Farewell

Satu pelukan erat
I’m gonna miss you“, kataku
Aku juga“, balasmu

Satu pelukan lagi
Tubuhmu bergegas membelakangiku berusaha menyembunyikan mata yang mulai berkilat karena bening yang menggenang di pelupuknya

Ransel merah di punggung, tas hitam di bahu
Satu langkah mengawali perpisahan
Satu langkah membawa punggungmu menjauh

Botol minuman di tangan kugenggam semakin erat, sekuat tenaga menahan kaki yang ingin bergerak menahanmu pergi

Satu langkah
Dua
Tiga
Langkahmu berhenti pada hitungan kelima
Wajahmu berbalik menyungging senyum
Getir
Aku melambai membalas senyum
Perih

Satu senyuman kau kembali berjalan
Aku membatu

Satu lambaian punggungmu menghilang
Aku menahan pilu

(Bandar Udara Adisutjipto Yogyakarta, 090417)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s