Pendiam (Katanya)

Aku lho pendiam, biasa mendengarkan. Ga tau mau ngomong apa kalo di telepon. Kamu aja yang ngomong“, katamu
Aku juga seringnya lebih banyak diam. Lebih suka mendengarkan dan jadi canggung di telepon kalo lawan bicaranya ga cerewet. Kamu aja yang cerita, aku yg dengerin“, jawabku

Lalu seperti sebagian besar peristiwa dalam hidup, semua terjadi tiba-tiba. Tiba-tiba sosokmu tak lagi sekedar wajah penuh kata tanpa suara. Tiba-tiba kita bicara. Tiba-tiba kita bertukar cerita. Tiba-tiba kita tertawa. Tiba-tiba waktu berjalan seperti tak terasa.

image

Dua orang yang sama-sama mengaku tak suka berkata-kata nyatanya bisa hanyut dalam cerita dan tawa bersama selama puluhan ribu detik lamanya nyaris tanpa jeda.

Tiba-tiba kamu ada. Tiba-tiba hari-hariku terasa lebih bahagia.

Advertisements

2 thoughts on “Pendiam (Katanya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s