Janji yang Belum Ditepati: Novel Cinta Berakhir Bahagia

Dia mengingatkanku padamu. Pada sebuah pesan singkat bernada luka. Pada obrolan panjang tentang kekesalanmu akan sebuah buku yang ceritanya belum usai menurutmu. Pada kesedihanmu yang mendalam karena kamu yakin cerita cinta harusnya berakhir bahagia, bukan duka seperti dalam buku yang baru saja kamu baca. Pada permintaanmu supaya aku menuliskan sebuah novel dengan cerita cinta bahagia. Pada diriku yang akhirnya berkata “iya”, bahkan dengan jumawa menambahkan “tidak hanya di dalam novel, aku akan membuat cerita cinta yang berakhir bahagia untuk kisah cinta kita di dunia nyata”, dan kamu tertawa. Tawa yang selalu membuat aku jatuh cinta. Tawa yang aku tahu menyimpan luka karena aku tahu kamu tahu cinta kita di dunia nyata tidak akan berakhir bahagia.

Dia mengingatkanku padamu. Pada janji yang belum aku tepati. Pada ‘novel cinta berakhir bahagia’ yang belum selesai aku tulis untukmu bahkan saat cerita cinta kita sudah usai kita jalani.

(Sambas, 21 Nopember 2014 05:44 AM)

*dalam misi mengingat-ingat semua janji yang belum (tapi masih) bisa ditepati*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s