Perkara Ujung Hidung

Aku tak pernah menduga bahwa perkara hidung bisa menjadi tidak sederhana. Paling tidak itulah yang aku alami dengan hidungku sejak hari itu.

Hidung kamu mancung sekali“, katamu sambil tersenyum menempelkan telunjukmu di ujung hidungku

Aku menyempatkan menatap matamu sejenak, sebelum terburu mengalihkan pandangan berusaha menyembunyikan pipi yang terasa hangat karena malu. Diam-diam bibirku ikut tersenyum, bertanya-tanya adakah hidungku ini akan cukup membuatmu rindu ingin selalu bertemu

Lalu begitulah, sejak saat itu setiap kali ada orang yang sengaja atau tidak menyentuh ujung hidungku otakku akan menghadirkan kembali sosokmu dalam bayangan dan aku akan seketika mengenang hari itu. Hari saat kamu menempelkan ujung telunjukmu di ujung hidungku. Setiap kali ada orang yang sengaja atau tidak menyentuh ujung hidungku aku akan membayangkan ujung telunjukmu yang sedang menyentuh ujung hidungku. Bertanya-tanya adakah kau sedang merindukanku seperti aku yang selalu rindu ingin bertemu denganmu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s