Pie McDonald’s Apple Pie

Aku belum pernah bertemu dengan manusia yang mencintai Apple Pie dengan sebegitunya sampai aku bertemu kamu.

Pesan apa?“, tanyaku pada suatu waktu melalui sambungan telepon selular sesaat setelah kau bercerita sedang menghabiskan waktu sendirian di sebuah cafe di kotamu. “Apple pie“, jawabmu. Hari Sabtu waktu itu, kau mengeluhkan penyedia layanan listrik yang harus mematikan aliran listrik ke wilayah tempat tinggalmu selama sehari karena sesuatu hal. “Kenapa apple pie?”, tanyaku lagi masih penasaran. “I just love Apple Pie“, jawabmu lagi. Selanjutnya kau hanyut dalam cerita petualanganmu mencicipi Apple Pie di banyak tempat tapi belum ada yang bisa menandingi kelezatan Apple Pie yang pernah kamu nikmati dalam perjalananmu sewaktu di Jepang. “Sayangnya McD di Indonesia tidak menyediakan Apple Pie sekarang“, kau menyebutkan nama salah satu jaringan makanan siap saji yang sangat terkenal sebagai penutup cerita petualanganmu itu.

Dan itu kali pertama aku tau kau menyukai Apple Pie.

Sangat menyukai Apple Pie.

Apple pie yang kemudian jatuh sebagai pilihanku untuk kuberikan padamu di kali pertama aku menyatakan perasaanku padamu dan memintamu menjadi kekasihku.

Saya mau menjadikan ‘saya’ dan ‘kamu’ menjadi ‘kita’. I wanna be with you. I love you. I really love you. And I don’t know where we’re going, but I wanna try to work things out with you“. Apple Pie di tangan kanan, sekuntum mawar merah di tangan kiri, saat aku muncul di hadapanmu di depan pintu kamar hotel tempat kamu menginap. “Ambil Apple Pie kalau jawabannya yes, ambil bunga mawar if it’s a no“, kataku mencoba mendramatisir keadaan seperti adegan-adegan di salah satu tayangan reality show yang sering aku saksikan saat masih remaja dulu. Aku tahu mawar bukan bunga kesukaanmu, sengaja kutandingkan dengan Apple Pie untuk memperkecil kemungkinan kau akan menjawab tidak untuk permintaanku hari ini. “So, Starla Karendra Putri, do you wanna be with me too?”, kaki-kakiku menekuk merendah, satu lututku menyentuh lantai. 16 September 2011. 35 menit selepas jam 5 sore, sempat ku lirik jam di dinding di belakang punggungmu.

Kamu masih bisu, tertegun. Entah ragu atau hanya sekedar terkejut atas pertanyaanku. Aku masih mematung, menunggu, merapal doa semoga perasaanmu padaku sama seperti perasaanku padamu.

Lengkung terbentuk di bibirmu akhirnya. “I do“, katamu kali itu tanpa ragu. Sebuah kecup mendarat di pipiku, sekotak Apple Pie di tanganku sudah berpindah ke tanganmu.

Kamu bilang iya bukan hanya karena Apple Pienya kan?”, tanyaku saat kepalamu sudah bersandar di dadaku. “Emang iya“, jawabmu menggoda. “You love Apple Pie that much, huh?”, bibirku mendarat di keningmu. “Well, you know my favourite flower is Lily anyway“, kamu tertawa. Aku semakin jatuh cinta. Kita bahagia.

(Sambas, 5 tahun setelah hari itu, 2 tahun setelah ‘kita’ kembali menjadi ‘saya’ dan ‘kamu’)

*McDonalds Indonesia memasukkan (kembali) Apple Pie ke dalam menunya sejak hari ini. Dengan siapa pun kamu menikmatinya, saya harap kamu tersenyum dan berbahagia ^_^

image(Sumber gambar tertera)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s