Morning Person

Zaman (masih muda) dulu, ‘begadang’ bukan hal asing buat saya. To be spesific, zaman kuliah. Ada saja yang membuat saya terpaksa harus terjaga sampai larut malam bahkan dini hari. Rapat Nebula dan mengerjakan tugas, misalnya. Atau saat mengerjakan skripsi, bisa-bisa saat adzan subuh sudah berkumandang baru akhirnya saya akan merebahkan badan dan tidur.

Sekarang? Jangankan begadang sampe subuh…baru jam 8 malam saja mata sudah lengket dan minta segera ditutup.

Setelah seharian berjibaku dengan pekerjaan, bukan hal yang tidak wajar sih sebenarnya kalau mata dan badan sudah minta diistirahatkan di awal malam. Yang repot adalah karena sebenarnya pekerjaan saya adalah pekerjaan 24 jam yang tidak bisa diselesaikan hanya di kantor saja tapi juga harus dibawa pulang dan diselesaikan di rumah.

Solusinya?

Yups, bangun jauh lebih awal daripada seharusnya. Being an early morning person.

Seberapa awal? Well, tergantung kondisi badan dan kebutuhan pekerjaan sih… Seperti semalam, jam 8 malam saya sudah harus menggelapkan kamar dan tidur, kemudian terbangun jam 2 dini hari (tanpa alarm), dan karena kantuk saya sudah hilang dan badan saya merasa sudah cukup beristirahat….segera saya bisa mulai mengakrabi berkas yang sudah menunggu di sebelah tempat tidur saya setelah beberapa rakaat sholat.

Terkadang ada kalanya mata saya masih bisa terbuka dan badan saya masih sanggup bekerja sampai jam 9 atau 10 malam, dan baru siap diajak kerja lagi jam 4 atau 5 pagi. Mandi (katanya mandi sebelum matahari terbit ini sunnah dan baik untuk kesehatan. Katanyaaa), sholat, kerja sampe maksimal jam 06:30, olahraga dan ditutup dengan 15 menit meditasi, mandi (lagi), sarapan buah, dan tiba di kantor sebelum jam 08:00.

So far, rutinitas pagi semacam ini berasa positif sih efeknya di badan saya. Badan segar, pikiran tenang (no ‘late night galauness‘ hehehe..), dan pekerjaan selesai.

Buat saya ntinya adalah tidak memaksakan tubuh untuk bekerja di luar kemampuannya. Belajar mendengarkan tubuh sendiri, kapan dia harus beristirahat, kapan dia bisa diajak bekerja. Jangan lupa, di dalam tubuh ada hak-hak yang harus kita penuhi ^_^

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s