Hujan

Aku selalu suka hujan. Aku rasa aku akan menamai anakku dengan namanya nanti. Bukan, anakku tidak akan kunamai dengan nama asing seperti “Rain” atau bahasa asing lainnya. Anakku hanya akan bernama “Hujan“. Berarti sama, tapi terdengar sangat berbeda di telinga.

Aku selalu suka hujan. Aku hanya tidak suka dia yang seringnya datang tanpa mengenal kompromi soal waktu. Kadang pagi hari saat seharusnya aku bergegas ke kantor, kadang sore hari saat aku masih di kantor sedangkan tubuh sudah sedemikian penat dan ingin segera kembali ke rumah untuk beristirahat, kadang saat aku sedang berada di tengah perjalanan mengendarai sepeda motorku.

Aku selalu suka hujan. Aku hanya tidak suka perasaan yang dibawa olehnya kepada sebagian besar orang karena kenangan yang entah bagaimana seperti tercurah dari langit bersama titik-titik hujan yang turun. “Hujan ini bikin galau dan hati jadi sendu“, demikian kata mereka. Dan perasaanku akan terbawa dengan perasaan mereka. Perasaanku entah bagaimana bisa dengan mudah mengalir bersama perasaan orang-orang yang sedang bersamaku. Aku tidak suka.

Aku selalu suka hujan. Doa yang dipanjatkan saat hujan turun akan cepat dikabulkan oleh Tuhan. Agama yang aku imani mengajarkan itu. Entahlah… Mungkin sebaiknya aku berdoa saja sekarang. Berdoa semoga hujan tidak lagi membawa luka. Berdoa semoga semua di hari ini baik-baik saja. Berdoa semoga semua makhluk di dunia ini berbahagia.

Aamiin.

(Sambas, 090114 06:29 AM)

selesai berdoa, hujan reda

Advertisements

2 thoughts on “Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s