Laki-laki Paling Tampan Sedunia

Kepada laki-laki paling tampan sedunia yang kupanggil Bapak.

Hai Pak,
Sehat pak? Terakhir kali kita ketemu saat aku pulang ke rumah beberapa minggu lalu aga’ tak nyaman rasanya dada kiri bapak katanya. Beberapa kali kudapati wajah bapak mengernyit menahan nyeri. Bahkan sempat suatu malam bapak terduduk lemah dengan wajah pucat bermandi peluh di ruang tamu yang lampunya sudah dimatikan. Pun dalam kondisi seperti itu tetap bapak tak mau kubawa ke Rumahsakit. “Ndak apa-apa, sudah minum obat nanti sembuh” kata bapak bersikeras, dan aku terpaksa mengalah hanya bisa berdoa memohon Tuhan menyembuhkan bapak, laki-laki paling tampan di duniaku.

Iya, kalau-kalau bapak belum tau…buatku bapak adalah laki-laki paling tampan sedunia. Di duniaku, paling tidak.

Katanya dalam hidup seorang perempuan, pak…ada beberapa laki-laki tampan yang dia punyai. Bapaknya, saudara laki-lakinya, suami atau kekasihnya, dan anak keturunannya. Lahir dan besar di keluarga dengan 3 orang saudara yang semuanya perempuan, jelas aku tak punya saudara laki-laki tampan. Aku belum menikah, kekasih pun sedang tak punya, apalagi anak keturunan. Jadilah bapak satu-satunya laki-laki tampan yang aku punyai. Laki-laki paling tampan yang aku punyai dalam hidup.

Iya, di usiaku yang sudah hampir di akhir 20an ini aku belum menikah, itu pasti jadi pikiran bapak (dan ibu). Aku ingat pernah suatu hari bapak mengumpulkan kami semua anak-anak bapak, sambil duduk bersila bapak mulai memberi sepatah dua patah kata petuah. Sempat terselip sebuah kalimat “semoga bapak masih diberi cukup usia untuk menikahkan kalian semua sebagai kewajiban terakhir seorang bapak terhadap anak perempuannya” bapak ucapkan sambil tersedu. Selama puluhan tahun itu adalah kali pertama aku melihat bapak menangis. Aku tak menangis, aku tau bapak tak suka melihat anak-anak bapak menangis. Meski tak urung terasa ngilu sekali di hati malam itu.

Ohya, pak, tentang harapan bapak untuk menikahkan anak-anak bapak itu. Melalui surat ini…bolehkan aku menyampaikan sesuatu. Maaf kalau mungkin aku tak akan bisa memenuhi keinginan bapak yang satu itu.

Aku tak ingin menikah, pak.

Iya, aku tak bisa membaca masa depan. Mungkin Tuhan masih menyimpan jodohku. Mungkin aku akan dipertemukan dengannya besok atau lusa, aku tak tau. Kalau Tuhan ternyata sudah berkehendak, aku bisa apa. Tapi kalau ada yang bertanya, sungguh sampai detik ini menikah belum ada dalam daftar keinginan dan cita-citaku, pak. Dan aku harap bapak bisa mengerti.

Pak, suatu saat nanti bapak mungkin akan mendengar gunjingan keluarga besar atau tetangga tentangku, mengatakan aku perawan tua karena terlalu memilih atau bahkan tak laku. Saat itu tiba, pak… Aku harap bapak tau aku tak keberatan dan tak peduli. Apa pun kata-kata orang yang sampai ke telinga bapak nanti, aku hanya berharap bapak tau dan percaya…anak bapak yang satu ini baik-baik saja dengan pilihannya. Menikah atau pun tidak menikah, membangun keluarga bersama dengan seseorang atau pun harus menghabiskan sisa hidupnya tanpa pasangan, anak bapak yang satu ini berjanji untuk menjalani hidupnya dengan bahagia. Dan aku harap bapak juga begitu.

Aku sayang bapak (dan ibu), sayang sekali. Tak bisa ditukar dengan apa pun ku rasa sayangku untuk kalian. Aku ingin bapak (dan ibu) berbahagia. Tapi aku harap aku bisa membahagiakan kalian dengan banyak cara lainnya selain menikah dan berkeluarga.

Pak, cukup sekian dulu suratku ini ya, pak. Semoga Tuhan senantiasa menjaga bapak dan ibu serta seluruh keluarga di sana. Jaga kesehatan baik-baik, pak. Belum kesampaian lho cita-cita kita untuk traveling dan mendaki gunung bersama.

Salam hormat penuh rindu dari anakmu yang jauh di rantau,
Rei

Advertisements

5 thoughts on “Laki-laki Paling Tampan Sedunia

  1. Meski begitu, jangan lupa kita butuh “diakui dan mengakui”, mbak. Jangan terlalu senang sendiri… Katanya pasangan itu obat 🙂 katanya…. ndak tahu ya:( pan aye baru 20an awal jadi masih sesimple itu menanggapi pernikahan. Lebih tepatnya masih percaya “jodoh pasti ada dan akan datang” hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s