Jam Baru, Cerita Baru

Apa sebutan untuk orang yang menyimpan semua kenangan dalam barang-barang untuk kemudian teringat lagi setiap kali bersinggungan dengan benda itu? Melankolis? Romantis? Emosional? Penimbun? Lebay? Apa pun sebutannya…yah itulah saya. Saya punya kebiasaan itu. Entah sejak kapan. Entah sampai kapan.

Tunjuk satu per satu barang yang saya punya, dan saya yakin saya bisa bercerita tentang sebagian besar barang-barang itu. Mungkin saya tidak bisa menyebutkan tepat hari dan tanggalnya, tapi saya bisa bercerita bagaimana barang itu sampai ke saya dan ingatan apa saja yang bisa muncul dalam kepala saya saat melihat benda itu.

Laptop? Dibelikan Ayah saya 3 tahun yang lalu saat saya akan berangkat ke perantauan. “Kalau bosmu minta kamu mengerjakan atau mengetik sesuatu, paling tidak kamu sudah siap dengan alatnya“, begitu pesan beliau.

Postman leather-bag? My bestfriend gave me. Diawali dengan pertanyaan “kamu masih macho atau sudah jadi perempuan sekarang?“. Beberapa minggu kemudian kami bertemu di parkiran kampus (sambil nostalgia). Keliling kampus (I’ve mentioned “nostalgia” kan?), sarapan soto Lamongan dekat kampus (masih dalam rangka nostalgia) sambil duduk beralaskan tikar, ngobrol di cafe Pelangi, pesan nachos and salsa, poffertjes, dua minuman panas dan air mineral (saya bahkan masih bisa memainkan ulang dengan jelas di dalam kepala adegan saat sahabat saya itu bilang “this salsa is good” and the way she taught me cara ‘menikmati’ sisa minuman hangat yang membekas di sekeliling bagian dalam bibir cangkir, dan saya yang mengomentari merk di label air mineral yang berwarna merah muda dan bernama sama dengan cafe), makan siang di Ady’s (chicken breast for me as always, chicken cordon bleu for her), lalu kembali ke parkiran kampus untuk mengambil motor saya dan balik lagi ke Ady’s saat menyadari dompet sahabat saya itu tidak ada di mobil.

Lemari kain bermotif sapi? Saya beli di Giant di Surabaya ditemani “dia”. Butuh waktu satu jam saat saya harus merakitnya di Sambas.

Sepasang sepatu berwarna abu-abu dengan lis hijau? Saya beli bersama “dia” di Surabaya juga. Di waktu yang sama saat “dia” bertemu sepatu yang menarik perhatiannya tapi tidak bisa dia beli karena tidak tersedia untuk ukuran kakinya dalam model dan motif dan warna yang dia mau. Sampai berhari-hari kemudian bahkan saat saya sudah kembali ke Sambas “dia” masih menceritakan keinginannya untuk mencari sepatu itu. “Dia” bahkan rela mengelilingi entah berapa mall di Surabaya sampai akhirnya “dia” mendapatkan yang sesuai keinginannya.

In short, saya punya cerita dan kenangan dengan hampir semua barang yang saya punya. Bahkan beberapa barang memiliki terlalu banyak cerita dan kenangan sampai-sampai saya terpaksa ‘mengubur’ dalam-dalam beberapa barang dan memaksa mereka pensiun dari hari-hari saya.

Jaket merah yang kami beli bersama di Surabaya, sepatu kets merah hadiah “dia” untuk saya di valentine kami yang entah ke berapa, jam tangan hitam/ungu yang kami beli bersama (berawal dari iseng “yuk beli jam couple buat seru-seruan, beli yang murah aja tuh yang 60 ribuan” dan berakhir dengan membawa pulang jam tangan seharga 600 ribu) yang sekarang ada di bawah tumpukan berbagai macam barang entah apa di dalam lemari, jam Fossil merah oleh-oleh dari “dia” saat liburan di Amerika yang entah sejak kapan tidak pernah saya pakai lagi dan saya biarkan tertinggal di rumah Sisilia. Padahal barang-barang itu dulu adalah kesukaan saya.

Saya bahkan sudah tidak ingat kapan terakhir kali saya mengenakan jam tangan. 2 jam tangan yang biasa saya pakai selama 3 tahun ini semuanya menyimpan cerita tentang “dia”. Terlalu memberatkan hati untuk tetap dipakai lagi.

Sampai hari ini.

Ini hari pertama saya mengenakan jam tangan lagi setelah entah berapa lama. Jam tangan yang saat melihatnya saya akan mengingat cerita yang baru, karena jam tangan yang saya pakai kali ini tidak menyimpan cerita tentang “dia” tapi akan mengingatkan saya pada orang lain.

image

Anyway…gotta go now, saatnya fokus bekerja dan sidang untuk sejenak melupakan urusan hati ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s