Barisan Kata Rindu

image

Pesan itu tiba pagi kemarin melalui salah satu (dari sekian banyak) aplikasi obrolan online yang kami gunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. 56 kata “rindu” yang entah diketik sendiri atau dicopy paste membuat hati ngilu. Barisan kata rindu yang seharusnya mengingatkan pada lirik lagu Dewa 19 “Semua kata rindumu semakin membuatku tak berdaya menahan rasa ingin jumpa. Percayalah padaku aku pun rindu kamu…“, tapi karena sedang berada di Jawa maka alih-alih lagu Kangen, yang dimasukkan ke dalam playlist dan didengarkan nyaris nonstop seharian adalah Layang Kangen yang dinyanyikan oleh Didi Kempot (versi lain dinyanyikan oleh Dona (perempuan) dalam versi Bossanova. Keduanya tersedia di Spotify).

Layangmu ta’ tompo wingi kuwi
(Surat darimu ku terima kemarin)
Wis ta’ woco opo karep ing atimu
(Sudah kubaca maksud hatimu)
Trenyuh ati iki moco tulisanmu
(Sedih hatiku membaca tulisanmu)
Rak kroso netes eluh ning pipiku
(Tak terasa airmata membasahi pipiku)

Umpomo tanganku dadi suwiwi
(Seandainya saja tanganku bisa jadi sayap)
Iki ugo aku mesti enggal bali
(Saat ini juga aku pasti langsung terbang pulang)
Ning kepiye maneh mergo kahananku
(Tapi dengan segala kekuranganku aku bisa apa)
Cah ayu/wong bagus entenono tekaku
(Cah ayu/wong bagus tunggulah kedatanganku)

Rak maido sopo wong sing ora kangen
(Tidak ingin mengeluh, tapi siapa yang tidak rindu)
Adoh bojo pengen turu angel merem
(Jauh dari kekasih, ingin tidur tapi mata susah terpejam)
Rak maido sopo wong sing ora trenyuh
(Tidak ingin mengeluh, tapi siapa yang tidak sedih)
Rak kepetuk sawetoro pengen weruh
(Tidak bisa bertatap muka saat ingin jumpa)

Percoyo aku, kuatno atimu
(Percaya padaku, kuatkan hatimu)
Cah ayu/wong bagus entenono tekaku
(Cah ayu/wong bagus tunggulah kedatanganku)

Di tengah mnjalani hari yang terasa lebih panjang belakangan ini…mendapatkan kata-kata rindu semacam ini somehow seperti mendapat energi tambahan. Semacam mendapat kabar baik di tengah serangan kabar buruk yang sering datang. Semacam mendapat tambahan semangat saat jiwa sudah sangat lelah dan mulai hampir tergoda untuk menyerah. Semacam diingatkan oleh Semesta, “Hey, Rei…cheer up, ada orang yang merindukanmu sebegininya, menyayangimu sebegininya…kamu akan baik-baik saja, semua akan baik-baik saja“.

Terimakasih, kamu ^_^

Ps. sudah diklarifikasi oleh yang bersangkutan “aku ngetik lho rindu itu bukan copy paste“. Iya, iya… hehehehe…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s