O Tano Batak, Au On Naeng Mian Di Ho

Lupa sejak kapan mulainya, tapi belakangan ini telinga saya lagi jatuh suka banget sama lagu-lagu Batak. Didengerin hampir tiap saat, tiap hari, sampe hafal. Bahkan udah ngalahin kak Ririn yang punya marga Hutagalung itu hahaha…

Weird. Karena saya sama sekali tidak punya darah Sumatera, apalagi Batak.

Berawal dari suatu hari di acara apa gitu di kantor ada serombongan Hakim orang Batak yang nyanyiin Alusi Au, dan tiba-tiba saja saya langsung suka. Iseng googling artinya daaan…makin suka hahaha… Satu lagu dan kemudian disusul oleh lagu-lagu Batak lainnya yang liriknya juga ga kalah ‘sweet’nya.

Jujur yah ga nyangka lho saya kalo orang Batak yang sudah terkenal ‘keras’ dan ‘garang’ pembawaannya rupanya jago lho nyiptain lagu-lagu romantis.

Ga percaya?

Coba dengerin Alusi Au. Jadi ceritanya di lagu Alusi Au ini diceritakan kalo setiap manusia itu punya beragam-ragam cita-cita dan keinginan dalam hatinya. Ada orang yang mendamba hamoraon, hagabeon, hasangapon (CMIIW, ini filsafat tujuan hidup orang Batak yang artinya kurang lebih kekayaan, keberhasilan, kehormatan), ada juga orang yang tujuan hidupnya agar namanya terkenal. Tapi kalo aku (si yang nyanyi lagu ini) lainlah cita-cita dan tujuan hidupku dibandingkan semua orang itu. Kalo aku, tujuan hidupku cuma satu yaitu untuk mendapatkan kasih sayang, hati, dan perhatianmu saja. “beha rohak dok ma hatam, alusi au…”, “Bagaimana perasaan hatimu (padaku)? Katakanlah, jawablah aku…

See? Gombal banget kan? Ga heranlah yah saya ‘tergila-gila’ sama lagu ini hahaha… Jadi backsound untuk ‘nembak’ bisa banget lho lagu ini.

Lagu kedua yang saya suka adalah Sai Anju Ma Au. Kalo kata bos saya di kantor yang orang Batak, “sai anju” itu artinya “berkata dengan manis”. Jadi “sai anju ma au” bisa diartikan “bicaralah padaku dengan manis/baik-baik”. Dibuka dengan kalimat “aha do alana, dia do bossirna, hasian. Umbahen sai muruk ho tu au” (artinya kurang lebih “ada apa, ada masalah apa sih sayang sampai kamu marah-marah sama aku?”), lagu ini sih ceritanya seseorang yang sedang ngerayu orang (kekasih) yang lagi ngambek gitu. Dan ini bagian yang paling saya suka sampai sering saya nyanyiin sambil teriak-teriak, “molo adong na salah manang na hurang pambahenaki, sai anju ma au, sai anju ma au, ito hasian…” yang artinya kurang lebih “kalo ada yang salah dalam perbuatanku, katakanlah dengan mesra (baik-baik), kekasihku sayang…”.

Kaya’nya lagu ini bisa jadi rayuan andalan buat para kekasih yang kekasihnya suka marah-marah ga jelas (biasanya sih PMS iniii…) atau para kekasih yang sering kelabakan sendiri karena kekasihnya kalo marah atau ngambek langsung melancarkan aksi ‘tutup mulut’ diam seribu bahasa. Good luck, buddy…!

Lagu yang ketiga, yang baru saja saya dengar hari ini dan langsung suka, Molo Margitar. “Molo margitar au ito, bege ma soara na i. Di gitar i do au ro, tu si do au mandok tu ho. Molo marende au ito, bege manang hata na i. Di endek i do au ro, di si do au mandok tu ho. Ue alusi au, ito…” yang artinya kira-kira “Kalo aku main gitar, ito, dengarkanlah suaranya. Di (suara) gitar itu aku datang, di (suara) gitar itulah aku berbicara padamu. Kalau aku menyanyi, ito, dengarkanlah liriknya. Di nyanyian itu aku datang, di (lirik) lagu itu aku berbicara padamu. Jawablah aku…”.

Lagu ini jadi enak banget karena momennya pas banget. Malam sebelumnya pas mati lampu saya iseng main gitar dan bikin lagu buat Denpasar Moon dan liriknya isinya curhat banget, jadi berasa banget kan kesan ‘lewat suara gitar dan lirik lagu ini aku bicara padamu’ dari lagu Molo Margitar ini hehehe…

Dan sebagai penutup postingan kali ini (tsaaaahhh…), izinkanlah saya mengutip lirik dari lagu O, Tano Batak… “O tano Batak, andigan sahat dapothonohu tano hagodangan hi. O tano Batak sai naeng hutatap, au on naeng mian di ho”, yang artinya “Oh tanah Batak, kapan ada kesempatan aku akan pergi ke sana. Oh tanah Batak, selalu ingin kutatap, aku sangat ingin melihatmu”. Sekarang harus cukup puas dengan dengerin lagu-lagu Batak, semoga kapan-kapan ada kesempatan bisa main ke tanah Batak. Aamiin… ^_^

ps: Mohon maaf kalau ada kesalahan dalam penulisan kata-kata bahasa Batak, mohon dikoreksi

Advertisements

3 thoughts on “O Tano Batak, Au On Naeng Mian Di Ho

  1. Hai! Bener loh somehow i find lagu batak itu seru dan bikin semangat. Padahal saya juga bukan orang batak hehe. Anyway, mind to help? Halo! Perkenalkan, saya Mey mahasiswi Univ. Mercubuana dan sedang dalam penyusunan tugas akhir. Boleh minta waktunya sebentar untuk isi dan sebar kuesioner tentang persepsi followers ke konten blog dan personal branding Henry Manampiring? https://www.surveymonkey.com/r/qsmey

    Ada pulsa 100ribu untuk 4 pengisi kuesioner yg beruntung loooh hehe, Thankyou and have a nice day!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s