One Is Enough

Setiap kita rasanya pasti punya teman atau kenalan yang kita tahu bisa dengan mudah bergonta-ganti pasangan, loncat dari satu hati ke hati lainnya, bahkan yang terburuk…selingkuh.

Jujur, sering saya “amazed” sama orang-orang macam ini. Kok bisa ya seseorang bilang cinta ke A trus bulan depan udah ke B. Hari ini pengen C, besok jadiannya sama D. Saya lho ngejar satu aja susahnya udah macam pengen dapat huruf ‘N’ permen YOSAN. Jangankan hatinya, mau mendapatkan perhatiannya aja peejuangannya minta ampun *iya, ini curhat*. Dan entah kenapa kalau sudah menetapkan hati sama satu orang ya satu itu bakalan lama… Kecuali ada keadaan yang tidak bisa diperbaiki, atau orangnya udah terang-terangan bilang ga mau dan minta saya berhenti berusaha mendapatkan perhatian dia, nah baru deh mundur teratur, menyembuhkan kecewa sampai akhirnya bisa tertarik sama orang lain lagi. Tapi intinya yah…saya ga pernah bisa tuh menjalin hubungan sama seseorang sementara hati saya ada di orang lain.

I know, I know…semua orang yang kenal saya pasti bilang saya flirty, tukang gombal, dan hampir bisa dipastikan ‘player‘. Pun saya mengakui, iya…”gombal” is in my blood, kalimat-kalimat gombal itu muncul begitu saja, I can’t help it. Tapi serius lho…segombal-gombalnya saya…saya akan pastikan orang-orang yang saya gombali adalah orang-orang yang tahu saya ga serius sama mereka. Orang-orang yang sudah benar-benar kenal bertahun-tahun dengan saya dan tahu saya tidak mungkin punya perasaan ‘romantis’ sama mereka, misalnya.

Gimana donk kalo orang yang benar-benar kamu sukai pada akhirnya mengira kamu menyamakan dia dengan yang lain dan menganggap kamu cuma ngegombal tanpa arti doank, Rei? Well, yang pasti kalau saya suka dengan seseorang saya pasti bilang saya suka sama dia, dan cuma dia saja. I’ll make sure dia tahu…hati saya dia yang punya. Dan saat ini yang punya hati saya yah the one and only Denpasar Moon. Dia satu-satunya, dan tak ada dua, apalagi tiga. Cuma dia saja ^_^

#np BIPStrugle “…takkan pernah ku berfikir berpaling darimu, meski kesepian menyiksa. Tak sedikitpun ku merasa lelah denganmu, walau kau tak ada di sini…”

Ps: Dear Denpasar Moon, aku pernah ngelarang kamu baca blogku sih…tapi in case kamu bandel dan sempat baca postingan ini… Aku ngerti kamu sibuk, aku ngerti kamu capek (kebayang sih capeknya kamu setelah seharian lari-larian di pikiranku), tapi boleh donk pacarnya kamu ini request supaya cueknya kamu dikurang-kurangin dikit… :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s