Yang Tersisa Dari Yogyakarta

Sebagian hatiku masih belum kembali
Sebagian pikiranku masih di sana
Di bangku kayu di sudut bandara tempat kita memulai jumpa

Kamu di hadapanku
Senyummu
Sapaanmu
Jabat tanganmu
Mata kita beradu
Lidahku kelu
Gagu
Pipiku bersemu
Malu

Sebagian hatiku masih belum kembali
Sebagian pikiranku masih di sana
Serupa ratusan kepingan berserakan di segenap penjuru Yogyakarta
Di setiap detik yang kita lalui
Di setiap ruas jalan yang kita lewati
Di setiap anak tangga yang kita naiki
Di setiap wajah yang kita temui
Di setiap barang yang kita beli
Di setiap tempat yang kita singgahi
Di setiap hidangan yang kita nikmati
Di setiap cerita yang kita bagi
Di setiap kekonyolan yang kita tertawakan berulang kali lagi dan lagi

Candamu
Tawamu
Tatapanmu
Celotehmu
Kejahilanmu
Perhatianmu
Langkahmu di balik punggungku
Telunjukmu di ujung hidungku
Rupa-rupa tingkahmu di setiap waktu yang berhasil mengembangkan senyumku selalu

Sebagian hatiku masih belum kembali
Sebagian pikiranku masih di sana
Di satu sudut bandara tempat terakhir kita bersama

Peluk eratmu
Mata basahmu
Lambaian tanganmu
Getir senyumku
Langkahmu membelakangiku
Punggungmu menjauh
Hatiku pilu menyambut kembali hari-hari penuh rindu

(Sambas, April 2017)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s