kalau cintanya tak berbalas, bagaimana kalau orang yang dicintainya tidak juga mencintainya. Dengan tersenyum dia berkata “Perasaan orang lain padaku bukanlah urusanku. Aku hanya perlu mengurus perasaanku, itu saja. Aku tidak akan dan tidak bisa memaksa orang lain mencintaiku seperti aku tidak ingin orang lain memaksaku untuk berhenti mencintai. Cinta itu tidak bisa dipaksa”.

Perempuan yang sangat mudah jatuh cinta. Dia tak pernah sadar, ada satu yang seharusnya dia cintai dengan sangat besar melebihi apa pun di dunia ini, satu yang selalu berusaha mendapatkan cintanya namun gagal setiap kali. Dirinya sendiri.

(Sambas, 021215 05:45 PM)

P.s: Dia tahu, dia sadar…dia hanya sudah menerima “cinta tidak bisa dipaksa”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s