Trust Yourself

Day 1
Kak Irma : Rei, nota spanduk sama flashdiscku dibawa?
Saya : *mengabaikan suara di dalam kepala “coba cek di tas“* Aduh kak, ketinggalan di kos
Kak Irma : Besok ya
Saya : Iya

Day 2
Kak Irma : Rei, nota? Flashdisc?
Saya : *mengabaikan (lagi) suara di dalam kepala “cek dalam tas“* Oh iya lupaaa… Nanti siang aku balik kos

Day 2 (siang)
Saya : *liat kak Irma* aduh kak…lupa…
Kak Irma : *rolling eyes*

Day 2 (malam)
Saya : *bongkar kamar, bongkar lemari, cek semua kantong celana dan jaket, ga nemu nota spanduk dan flashdisc*
Suara dalam kepala : Cari di tas
Saya : *pasrah, buka tas bagian depan* oh iya ini di sini… *nyengir sendiri*

Hari Ini
Pagi tadi saya mampir ke ATM sebelum berangkat ke kantor. Sesampainya di ATM saya baru sadar dompet saya tidak ada di dalam tas. Suara di dalam kepala saya bilang “cari lagi, pasti ada di dalam tas mungkin terselip di dalam map berkas“, tapi seperti juga saya (pernah) percaya nota spanduk dan flashdisc kak Irma saya tinggalkan di kos, pagi tadi saya pun sudah terlanjur percaya dompet saya tidak mungkin ada di tas. Maka kembalilah saya ke kos. Sesampainya di kos, benar saja tidak ada dompet saya di tempat biasanya. Buka tas, bongkar-bongkar berkas di dalamnya, dan ternyata…si dompet memang sudah di dalam tas dan tidak ketinggalan.

That’s what happen when you don’t effing trust the voice inside your head, Rei… Trust yourself more, you’re all you’ve got... *jewer* ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s