Perempuan Sakura

Aku bertemu dengannya semalam. Perempuan berkulit putih susu dengan aroma sakura dan rambut berwarna gelap sebahu.

Di tempat kami bertemu semua makhluk nampak memujanya. Para pria ingin mendekatinya, para wanita berharap bisa menjadi dia. Bahkan aku yakin para makhluk tak kasat mata pun sesaat menghentikan aktivitas mereka, terpana pada keindahan perempuan beraroma bunga sakura.

Dan dari sekian banyak makhluk yang dibuatnya terpukau, dia memilih untuk duduk di sampingku. Aku segera memalingkan wajah, pura-pura tidak tahu, sedikit malu kalau ketahuan sedang mengaguminya sampai terpaku.

Dia menyapa “hai“, aku menjawab “hey“. Aku tidak tahan untuk tidak mencuri-curi pandang ke arahnya. Pipinya merah muda. Bibirnya punya kemampuan melumat hati orang2 yang melihatnya bicara. Kami berbincang seperti dua orang yang sudah akrab bertahun-tahun. Sesekali dia menjatuhkan kepalanya di bahuku atau telapak tangannya menepuk lenganku manja ketika candaku membuatnya tertawa. Matanya hanya berupa garis tipis saat tertawa, tapi saat terbuka…aku bisa melihat bintang kejora sedang bersinar di sana.

Jangan tertawa” kataku suatu ketika di tengah cerita.
Kenapa?” dahinya sedikit mengernyit
Tawamu membuat aku jatuh cinta“. Tawanya seketika meledak, dadaku semakin sesak. Ada roket yang rasanya siap meluncur dari balik kantong kiri kemejaku.

Tuhan, aku jatuh cinta. Pada perempuan beraroma sakura. Perempuan dalam mimpi yang entah kemana harus aku cari jika ingin bertemu lagi.

(Sambas, 280115 10:40 PM)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s