Keriuhan Di Penghujung Hari

Dan kembali datang malam-malam seperti ini
Saat kepala rasanya penuh terisi dengan entah apa
Saat tubuh sudah sangat lelah sementara mata tak kunjung lelap
Saat isi rongga kepala terasa seperti berhasta-hasta benang kusut tak tentu ujungnya
Saat mata sudah sangat berat terbuka tapi telinga masih terus mendengar ribuan dengungan serupa lebah di dalam kepala

Ada seorang pria sangat membenci aroma pewangi pakaian tertentu karena mengingatkannya pada mantan kekasihnya“, kata sebuah suara di dalam kepala
Tidak tidak, coba ini…ada perempuan berjalan mundur setelah dunia mengambil semua yang dia punya…“, suara lain menyela
Rindu. Tuliskan tentang rindumu. Rindu yang semalam membuatmu terbangun dengan tubuh gigil. Rindu terlalu yang malam ini membuatmu gagu“, suara ketiga ikut berbicara
Orang-orang bilang dia gila. Tapi kau tau perempuan itu hanya sedang terluka. Lebih dari siapa pun kau tau dia hanya perlu menemukan alasan untuk berhenti berjalan mundur dan mulai berjalan ke depan“, suara kedua kembali meminta
Dua kantung besar di tangannya berisi pakaian yang baru diambilnya dari laundry menyebarkan wangi semerbak saat dia memasuki rumah dan mendapati kekasihnya sedang bercumbu dengan laki-laki lain di sofa merah di dalam rumah yang sudah mereka tinggali bersama 5 tahun lamanya siang itu“, suara pertama kembali tak mau mengalah
Kamu. Kamu bisa kasih dia alasan itu. Alasan untuk dia maju dan melanjutkan hidup. Tulislah apa saja tentangnya. Satu. Satu alasan saja“, kali ini suara itu terdengar semakin memaksa
Ceritakan tentang rumahmu. Tentang Ibu dan Bapakmu dan betapa kamu ingin berada bersama mereka saat ini“, suara baru muncul entah dari mana

I need a break“, kali ini bibirku sendiri yang berbisik memohon kepada entah siapa

Hening sejenak

Sofa itu sofa kesayangannya, kau tau? Merah itu warna kesukaannya, kau tau kan? Wangi semerbak itu adalah aroma yang selalu membuatnya ingin memeluk kekasihnya dan betah berlama-lama bergulung dengan selimut di setiap harinya. Dulu“, suara pertama belum menunjukkan tanda-tanda akan menyerah

Please…”, sekali lagi bibirku mengeluarkan suara mengiba

Kau merindukannya kan? Sangat merindukannya dan kau bertanya-tanya apakah dia merindukanmu seperti biasanya…

Ku sumbat telingaku dengan earplug untuk mendengarkan lagu senyaring-nyaringnya
Semua suara yang sedari tadi riuh tak lagi terdengar
Aku menghela napas
Lega

Sampai kemudian kepalaku kembali terisi penuh
Kali ini dengan musik dan lirik lagu

Satu napas panjang kembali kuhela,
It’s gonna be a long night
It’s gonna be a looong night

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s