Tafsir Mimpi

Aku mimpiin kamu semalam“, katanya pada suatu pagi saat mata kami bahkan belum terbuka sepenuhnya
Apaan mimpiin aku?”, tanyaku malas
Aku mimpi dikejar-kejar ular besar. Serem banget. Trus pas ularnya mau gigit aku, kamu datang. Kamu hajar ular itu trus ularnya pergi“, ceritanya sambil memukuli bantal guling di pelukan, berpura-pura itu adalah ular dan dia sebagai aku. Detik selanjutnya aku sudah tahu, dia akan melanjutkan dengan satu kalimat yang sudah sangat aku hafal, kalimat yang sama yang ditanyakannya setiap kali selesai menceritakan mimpi tidurnya, “apa artinya ya?”

Aku membenarkan posisi bantal di bawah kepalaku. Sedikit membuka mata untuk melihat dia yang masih menatap langit-langit kamar mencoba menemukan jawaban dari pertanyaannya. Dengan mata kembali terpejam aku pun akhirnya menjawab, “kau sedang diintai oleh bahaya dan aku datang menyelamatkanmu. Seperti biasa“. Jawaban asal tentu saja, hanya supaya aku bisa melanjutkan tidur dengan tenang. Tinggal bersama perempuan ini hampir setahun sudah cukup membuatku tahu pertanyaannya harus menemukan jawab atau pertanyaan itu akan terus menerus keluar dari bibirnya dan menghantuiku sepanjang hari sampai yah…dia menemukan jawabannya, tak peduli setidak penting apa pun pertanyaannya itu.

Begitu ya?”
Iya, itu tafsir mimpimu itu

Hening kemudian. Aku kira aku sudah berhasil membuatnya tenang pagi itu sampai ketika suaranya yang nyaring kembali terdengar tepat saat aku hampir kembali kehilangan kesadaranku, “tapi kak Rei, kata orang ular dalam mimpi itu artinya jodoh. Mimpi digigit ular katanya berarti akan menikah. Kalau ular mengejar aku dan kamu usir dia, berarti aku sedang didekati oleh jodoh tapi jodohnya pergi lagi karena kamu. Kamu berarti menghalangi jodohku…

Sesaat aku hanya diam mencoba mencerna kata-kata yang keluar dari bibirnya nyaris tanpa jeda itu. Tatapan sinis di wajah yang nampak dia buat-buat akhirnya membuatku tertawa, “aku lebih suka tafsir mimpi versiku aja deh daripada versimu, dek. Sisilia gila“. Aku membalikkan badan bersiap kembali memejamkan mata. Tawamu pecah di balik punggungku.

Ps: Sisilia is fine, sudah menikah dengan pria yang dicintainya. Aku tidak menghalangi jodohnya… ^_^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s