Ini Bukan (Surat) Cinta

Hai kamu,
Aku kabar hari minggumu? Ku harap kau mengahabiskan lebih banyak waktu untuk beristirahat hari ini setelah semalam terjaga sampai entah jam berapa karena menemaniku bercerita. Aku bahkan sampai tak bisa mengingat lagi apa saja isi obrolan kita semalam. Ada tentang bahasa, ada meditasi, yoga, agama, doa, budaya, marga, makanan, minuman, gadget, alat pernapasan binatang, sampai nama-nama pahlawan yang membuatmu tertawa saat aku salah menyebut bahwa pahlawan Sisingamangaraja berasal dari Bali. Dan aku membiarkanmu menertawakanku. Tertawa saja sepuasmu, tak apa. Aku suka mendengarmu tertawa. Aku bahkan punya satu rekaman suara tawamu di Hpku. Tawa yang hanya beberapa detik tapi bisa membuat hatiku bahagia seketika.

Bukan hanya suara tawamu saja ku rasa. Suaramu saat berbicara atau sekedar foto bergambar wajahmu yang kau kirimkan untukku sudah membuat hariku lebih berwarna. Bahkan sekedar memikirkanmu saja sudah membuat hatiku berbunga.

Mereka bilang aku sedang jatuh cinta. Tapi entahlah…ku kira ini bukan cinta. Ku rasa ini bukan cinta.

Cinta itu seperti api yang menyala, katanya. Berkobar tapi hanya sementara, kataku. Dan bersamamu aku tak merasa seperti itu. Bersamamu aku tak merasa hatiku terbakar. Bersamamu yang tersisa hanya perasaan tenang, dan hatiku hangat tak berkesudahan.

Aku tak tau ini apa. Pun ku rasa aku tak perlu tau ini apa. Yang aku tau, aku bahagia kamu ada. Aku bahagia kita bersama. Dan sudah, itu saja.

yang selalu bahagia bisa membuatmu tertawa,
Rei

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s