Semut Semut Nakal

Semut itu pembawa rezeki. Rumah yang dipenuhi semut, pertanda penghuninya akan mendapat banyak rezeki”. Well, I can’t really say I believe it or not believe it, tapi orang yang pertama kali muncul dengan ide “jumlah semut yang datang berbanding lurus dengan jumlah rezeki pemilik rumah” pasti tidak pernah merasakan tinggal di sebuah kamar kos berukuran (hanya) 6×3 (termasuk kamar mandi 1,5×1,5) yang masih harus berbagi dengan 3 lemari plus bertumpuk-tumpuk buku dan barang…dan kemudian diserbu sepasukan semut yang entah-berapa-ribu jumlahnya.

But I do.

Sudah beberapa minggu ini ada banyak semut di kamar kos saya. Semut berwarna hitam berukuran sedang yang jalannya cepat sekali. Entah apa namanya. Mereka keluar dari lubang (seukuran lubang hidung normal) merintis jalur sepanjang pinggiran lantai dan berujung pada lubang di sudut lain kamar. Mereka tidak pernah terlihat sedang mengangkut apa pun. Benar-benar hanya lewat. Sambil sesekali berhenti saling menyapa saat berpapasan. Entah apa yang mereka lakukan saat berpapasan. Mungkin cipika cipiki dan basa basi “kamar ini berantakan sekali hari ini“, atau “tumben kamar ini rapi“. Di kali lain mungkin cipika cipiki dan basa basi mereka dilanjutkan dengan perbincangan beraroma gosip
kau tahu, kulihat pemilik kamar ini menangis semalaman
Ah, tidak mungkin…sudah berminggu-minggu ini aku tidak pernah melihatnya menangis lagi. Sepertinya dia sudah merelakan patah hatinya
Bukan. Desas desus mengatakan dia menangis semalaman karena kesakitan, telinganya dimasuki semut merah kecil
Ouch… Malang sekali… Nasib semut merah kecil itu
Kemudian setelah berhahahihi mereka kembali melanjutkan perjalanannya.

Iya, selain rombongan semut berwarna hitam berukuran sedang yang jalannya cepat sekali itu, ada juga semut berwarna merah berukuran kecil yang jalannya lambat. Tidak akan saya sebut sebagai rombongan karena semut berwarna merah berukuran kecil yang jalannya lambat ini lebih sering terlihat berjalan sendiri-sendiri dan tidak saling cipika cipiki atau menyapa saat berpapasan. Tapi…yang menyebalkan adalah semut berwarna merah berukuran kecil yang jalannya lambat ini sering tidak terdeksi keberadaannya, tiba-tiba sudah di kasur, tiba-tiba di bantal, tiba-tiba keluar dari celah-celah tombol di keyboard laptop. Trust me, meskipun tinggal di kamar kos berukuran terbatas, saya masih disiplin mengafur pembagian zona. Di zona mana saya makan, di zona mana saya sholat, di zona mana saya bekerja dan nonton (bukan TV, I don’t have TV), jadi menyisakan remah-remah makanan yang mengundang semut di tempat tidur bukanlah sesuatu yang mungkin. Pun saya punya kebiasaan membersihkan tempat tidur sebelum tidur. Tapi tetap saja beberapa jam kemudian semut berwarna merah berukukuran kecil yang jalannya lambat akan secara sendiri-sendiri menyerbu tempat tidur saya (dugaan kuat adalah semut-semut ini tertarik dengan sel-sel kulit mati dari tubuh saya). Belum lagi saat tertidur di tengah malam saya bisa tiba-tiba merasa sakit yang luar biasa di dalam telinga, plus suara “krauk-krauk” seperti gigi-gigi yang sedang berusaha merobek gendang telinga. Pernah berhari-hari saya terpaksa tidur dengan bandana terikat di kepala supaya telinga saya tertutup dan semut berwarna merah berukuran kecil yang jalannya lambat tidak masuk. Tapi untungnya masalah yang ini sudah ada solusinya. Sedia senter di dekat tempat tidur. Saat mulai terasa ada pergerakan di dalam rongga telinga, nyalakan senter dan arahkan ke dalam telinga. Maka semut pun akan berbalik arah dan berjalan keluar. Sudah insting mereka katanya untuk berjalan ke arah cahaya.

Oh, balik ke semut berwarna hitam berukukuran sedang yang jalannya cepat sekali. Lambat laun saya merasa terganggu juga akhirnya. Banyak kotoran semacam pasir yang keluar dari lubang yang dibuat oleh rombongan semut berwarna hitam berukukuran sedang yang jalannya cepat sekali ini. Setiap pagi saya bersihkan, tapi setiap sore saat saya pulang kantor, kotoran yang sama kembali saya temukan. Baca sana sini, mencoba beberapa tips sampai akhirnya saya menemukan formula yang tepat.
1. Baby powder a.k.a bedak bayi. Kebetulan saya punya stok bedak bayi. Jangan tanya bagaimana bisa saya punya stok bedak bayi di kamar kos, pokoknya cara ini sempat saya rasa berhasil. Baby powder saya taburkan ke lubang semut berwarna hitam berukukuran sedang yang jalannya cepat sekali itu dan di sepanjang jalan semut. Berhasil. Pelan-pelan mereka hilang. Tapiii…hanya bertahan satu hari. Ketika aroma baby powder hilang, rombongan semut berwarna hitam berukuran sedang yang jalannya cepat sekali ini kembali membuka lubang dan melanjutkan rutinitasnya.
2. Ketimun. Pernah dengar semut tidak suka aroma ketimun? Benar. Saya usapkan getah ketimun di sepanjang jalan semut berwarna hitam berukukuran sedang yang jalannya cepat sekali, mereka pergi. Tapi ini bahkan hanya beetahan beberapa jam. Ketika getah mengering dan afoma memudar, mereka kembali. Fiuhhh…
3. Bubuk kayu manis. Kebetulan saya suka kayu manis, jadi punya stok lumayan. Nah…dari semua cara yang saya coba…kayu manis ini nih yang paling lama menahan semut berwarna hitam berukuran sedang yang jalannya cepat sekali itu. Berhari-hari kamar saya bebas dari mereka… Sampai kemudian mereka muncul lagi. Hampir putus asa saya… Tiba-tiba ingat punya minyak serai (lemongrass). Iseng tumpahin di atas taburan bubuk kayu manis. Voila…! Semutnya pada kabur. Entah sampai berapa lama. Kita tunggu saja…hahahaha…

*update : semut-semut ini kembali. Dengan kurang ajarnya secara terang-terangan mereka berjalan membuat barisan melintang melewati tengah-tengah kamar saya. Baiklah… Saya menyerah. Semoga membawa rezeki, dalam bentuk apa pun. Aamiin ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s