Pada Suatu Siang

Ini cuma luka kecil, Senja
Tetap saja ini luka, Angkasa. Harus dibersihkan dan diobati
Iya, biar aku obati sen…. ouch…!” Kalimat Angkasa terhenti ketika perih terasa menyengat di pelipisnya.
Luka kecil, badan gede, kena air garam aja teriak
Kamu tahu kenapa ada istilah menggarami luka basah? Karena in case kamu belum tahu…luka yang kena air garam itu perih. Lagian kenapa air garam sih? Kenapa tidak alkohol?
In case kamu belum tahu…alkohol itu ga ada baik-baiknya buat tubuh. Alkohol akan ikut membunuh bakteri baik yang bisa membantu penyembuhan lukamu. Air garam lebih efektif
Dan lebih menyakitkan
Senja hanya tersenyum dan mendaratkan bibirnya di kening Angkasa yang sudah berhiaskan Hansaplast kali ini “feel better, big boy?
Much better” Angkasa tidak kuasa menahan senyum lebar yang tiba-tiba mengembang di bibirnya, senyum yang sama yang selalu datang selama beberapa bulan ini setiap kali sosok Senja melintas di pikirannya. And by ‘setiap kali’ tentu saja maksudnya ‘setiap saat’ buat Angkasa, Senja tidak pernah benar-benar hilang dari pikirannya sejak kali pertama mereka berjumpa.
Hey! Senyum-senyum aja… Lagi mikir jorok ya?” Senja mencubit pipi Angkasa gemas, “Saya buatkan makan siang ya, kamu mau makan apa?” lanjutnya
I’m good, Senja… Kamu balik aja ke kantor
Hmmm….saya diusir nih ceritanya?” Senja berpura-pura tersinggung
Yah bukan ngusir…tapi kan kamu sibuk
Senja seketika menghentikan langkahnya yang sudah separuh jalan menuju dapur, berbalik arah, melipat kedua tangan di depan dada dan menatap Angkasa tajam “Kamu ga suka saya di sini?
Angkasa tahu Senja sedang bercanda, tapi tatapan tajam Senja tak urung membuat dia sedikit salah tingkah “Kamu kan sibuk, rapat yang tadi belum selesai kan waktu kamu ke sini? Dan bukannya saya tidak tahu dari tadi smartphone kamu tidak berhenti bergetar di dalam tas, pasti banyak orang yang sedang membutuhkan kamu sekarang, banyak yang harus kamu kerjakan sekarang dan kam…” kalimat Angkasa menggantung, bibirnya terkunci oleh bibir merah senja yang tiba-tiba sudah memagut bibirnya lembut
Now I know how to stop you from talking…“, bisik Senja ketika akhirnya bibir mereka berjarak. Senja menelungkupkan kedua telapak tangannya di pipi Angkasa “Nanti…akan ada saatnya saya sangat sibuk bahkan untuk menjawab telepon kamu saja saya tidak sempat apalagi membuatkan makan siang, dan saat nanti itu tiba saya pasti akan merasa bersalah dan tidak berhenti memikirkan kamu. Tapi nanti. Bukan hari ini. Bukan saat ini. Saat ini, semua yang bukan kamu bisa menunggu. Saat ini kamu dan perut buncitmu tidak akan saya biarkan menunggu” Senja kembali tersenyum, berbalik memunggungi Angkasa, melingkarkan lengan laki-laki yang disayanginya itu ke pinggangnya.
Sayang kamu, Senjaku…“, bisik Angkasa sambil membenamkan wajahnya di tengkuk Senja dan menghirup dalam-dalam wangi parfum yang masih menempel di sana
Hening. Senja tidak menjawab, tapi Angkasa tahu sebuah senyum sedang tersungging di bibir Senja. 3 bulan adalah waktu yang cukup untuk Angkasa mengenal Senja. Waktu yang cukup untuk Angkasa tahu Senja bukan orang yang romantis. Berkebalikan dengan Angkasa yang suka mengungkapkan perasaannya lewat kata, Senja jarang sekali (kalau tidak bisa disebut tidak pernah) mengaksarakan kata-kata cinta dan sayang, tapi lewat semua tindakan dan hal-hal kecil yang dilakukannya Senja menunjukkan perasaannya untuk Angkasa. Seperti hari ini, Senja memberikan waktunya. Hari ini Senja membuat Angkasa merasa sangat dicintai. Hari ini Senja membuat Angkasa merasa menjadi laki-laki paling beruntung di dunia. Hari ini Angkasa tahu dia ingin menghabiskan sisa waktu hidupnya di dunia bersama Senja dan berharap Senja pun ingin menghabiskan waktu dalam hidupnya hanya bersama Angkasa. Seluruhnya.

(Sambas, 090815 09:44 AM)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s