Merantaulah, Maka Kau Akan Tahu Betapa Mahalnya Tiket Pulang

Merantaulah, maka kau akan tahu betapa mahalnya tiket untuk pulang“. Kalimat itu sering bermunculan di social media, terutama menjelang libur lebaran dan libur hari besar lainnya atau menjelang long weekend. Oke, oke…mungkin tidak semua perantau akan membenarkan pernyataan tersebut. Sebagian perantau beruntung bisa merantau ke daerah yang tidak memerlukan biaya mahal untuk pulang (I hope you know how lucky you are, people…!), tapi kali ini saya harus bilang saya termasuk golongan orang-orang yang hanya bisa mengangguk-angguk dan dalam hati berseru “hell, yes…!” setiap kali kalimat tersebut muncul.

Sebagai gambaran kasar, ini adalah rincian biaya yang harus saya bayarkan setiap kali pulang ke rumah
– Travel kos (Sambas) – bandara (Pontianak) : 200.000
– Tiket pesawat Pontianak – Semarang : 1.400.000 (kalau beruntung bisa dapat harga di bawah ini, tapi kemungkinannya kecil sekali sekali, terutama saat weekend dan menjelang long weekend)
– Taksi bandara – rumah : 200.000
– Taksi rumah – bandara : 200.000
– Tiket pesawat Semarang – Pontianak : 1.400.000
– Taksi bandara – kantor travel : 80.000
– Travel Pontianak – Sambas : 160.000
TOTAL : 3.640.000 (bulatkan 3.700.000 buat makan dll)

See, 3.700.000 untuk satu kali pulang, dan itu baru ongkos transportasi saja lho… Well, meskipun tidak harus tapi pasti ada oleh-oleh yang dibawa, taruhlah 700 ribu buat oleh-oleh dari perantauan ke rumah dan sebaliknya. Belum lagi pengeluaran selama di rumah (yah ga mungkin selama di rumah ga ada pengeluaran, untuk jajan jalan sama teman-teman dan krucils paling tidak), minimal 1.000.000 deh setiap pulang. 3.700.000+700.000+1.000.000 = 5.400.000.

Buat sebagian orang mungkin uang segitu sih ga mahal, uang segitu sih sedikit. But honestly, angka segitu itu jumlahnya melebihi gaji pokok seorang PNS golongan III/a macam saya lho… Hampir gaji pokok 2 bulan saya itu malah…hahahaha… So, yeah…buat saya perantauan ini mengajarkan saya bahwa pulang itu mahal.

Tapi seperti yang selalu dinasihatkan oleh banyak orang “uang banyak tidak ada gunanya kalau hidupnya ga bahagia“, lebih baik saya kerja keras nabung trus habis buat pulang trus nabung lagi trus habis lagi buat pulang dan bertemu orang-orang tersayang deh daripada tabungan banyak ga berkurang tapi hidupnya menderita didera rindu hahahaha… Mumpung orangtua masih lengkap, mumpung masih ada tempat untuk “pulang”, mumpung tujuan pulang dan melabuhkan rindunya masih ada.

Banyak-banyak berdoa saja supaya rezekinya dimudahkan. Aamiin ^_^

(Bandara Supadio, beberapa jam sebelum ‘pulang’)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s