#30DaysMusicChallenge Day 4 : One Republic – Come Home

#30DaysMusicChallenge hari ke-4 ini sepertinya berat sekali temanya. “A song that remind you of someone you would rather forget about

Ga bisa ya diskip aja hari ke-4 ini, namanya juga lagu tentang orang yang ingin dilupakan…harusnya tidak perlu diingat-ingat lagi kan? kan???

*tarik napas dalam-dalam*

But hell…here we go… A song that remind me of someone I would rather forget about adalah Come Home yang dinyanyikan oleh One Republic (ada versi lain, duet bersama Sara Bareilles, silakan dipilih aja mau dengarkan yang mana…sama sakitnya buat saya).

Saya punya pengalaman yang sangat tidak menyenangkan dengan band One Republic ini (nanti saya ceritakan di postingan lain, atau tidak). Pengalaman tidak menyenangkan itu kemudian semakin diperburuk ketika lagu ini hadir. I honestly really hate this song. Lagunya bagus sih padahal. Tapi saya tidak suka efek setelah mendengarkan lagu ini. Lagu ini sampai sekarang masih punya kekuatan menarik saya ke masa lalu. Ke suatu siang tanggal 26 Agustus 2015 ketika saya membaca sebuah email dan menemukan lagu ini di sana dikirimkan oleh seseorang kepada saya. Orang yang harusnya saya lupakan.

Orang yang sebaiknya saya lupakan.

It was probably the most serious relationship I’ve ever had. Hubungan terlama juga. 3 tahun. Mengenal seperti apa saya…3 tahun itu sebuah pencapaian yang wow. Setelah 3 tahun kami pun memutuskan untuk menyudahi hubungan kami dengan cara baik-baik. ‘drama’ muncul beberapa bulan kemudian. Lagu ini menyusul beberapa bulan setelahnya. Dan terlalu banyak hal yang terjadi selama jeda kami tidak bersama.

If you feel lost and too tired, just turn around to where it started. Maybe you could find your way back home” dan diakhiri dengan “miss you… xoxo” adalah pesan yang tertulis di badan email yang menyertai lagu ini. Pesan yang menyentuh dan membuat saya terenyuh menyadari ada seseorang yang mencintai dan menanti saya dengan sebegitunya. Semakin terenyuh ketika saya mendengarkan dan menghayati lirik lagu ini sembari menyadari…saya ingin kembali pulang rasanya tapi sudah kehilangan arah. Saya sudah berjalan terlalu jauh dan tidak lagi bisa pulang.

Seseorang tidak bisa menyudahi perasaannya dan kemudian memunculkan kembali perasaan itu dalam semalam. Seseorang tidak bisa pergi, melewati begitu banyak hal, merasakan begitu banyak luka dan seketika kembali seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Mungkin ada orang yang bisa, tapi jelas orang itu bukan saya. Bagaimana saya bisa pulang dengan hati yang sudah tidak lagi utuh? Bagaimana saya bisa pulang menemui orang yang sangat mencintai saya sementara saya tahu hati saya sudah terbelah-belah? Bagaimana saya bisa pulang ke dalam pelukan seseorang ketika sebuah sentuhan ringan saja membuat badan saya nyeri setengah mati? Saya tidak ingin menularkan luka saya dan membuat orang yang mencintai saya dengan sebegitunya ikut terluka. Saya terlalu menyayangi dia untuk melihat dia ikut terluka bersama saya. Dan begitulah…sampai sekarang saya tidak pernah pulang kepadanya. Tidak berhasil menemukan jalan pulang. Alam bawah sadar saya yang sudah terlanjur tidak ingin pulang sepertinya.

Orang yang (pernah) mencintai saya dengan sebegitunya itu dipertemukan oleh Semesta dengan orang lain pada akhirnya. Dia menjadi rumah tempat pulang orang lain (yang lebih baik dari saya, semoga) pada akhirnya. Menemukan kebahagiaannya dengan orang lain sampai saat ini, dan saya benar-benar ikut berbahagia untuk kebahagiannya. Tapi sungguh, lagu ini belum bisa berhenti membawa ribuan ‘what if‘ ketika saya mendengarkannya. Dan itu menyiksa.

*tarik napas dalam-dalam*

Deep, huh? Deep and dark.

Dan sekarang saya perlu berjuang lagi untuk mengalahkan satu per satu ribuan ‘what if‘ di dalam kepala saya yang terlanjur datang. Berusaha dengan sekuat tenaga yang saya punya menarik diri saya lagi untuk kembali ke masa sekarang. Sejenak hening yang disusul mendengarkan lagu-lagu bahagia yang dikirim si Tengil semoga membantu. Wish me luck…! ^_^

Ps. No, ga ada lirik ataupun video lagu ini this time, silakan cari sendiri. Cukup sekali saja saya mendengarkan lagu ini 😦

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s