Avril is Deep

Saya masih berusia sekitar 13 tahun ketika penyanyi bernama lengkap Avril Ramona Lavigne ini merilis album pertamanya. Saya tidak ingat pasti bagaimana awal perkenalan saya dengan lagu-lagunya dan lagu apa yang pertama kali saya dengar. Saya cuma ingat saya suka sama si mbak ini. Orangnya keren, gayanya asik, musiknya enak, liriknya ‘ngena’. Iya, terutama lirik-lirik lagunya sih yang bikin saya langsung jatuh suka dan tidak berlebihan kalau saya bilang lirik-lirik lagu si mbak ini ikut andil dalam membentuk karakter dan sudut pandang seorang Rei muda hingga bisa bertahan sampai sekarang.

Bagaimana tidak, album pertama dan yang sekaligus merupakan album si mbak favorit Rei ini saja sudah menanamkan banyak hal dalam kepala Rei muda tentang hidup. Simak lagu Complicated dan kita akan menemukan kalimat “…life is like this : you fall, and you crawl, and you break, and you take what you get, and you turn it into honesty. You promise me I’ll never gonna find you fake it…”. Bayangkan seorang Rei muda mendengarkan kalimat itu dan kemudian mengangguk-ngangguk khidmat, pelajaran pertama dan kedua dari Avril dia terima : “Hidup itu yah ga bakalan mulus, kadang loe harus jatuh, loe harus luka, dan saat itu terjadi loe harus terima itu, ga perlu faking, ga perlu pura-pura ‘baik-baik’ saja”.

Pelajaran ketiga ada di lagu Sk8ter Boy, “jangan ngeliat orang dari penampilannya, jangan cepat ngejudge, jangan berburuk sangka…tar ujung-ujungnya nyesal“.

Next di lagu Anything But Ordinary, Rei muda belajar mengenali diri sendiri, bahwa “it is okay untuk menjadi orang yang berbeda dengan orang lain. It is okay to be weird, it is okay untuk meninggalkan zona aman, bahkan adalah sebuah keharusan untuk meninggalkan zona nyaman dan melakukan hal-hal extreme“. Pelajaran yang berlanjut di lagu Nobody’s Fool. Pelajaran yang terlalu dini mungkin karena akhirnya Rei yang dari bawaan lahir emang udah keras kepala jadi makin ga mau diatur karena merasa ‘disemangati’ oleh mbak Avril dengan kalimat “…if you’re trying to turn me into someone else, its easy to see I’m not down with that. I’m not nobody’s fool. If you’re trying to turn me into something else, I’ve seen enough and I’m over that. I’m not nobody’s fool. If you wanna bring me down, go ahead and try…”.

Dari lagu Losing Grip, Rei belajar “ada saatnya seseorang harus berhenti peduli pada orang-orang yang tidak peduli kepadanya, mengabaikan hal-hal yang hanya membawa ‘kesengsaraan’ baginya“.

Tapi, dari lagu Tomorrow Rei muda juga belajar “bahwa tidak ada yang abadi di dunia, pun segala macam kata sifat. Setiap hari adalah hari baru dan hal-hal baru bisa saja terjadi. “Iya” hari ini bisa saja berubah menjadi “tidak” besok, “cinta” hari ini bisa menjadi “benci” keesokan harinya, “tidak siap” hari ini bisa jadi berubah menjadi “siap” besok, pun sebaliknya. Apa pun bisa terjadi, tidak ada yang abadi, tidak ada yang bisa diprediksi. Apa yang ada di hari ini…dijalani saja” ^_^

Ps: Album lain akan dibahas. Kalo Rei moodnya datang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s