More Than Just A Movie, 5 to 7

Just because something doesn’t last forever doesn’t mean its worth is diminished.

Brian

Ini kali pertama saya mengulang menonton sebuah film yang sama sebanyak tiga kali hanya dengan jeda waktu 15 menit dalam satu hari. There’s something about this movie… Mungkin karena pemeran utama Anton Yelchin (yang saya sukai) baru saja meninggal dunia, atau karena musiknya yang mendayu, atau karena cerita film ini yang somehow “ngena” banget di hati saya.

5to7still

Bercerita tentang hubungan seorang pemuda 24 tahun dengan seorang perempuan (cantiiikkk) berusia 33 tahun. Perselingkuhan sih sebenarnya. Perselingkuhan yang aneh karena perselingkuhan ini diketahui dan direstui oleh suami si perempuan dan bahkan anak-anak mereka. Direstui dengan perjanjian bahwa si perempuan hanya boleh bertemu dengan selingkuhannya di hari kerja setiap jam 5-7 sore.

Masalah timbul ketika si pemuda benar-benar tergila-gila dan ingin menikahi si perempuan. Si perempuan pun sejak awal benar-benar jatuh cinta pada si pemuda dan sempat mempertimbangkan untuk menerima tawaran si pemuda dan memulai hidup bersama, tapi tentu saja tidak semudah itu.

Akhir cerita…mereka harus berpisah. Si pemuda harus patah hati kehilangan perempuan yang membuat dia jatuh cinta setengah mati.

Jahat ya perempuannya? Ga juga… Tidak ada tokoh yang baik dan jahat di film ini. Saya cukup memahami sih kondisi si perempuan. Bayangkan seorang perempuan yang selama 33 tahun tidak pernah benar-benar jatuh cinta dan suatu hari dia bertemu seorang pemuda yang membuat dia benar-benar merasakan cinta dan bahagia. Tapi di sisi lain ada seorang suami di sampingnya yang meskipun punya selingkuhan juga (Iya, si suami pun punya selingkuhan atas sepengetahuan dan restu si istri) tapi sangat menghormati dan belum pernah melanggar janji dan kesepakatan yang mereka buat, plus anak-anak yang harus dia ‘jaga’. Pasti berat buat dia memilih. Tapi..dia harus memilih.

Menjelang akhir film ada adegan ketika setelah bertahun-tahun berpisah mereka tidak sengaja bertemu lagi. Masing-masing dengan keluarganya (si pemuda saat itu digambarkan sudah beristri dan beranak). Mereka saling basa-basi menyapa memperkenalkan keluarga masing-masing. Bertukar senyum sambil bertatapan tanpa suara. Dalam tatapan mata mereka penonton (well, saya sih…) seolah bisa melihat mereka sedang berbicara dengan penuh cinta “hey, apa kabar? Are you happy? Do you miss me? I miss you so much“. Dan ketika si perempuan melepas sarung tangannya memperlihatkan bahwa dia masih mengenakan cincin yang diberikan oleh si pemuda bertahun-tahun yang lalu. Man…!!!! I couldn’t help but cry. Menyedihkan rasanya melihat dua orang yang saling cinta tidak bisa bersama. Menyedihkan in a sweet way

Maybe there are some people you marry and people you love.

Arielle

Well, film ini salah satu film menyedihkan sih buat saya. Tapi somehow sedihnya film ini adalah sedih yang manis. Perpisahan yang menyedihkan tapi manis. “Manis” yang membuat film ini justru lebih terasa menyedihkan.

Dengan dibumbui dengan quote-quote tentang cinta dan juga kehidupan, ga salah lah kalo film ini sempat disebut-sebut sebagai film yang punya kekuatan untuk membuat penontonnya berpikir ulang tentang hakikat sebuah “relationship“. Bahwa cinta yang tidak saling memiliki, cinta yang tidak bersatu pun bisa terasa manis dan memberi bahagia bagi hati dan kehidupan masing-masing.

Life is a collection of moments.The idea is to have as many good ones as you can.

Jane

Ah, Rei…tahu apalah seorang Rei tentang cinta… ^_^

5to7-movie

*ditulis sekitar 4 bulan yang lalu, tidak sengaja ditemukan di draft*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s