#30DaysMusicChallenge Day 9 : Widi Mulia – Gonna Be Around

Ini adalah hari yang paling membahagiakan sepertinya dalam rangkaian #30DaysMusicChallenge ini. Yah namanya juga tema hari ke-9 ini adalah “a song that makes you happy” ya..hehehe… Alhamdulillah mood booster banget untuk hari Senin yang cerah ini.

Belakangan ini lagu yang selalu berhasil membuat saya bahagia saat mendengarkannya adalah Gonna Be Around yang merupakan single terbaru dari salah satu pentolan grup vokal AB Three (yang sekarang kayaknya sudah berganti nama menjadi entah apa), Widi Mulia.

There’s something about this song yang selalu membuat hati saya terasa hangat sekali saat mendengarkannya. Mungkin musiknya. Mungkin liriknya. Atau mungkin karena ada seseorang yang membawa bahagia yang terbayang di dalam kepala setiap kali mendengarkan lagu ini (ciyeee, Rei… Ciyeee…)

Di awal kemunculannya sih video klip lagu ini sempat mendapat komentar tidak enak karena dinilai menunjukkan cara berkendara yang tidak aman seperti tidak mengenakan seatbelt dan anak-anak yang dibiarkan “bebas” di dalam mobil bahkan terkesan mengganggu konsentrasi si Ayah (Dwi Sasono). Tapi saya pribadi sih melihat dari sekilas jalan-jalan yang mereka lalui adalah jalanan di dalam kompleks perumahan, jadi yah tidak berbahaya juga sih sebenarnya. Anggap saja ini adalah seorang Ayah yang sedang membawa keluarganya jalan-jalan santai mengelilingi jalanan kompleks perumahan yang sepi. Walaupun tetap saja saya rasa akan lebih seru lagi misalnya video klip lagu ini bertempat di taman atau bahkan suasana di dalam rumah mereka saja.

Anyway, lagu ini sebenarnya lagu “keluarga”. Dilihat dari konsep video klip, lirik dan dari cerita-ceritanya di media sosial (keluarga Pak Dwi Sasono dan Ibu Widi Mulia ini salah satu keluarga yang suka banget saya liat postingannya di Instagram karena terlihat harmonis dan kompak sekali. Menyenangkan melihatnya. Coba cek saja akun IG @thesasonosfam), lagu ini mewakili ungkapan hati Widi Mulia sebagai seorang Ibu kepada keluarganya, terutama anak-anaknya. Tapi tentu saja juga bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing pendengarnya sih. Buat saya misalnya, lagu ini mengingatkan saya pada seseorang yang membuat saya bahagia belakangan ini. Sebut saja dia…Si Tengil.

will you remember how it feels like? Will you remember all of this love? ‘cause I’ll remember every minutes I spent with you, your every smile and laughter

Sudah selama kurang lebih dua bulan ini Si Tengil ada di hari-hari saya. Seberapa ‘ada’? Well…ADA. Dia ada sejak saat saya membuka mata di pagi hari, obrolan nyaris tiada henti hingga malam dan begitu seterusnya. Dan hampir di setiap moment itu terselip pertanyaan dalam kepala saya “would you remember all of this things?”, SEMUA yang kita alami saat ini, hari ini, would you remember all of this?. Perasaan ‘rindu’ dan saling mencari ketika sebentar saja tidak berkomunikasi. Perasaan lega ketika bangun pagi hari dan menyadari masih sama-sama ‘ada’. Perasaan syukur atas satu hari lagi yang telah dilewati bersama. Perasaan takut kehilangan. Perasaan bahagia saat berbagi cerita dan tawa bersama. Would you remember all of this feeling? Because I’m pretty sure I would… Bahkan kalaupun kami harus berpisah sekarang dan hanya punya kenangan selama dua bulan, saya pasti akan mengingat semuanya. Hari pertama dia datang dan menyapa saya. Hari pertama kami benar-benar berbicara. Cara dia menyebut nama saya. Cara dia berbicara. Selfie ‘muka kepo’nya yang sering dia kirimkan ke saya. Rahasia-rahasia dan ketakutan serta luka dalam hidup yang belum pernah kami bagi dengan orang lain sebelumnya. Lagu-lagu yang sering kami bagi dan nyanyikan bersama. Cerita-cerita lucu dan membahagiakan yang membuat kami sering tertawa. Suara tawa lepasnya yang masih saya simpan di ponsel dan masih sering saya dengarkan kapan pun saya rindu. Senyum manisnya (trust me, ini bukan omongan orang yang sedang jatuh hati karena nyatanya di nyaris semua postingan foto di IG dan akun media sosial lain miliknya sungguh tidak sedikit yang memuji senyum dan wajahnya) yang entah bagaimana punya efek menenangkan dan menyembuhkan…(saya sering bilang pasien-pasien yang datang kepadanya sebenarnya hanya perlu melihat senyumnya dan pasti mereka akan baik-baik saja seketika). Semuanya. I would remember all of them.

I, I’m gonna be, I’m gonna be around, to read before you sleep, to wipe away your worries, to sing this song again. I, I’ll always reach my hands to hold you tight, and I will keep your love forever my heart

Di lirik bagian ini sebenarnya kelihatan banget maksud dari lagu ini dari seorang Ibu/Ayah kepada anaknya, “to read before you sleep”. Tapi mengingatkan sama  Si Tengil juga. Si Tengil adalah pendongeng yang lumayan bagus…at least untuk saya dia sering mendongeng, dan saya suka mendengarkan dia mendongeng (apa sih yang ga loe suka dari dia, Rei?), lalu di akhir ceritanya dia akan bertanya “apa makna dari cerita ini?” (dan apa pun jawaban saya selalu tidak pernah tepat, dasar si Tengil memang dia itu). Saya? Saya pernah sekali mencoba mendongeng untuk dia, gagal total. Sebagai gantinya saya akan mengambil buku dan membacakan cerita sampai dia bosan dan tertidur, terutama saat saya tahu dia sudah sangat mengantuk tapi bersikeras tetap terjaga dengan alasan tidak mau saya kesepian kalau dia tidur lebih dulu sweet sih tapi menyebalkan karena saya mau waktu istirahat dia selalu tercukupi.

maybe you would forget this moment, hey that’s okay. But my love for you won’t fade away

Si Tengil selalu bilang tidak mau kehilangan saya, dia mau ada saya di hidupnya selamanya, dan saya selalu mengamininya. Dia tidak pernah suka membicarakan ini, sangat sangat tidak suka, tapi sebagai manusia saya sadar sesadar-sadarnya tidak ada yang benar-benar selamanya di dunia ini. Dan meskipun saya juga punya doa-doa yang sama agar supaya kami selalu ada untuk satu sama lain selama-lamanya, saya rasa saya harus menerima juga kalau pun suatu saat kami harus tidak lagi bersama. Kalau suatu saat ternyata Semesta membawa kami dalam perjalanan dengan arah dan tujuan yang berbeda. Kalau suatu saat tidak ada lagi dia di hidup saya dan tidak lagi ada saya di hidup dia. Kalau semua kenangan yang kami punya selama ini nanti terlupa, dan semua yang pernah kami lalui dan rasakan bersama tidak lagi diingat olehnya. Saat semua (yang tidak kami inginkan) itu terjadi, saya rasa that too is okay. Apa pun yang terjadi sekarang dan nanti, semuanya baik dan pasti membawa kebaikan untuk kami. Dan untuk itu saya akan tetap bersyukur. Bersyukur kita pernah ada di hidup satu sama lain, bersyukur atas semua yang sudah pernah kita bagi dan lewati bersama.

So, yeah begitulah cerita lagu ini buat saya. Postingan terpanjang yang pernah saya buat dalam #30DaysMusicChallenge ini *tarik napas dalam-dalam*

And, last but not least…semoga lagu ini juga membawa kebahagiaan bagi siapa pun yang ikut mendengarnya. Aamiin ^_^

Ps. Hey kamu, terimakasih sudah menambah efek “happy” yang ditimbulkan lagu ini dengan keberadaan kamu di hidup saya ya… Gomapta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s