Ramuan Luka

Padukan kesendirian pada sebuah sore bersama hujan, tambahkan dengan rasa yang sedang menggenang dalam dada, racik semuanya dalam barisan kata. Apa jadinya?

Ramuan luka.

Ramuan terbodoh yang pernah dibuat manusia. Perjamuan penuh airmata. Perjamuan paling menyiksa yang bisa dihadiri oleh seorang manusia.

Salahkan aku… yang terlanjur menyayangi kamu dengan terlalu, yang terlanjur mengharapkan kamu dengan sungguh, yang meski tampak tak berujung namun masih menunggu. Salahkan kamu… yang terlanjur datang membuat rindu, yang hadirmu menyerupa candu di saat sendiriku. Salahkan waktu… yang tidak tepat, yang menyandera semua perhatianmu, yang membuatmu tampak tak peduli pada setiap adaku, yang menjadi alasanmu kita tidak bisa bersatu. Salahkan luka masa lalu, atau apa pun itu… yang masih enggan berlalu, yang bayangnya masih singgah menghadirkan ragu. Di hatimu. Di hatiku.

Padukan kesendirian pada sebuah sore bersama hujan, tambahkan dengan rasa yang sedang menggenang dalam dada, racik semuanya dalam barisan kata. Apa jadinya?

Ramuan luka.

Ramuan terbodoh yang pernah dibuat manusia.

-aku, yang menikmati merangkai kata dengan terlalu, yang tidak mampu menyimpan rasa dalam gagu-

(Sambas, 120516 05:54 PM)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s