Pendosa Teriak “Pendosa!”

Sebut aku pendosa kalau kau mau. Terserah. Tapi sungguh, siapa yang tidak pernah berbuat dosa di hidupnya? Semua kita adalah Pendosa, hanya perbuatannya saja yang berbeda. Tidak ada manusia yang diberi hak oleh Tuhan untuk merasa dirinya lebih suci dari manusia lainnya”. Saya baru saja menuliskan kalimat-kalimat itu di status FB saya kemarin sore, dan pagi ini melalui link yang dishare seorang teman di halaman FB nya saya menemukan tulisan Ernest ini (klik di sini “LGBT itu Dosa!”).

Saya seorang penganut agama Islam yang tidak akan membantah bahwa menjadi seorang LGBT adalah dosa. Tapi buat saya, LGBT hanyalah salah satu bentuk dosa di antara banyak dosa lainnya. Mencuri, membunuh, menyakiti hati orang, berkata kasar pada orangtua, berzina, bergunjing dan membicarakan keburukan orang lain di belakangnya (which is this one I admit I still do a lot kalo udah muak banget dengan tingkah laku seseorang yang ‘ganggu’ banget. Sorry…), korupsi (semua jenis korupsi bukan cuma sekedar uang), mengabaikan anak yatim, menyakiti binatang, membakar hutan, dan masih banyak dosa lainnya yang pastinya tidak bisa saya sebutkan di sini semuanya. Jadi apa yang membuat dosa LGBT itu spesial? Apa yang membuat satu orang merasa dosa yang dilakukan LGBT lebih hina daripada dosa yang dilakukan orang heteroseksual? Apa yang membuat seseorang merasa berhak berkoar-koar “LGBT itu dosa besar!”? (FYI, dalam agama yang saya anut memang ada disebutkan beberapa dosa yang termasuk ‘dosa besar’, go see it yourself lah kalo pengen tahu dan tempe dan lalapan plus sambel). The point is, semua orang melakukan dosa.

Lalu apa yang membuat kebanyakan orang menspesialkan LGBT? Some people say “LGBT itu menjijikkan, masa’ cowok having sex sama cowok? Masa’ cewek having sex sama cewek?”, dan saya akan menjawab “The problem is, you are a pervert!”. Yah ngapain juga loe sibuk membayangkan urusan ranjang dan aktivitas seksual orang lain. Pervert!

Dan please, please, please, please…berhenti mengeneralisir semua orang. Trust me (aduh, pengen ke Batik Trusmi Cirebon #hilangfokus), tidak semua LGBT ingin ‘memamerkan’ apalagi ‘menularkan’ orientasi seksualnya. Masih banyak LGBT yang sadar dan tahu batas-batas kewajaran. Tidak semua LGBT menuntut untuk dilegalkan perkawinannya. Tidak semua LGBT berharap diberi hak untuk bermesra-mesraan di depan umum (yah ga cuma LGBT sih yah…heteroseksual yang bermesraan di depan umum juga harusnya dilarang dengan alasan menciderai perasaan para jomblo yang haus kasih sayang). Masih banyak LGBT yang tidak menyimpan harapan ‘setinggi’ itu. Masih banyak LGBT yang sudah cukup disibukkan dengan perdebatan dengan batinnya sendiri. Masih banyak LGBT yang hanya ingin hidup tenang bersama kekasihnya tanpa perlu membaca segala hujatan ditujukan kepada mereka di berbagai media. Masih banyak LGBT yang hanya berharap menemukan seseorang to spend the rest oh her/his lifetime with. Bahkan masih banyak LGBT yang menyimpan harapan jauh lebih sederhana dari itu semua…hanya ingin supaya keluarganya tidak mengetahui orientasi seksualnya.

Jadi, masih percaya kamu lebih suci daripada teman-teman LGBT? Masih percaya dosa kamu lebih sedikit dari dosa teman-teman LGBT? Kalo iya, please…get the fu*k out of my face, I don’t want you in my life.

Dan untuk memberi sedikit muatan positif di blog ini, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua. Aamiin  ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s